alexametrics
28.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Saat Ekonomi Sulit, Karangasem Target Uji Kir Naik Dua Kali Lipat

AMLAPURA – Sepanjang tahun 2021 lalu, Pemkab Karangasem membukukan pendapatan dari retribusi Uji Kir atau pengujian kendaraan sebesar Rp569 juta lebih. Realisasi tersebut melampaui dari target yang dipasang yakni Rp 459 juta. 

 

Bahkan, untuk tahun 2022 ini, Dinas Perhubungan Karangasem menargetkan pendapatan dari Uji Kir naik dua kali lipat. Yakni sebesar Rp 942 juta lebih. Meski diketahui saat ini ekonomi masyarakat masih sulit.

 

“Kami optimistis bisa tercapai. Karena besaran tarif retribusi uji kendaraan berubah, mengacu Perda Nomor 2 Tahun 2021,” ujar Kepala Tata Usaha UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Karangasem, Komang Ariasa belum lama ini.

 

Ariasa menambahkan, sepanjang tahun 2021 lalu, sebanyak 925 kendaraan yang numpang uji di Karangasem berasal dari luar daerah seperti Klungkung.

Baca Juga:  Cerita Nyoman Sudi, Nelayan yang Dikabarkan Hilang di Karangasem

 

“Pendapatan masuk ke Karangasem. Meskipun kendaraan dari daerah lain karena sistemnya numpang uji,” imbuhnya.

 

Bahkan sebelumnya kendaraan dari Bangli juga numpang uji masuk. Ariasa menjelaskan, kabupaten tetangga menutup sementara layanan uji kir, lantaran belum menerapkan sistem pengujian secara elektronik.

 

Sedangkan Dinas Perhubungan Karangasem sudah menerapkan pengujian kendaraan bermotor atau uji Kir secara elektronik menggunakan smart card per November 2020 lalu dan efektif awal 2021 lalu.

Dishub Karangasem memasang dana sebesar Rp175 juta di APBD 2020 lalu untuk bisa menerapkan sistem tersebut.


AMLAPURA – Sepanjang tahun 2021 lalu, Pemkab Karangasem membukukan pendapatan dari retribusi Uji Kir atau pengujian kendaraan sebesar Rp569 juta lebih. Realisasi tersebut melampaui dari target yang dipasang yakni Rp 459 juta. 

 

Bahkan, untuk tahun 2022 ini, Dinas Perhubungan Karangasem menargetkan pendapatan dari Uji Kir naik dua kali lipat. Yakni sebesar Rp 942 juta lebih. Meski diketahui saat ini ekonomi masyarakat masih sulit.

 

“Kami optimistis bisa tercapai. Karena besaran tarif retribusi uji kendaraan berubah, mengacu Perda Nomor 2 Tahun 2021,” ujar Kepala Tata Usaha UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Karangasem, Komang Ariasa belum lama ini.

 

Ariasa menambahkan, sepanjang tahun 2021 lalu, sebanyak 925 kendaraan yang numpang uji di Karangasem berasal dari luar daerah seperti Klungkung.

Baca Juga:  35 Ha Lahan Tidur Dibiarkan Nganggur, Ini Rencana Perbekel Sidan

 

“Pendapatan masuk ke Karangasem. Meskipun kendaraan dari daerah lain karena sistemnya numpang uji,” imbuhnya.

 

Bahkan sebelumnya kendaraan dari Bangli juga numpang uji masuk. Ariasa menjelaskan, kabupaten tetangga menutup sementara layanan uji kir, lantaran belum menerapkan sistem pengujian secara elektronik.

 

Sedangkan Dinas Perhubungan Karangasem sudah menerapkan pengujian kendaraan bermotor atau uji Kir secara elektronik menggunakan smart card per November 2020 lalu dan efektif awal 2021 lalu.

Dishub Karangasem memasang dana sebesar Rp175 juta di APBD 2020 lalu untuk bisa menerapkan sistem tersebut.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/