alexametrics
27.8 C
Denpasar
Thursday, June 30, 2022

Kasus Covid-19 di Bali Meningkat, Dinkes Tabanan Pasang Kuda-Kuda

TABANAN– Lonjakan kasus Covid-19 di tengah ancaman varian baru omicron membuat sejumlah daerah melakukan antisipasi. Dinas Kesehatan Tabanan pun sudah mulai pasang kuda-kuda untuk mengantisipasi bila lonjakan kasus Covid-19 melonjak di Tabanan.

 

Kendati sejauh ini varian baru Covid-19 omicron belum ditemukan di Bali, termasuk di Tabanan akan tetapi peningkatan kasus Covid-19 di Provinsi Bali mulai terjadi. Jumlah orang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 32 orang dari sebelum hanya 9 orang saja.

 

Artinya mulai ada peningkatan Covid-19 dari 1 digit ke 1 digit. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Susila, Sabtu (15/1).  

 

Dia menyebut melihat adanya perkembangan kasus Covid-19 yang hampir terjadi di semua kabupaten di Bali. Termasuk pula data secara nasional ada peningkatan kasus serta nasional sudah menemukan orang terkonfirmasi varian baru omicron.

 

Segala kemungkinan bisa saja terjadi, sehingga sejak dini pihaknya memasang kuda-kuda. Yakni harus menyiapkan dan bersiap menghadapi.

 

“Agar tidak terulang kembali di kasus yang sama ketika gelombang kedua varian delta muncul kita belum siap maksimal dalam penanganan perawatan warga yang positif Covid-19,” ungkapnya.

 

Persiapan yang pihaknya lakukan mulai dari menyiapkan jumlah bed tempat tidur. Yakni sebanyak 240 bed tempat tidur pihaknya siapkan. Itu masih sesuai dengan SK ruangan isolasi.

 

“240 bed tempat tidur tersebut tersebar di 8 rumah sakit. Baik swasta dan pemerintah. Bahkan satu rumah sakit baru lagi masih kami minta siapkan ruang perawatan bagi pasien Covid-19,” ujarnya.

Tak sampai disitu oksigen pihaknya juga sudah siapkan dengan melakukan penambahan. Stok oksigen dipastikan aman dalam beberapa bulan kedepan. Termasuk pula sudah ada 1.000 tabung oksigen baru pihaknya siapkan. Itu berada di RS Nyitdah.

 

“Adanya penambahan oksigen ini bilamana mana terjadi jebol di Jawa Timur seperti yang dulu. Selain itu kami juga tambahkan alat konselator yang jumlahnya diatas 100 unit,” bebernya.

 

Selanjutnya untuk obat-obatan terjadi penambahan seperti multivitamin yang dipastikan akan aman 6 bulan kedepan. Bila kurang nantinya pihaknya minta ke Provinsi Bali.

 

“Untuk obat antivirus yang baru belum kami sudah sudah mengajukan ke kementerian juga belum datang, tapi stok obat antivirus yang lama masih aman dan belum kadaluarsa,” tuturnya.

 

Lalu apakah ada antivirus baru atau obat baru untuk pengobatan pasien terkonfirmasi varian Omicron. dr. Susila menjelaskan sampai dengan saat ini belum ada obat atau antivirus baru rekomendasi dari kementerian.

“Untuk pengobatan Omicron, kita bukan gunakan obat anti virus, tetapi gunakan vitamin, istirahat dan isolasi bila pasien tersebut masuk gejala ringan. Sedangkan berat baru menggunakan antivirus,” tandasnya.



TABANAN– Lonjakan kasus Covid-19 di tengah ancaman varian baru omicron membuat sejumlah daerah melakukan antisipasi. Dinas Kesehatan Tabanan pun sudah mulai pasang kuda-kuda untuk mengantisipasi bila lonjakan kasus Covid-19 melonjak di Tabanan.

 

Kendati sejauh ini varian baru Covid-19 omicron belum ditemukan di Bali, termasuk di Tabanan akan tetapi peningkatan kasus Covid-19 di Provinsi Bali mulai terjadi. Jumlah orang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 32 orang dari sebelum hanya 9 orang saja.

 

Artinya mulai ada peningkatan Covid-19 dari 1 digit ke 1 digit. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Susila, Sabtu (15/1).  

 

Dia menyebut melihat adanya perkembangan kasus Covid-19 yang hampir terjadi di semua kabupaten di Bali. Termasuk pula data secara nasional ada peningkatan kasus serta nasional sudah menemukan orang terkonfirmasi varian baru omicron.

 

Segala kemungkinan bisa saja terjadi, sehingga sejak dini pihaknya memasang kuda-kuda. Yakni harus menyiapkan dan bersiap menghadapi.

 

“Agar tidak terulang kembali di kasus yang sama ketika gelombang kedua varian delta muncul kita belum siap maksimal dalam penanganan perawatan warga yang positif Covid-19,” ungkapnya.

 

Persiapan yang pihaknya lakukan mulai dari menyiapkan jumlah bed tempat tidur. Yakni sebanyak 240 bed tempat tidur pihaknya siapkan. Itu masih sesuai dengan SK ruangan isolasi.

 

“240 bed tempat tidur tersebut tersebar di 8 rumah sakit. Baik swasta dan pemerintah. Bahkan satu rumah sakit baru lagi masih kami minta siapkan ruang perawatan bagi pasien Covid-19,” ujarnya.

Tak sampai disitu oksigen pihaknya juga sudah siapkan dengan melakukan penambahan. Stok oksigen dipastikan aman dalam beberapa bulan kedepan. Termasuk pula sudah ada 1.000 tabung oksigen baru pihaknya siapkan. Itu berada di RS Nyitdah.

 

“Adanya penambahan oksigen ini bilamana mana terjadi jebol di Jawa Timur seperti yang dulu. Selain itu kami juga tambahkan alat konselator yang jumlahnya diatas 100 unit,” bebernya.

 

Selanjutnya untuk obat-obatan terjadi penambahan seperti multivitamin yang dipastikan akan aman 6 bulan kedepan. Bila kurang nantinya pihaknya minta ke Provinsi Bali.

 

“Untuk obat antivirus yang baru belum kami sudah sudah mengajukan ke kementerian juga belum datang, tapi stok obat antivirus yang lama masih aman dan belum kadaluarsa,” tuturnya.

 

Lalu apakah ada antivirus baru atau obat baru untuk pengobatan pasien terkonfirmasi varian Omicron. dr. Susila menjelaskan sampai dengan saat ini belum ada obat atau antivirus baru rekomendasi dari kementerian.

“Untuk pengobatan Omicron, kita bukan gunakan obat anti virus, tetapi gunakan vitamin, istirahat dan isolasi bila pasien tersebut masuk gejala ringan. Sedangkan berat baru menggunakan antivirus,” tandasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/