alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Sekdes Belega Sempat Mediasi Masalah Lahan sebelum Gantung Diri

Sebagai sekretaris desa, I Ketut Candra Suratana cukup aktif menjalankan tugasnya. Salah satunya, sehari sebelum ditemukan gantung diri, dia masih ikut memediasi masalah tanah di desa.

IB INDRA PRASETIA, Gianyar

 

PERBEKEL Belega, Ketut Trisna Jaya, memiliki banyak kenangan atas mendiang Sekretaris Desa (Sekdes) Belega, I Ketut Candra Suratana, 56, yang meninggal dunia karena gantung diri di Kantor Desa Belega pada Sabtu (15/1) pukul 11.00 Wita.

 

Apalagi, Ketut Candra Suratana telah mendampingi Ketut Trisna Jaya selama menjadi perbekel dalam tiga tahun terakhir. Tidak itu saja, Ketut Trisna Jaya yang mantan kepala dusun selama 11 tahun juga sudah cukup akrab dengan sekdes.

Baca Juga:  Buntu Kecanduan Berjudi, Curi Motor Tetangga Sendiri, Pemuda Dibui

 

 “Yang saya kenal, tidak ada masalah,” ujar Ketut Trisna Jaya, Sabtu (15/1).

 

Dia sendiri tidak pernah menekan staf. Termasuk sekdes. Semua mengalir biasa saja. Bahkan, sekdes yang kurang dalam penguasaan teknologi informasi, masih bisa saling mengisi.

 

Kalau pun ada masalah, Ketut Trisna mengakui, Sekdes Ketut Candra Suratana sempat menceritakan masalah penyakit jantungnya. “Cerita soal check up jantung saja. Biasa itu setiap tiga bulan sekali,” ujarnya.

 

Sebelum ditemukan gantung diri, Sabtu (15/1) pagi sebetulnya ada acara webinar dengan PKK di desa. Namun, Sekdes Candra tidak hadir. Setelah webinar selesai, seorang staf yang naik ke lantai 2 menemukan Sekdes Belega Ketut Candra Suratana tewas tergantung.

Baca Juga:  Begini Kondisi Terakhir Perairan Bali Utara TKP KRI Nanggala Hilang

 

Pertemuan terakhir perbekel dengan Sekdes adalah di kantor desa. “Hari Jumat sore, saya sama beliau memediasi masalah tanah di desa. Beliau (korban, red) hadir memberikan arahan soal permasalahan yang dihadapi,” ujarnya.

 

Kapolsek Blahbatuh, Kompol Suharto Giri menjelaskan, dari pihak Puskesmas yang hadir juga melakukan identifikasi dan memastikan Candra Suratana telah meninggal dunia. Tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.

 

“Menurut keterangan dari keluarga bahwa korban memang memiliki penyakit jantung dan sering kontrol ke rumah sakit Sanjiwani dan tidak ada memiliki masalah di lingkungan rumah,” ujarnya.

Sebagai sekretaris desa, I Ketut Candra Suratana cukup aktif menjalankan tugasnya. Salah satunya, sehari sebelum ditemukan gantung diri, dia masih ikut memediasi masalah tanah di desa.

IB INDRA PRASETIA, Gianyar

 

PERBEKEL Belega, Ketut Trisna Jaya, memiliki banyak kenangan atas mendiang Sekretaris Desa (Sekdes) Belega, I Ketut Candra Suratana, 56, yang meninggal dunia karena gantung diri di Kantor Desa Belega pada Sabtu (15/1) pukul 11.00 Wita.

 

Apalagi, Ketut Candra Suratana telah mendampingi Ketut Trisna Jaya selama menjadi perbekel dalam tiga tahun terakhir. Tidak itu saja, Ketut Trisna Jaya yang mantan kepala dusun selama 11 tahun juga sudah cukup akrab dengan sekdes.

Baca Juga:  Covid-19 Kian Mengkhawatirkan, Bupati Artha Sentil Disiplin Masyarakat

 

 “Yang saya kenal, tidak ada masalah,” ujar Ketut Trisna Jaya, Sabtu (15/1).

 

Dia sendiri tidak pernah menekan staf. Termasuk sekdes. Semua mengalir biasa saja. Bahkan, sekdes yang kurang dalam penguasaan teknologi informasi, masih bisa saling mengisi.

 

Kalau pun ada masalah, Ketut Trisna mengakui, Sekdes Ketut Candra Suratana sempat menceritakan masalah penyakit jantungnya. “Cerita soal check up jantung saja. Biasa itu setiap tiga bulan sekali,” ujarnya.

 

Sebelum ditemukan gantung diri, Sabtu (15/1) pagi sebetulnya ada acara webinar dengan PKK di desa. Namun, Sekdes Candra tidak hadir. Setelah webinar selesai, seorang staf yang naik ke lantai 2 menemukan Sekdes Belega Ketut Candra Suratana tewas tergantung.

Baca Juga:  [Kabar Gembira] Tiba di Kampung Halaman, 36 PMI Negatif Covid-19

 

Pertemuan terakhir perbekel dengan Sekdes adalah di kantor desa. “Hari Jumat sore, saya sama beliau memediasi masalah tanah di desa. Beliau (korban, red) hadir memberikan arahan soal permasalahan yang dihadapi,” ujarnya.

 

Kapolsek Blahbatuh, Kompol Suharto Giri menjelaskan, dari pihak Puskesmas yang hadir juga melakukan identifikasi dan memastikan Candra Suratana telah meninggal dunia. Tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.

 

“Menurut keterangan dari keluarga bahwa korban memang memiliki penyakit jantung dan sering kontrol ke rumah sakit Sanjiwani dan tidak ada memiliki masalah di lingkungan rumah,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/