alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Patung Bung Karno Tak Tuntas, Bupati Agus Minta Disperkimta Hati-Hati

SINGARAJA – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana meminta Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimta) Buleleng

berhati-hati dalam menangani permasalahan molornya pembangunan RTH Bung Karno tahap III. Sehingga tak muncul masalah hukum di kemudian hari.

Hal itu diungkapkan Agus, saat ditemui disela-sela kunjungan Komisi VII DPR RI ke PLTU Celukan Bawang kemarin.

Bupati Agus menyatakan dirinya telah menginstruksikan Kepala Dinas Perkimta Buleleng melakukan penghitungan secara cermat.

Bukan hanya itu, Dinas Perkimta juga diharapkan meminta pendampingan dari Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Buleleng, sehingga dapat terhindar dari masalah-masalah yang bersifat administratif.

Menurut Bupati Agus, saat ini masih terjadi perdebatan mengenai progress pekerjaan yang diakui oleh pemerintah.

Perhitungan pekerjaan berada pada kisaran 70-74 persen. Perhitungan ini dianggap penting, karena berkaitan dengan pembayaran sisa pekerjaan yang harus dilakukan pemerintah.

“Setelah putus kontrak masih ada perdebatan soal progress pekerjaan. Masih ada di angka 70-74 persen. Ini masih dihitung dengan cermat.

Sementara yang sudah kita bayar itu untuk pekerjaan senilai 49 persen dan uang muka. Itu sekitar RP 3,2 miliar,” kata Agus.

Mantan Ketua Komisi III DPRD Bali itu menegaskan pemerintah akan menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan angka-angka serta keuangan terlebih dulu.

Selain itu jaminan proyek juga harus segera dicairkan, sehingga tak timbul kerugian negara lebih lanjut.

“Intinya cek keuangan dulu. Saya nggak mau akibat keteledoran pemborong, kadisnya yang bermasalah. Sama seperti soal jembatan di Lemukih dulu,

kadis saya yang kena masalah. Saya minta bereskan dulu angkanya, baru pikir selesaikan RTH Bung Karno,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengerjaan RTH Bung Karno tahap III kini mandeg. Patung yang semestinya telah berdiri dan menjadi ikon baru kota, ternyata tak selesai dikerjakan. Alih-alih terpasang pada pedestal yang disiapkan, ternyata baru bagian kaki dan kepala saja yang tuntas. 



SINGARAJA – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana meminta Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimta) Buleleng

berhati-hati dalam menangani permasalahan molornya pembangunan RTH Bung Karno tahap III. Sehingga tak muncul masalah hukum di kemudian hari.

Hal itu diungkapkan Agus, saat ditemui disela-sela kunjungan Komisi VII DPR RI ke PLTU Celukan Bawang kemarin.

Bupati Agus menyatakan dirinya telah menginstruksikan Kepala Dinas Perkimta Buleleng melakukan penghitungan secara cermat.

Bukan hanya itu, Dinas Perkimta juga diharapkan meminta pendampingan dari Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Buleleng, sehingga dapat terhindar dari masalah-masalah yang bersifat administratif.

Menurut Bupati Agus, saat ini masih terjadi perdebatan mengenai progress pekerjaan yang diakui oleh pemerintah.

Perhitungan pekerjaan berada pada kisaran 70-74 persen. Perhitungan ini dianggap penting, karena berkaitan dengan pembayaran sisa pekerjaan yang harus dilakukan pemerintah.

“Setelah putus kontrak masih ada perdebatan soal progress pekerjaan. Masih ada di angka 70-74 persen. Ini masih dihitung dengan cermat.

Sementara yang sudah kita bayar itu untuk pekerjaan senilai 49 persen dan uang muka. Itu sekitar RP 3,2 miliar,” kata Agus.

Mantan Ketua Komisi III DPRD Bali itu menegaskan pemerintah akan menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan angka-angka serta keuangan terlebih dulu.

Selain itu jaminan proyek juga harus segera dicairkan, sehingga tak timbul kerugian negara lebih lanjut.

“Intinya cek keuangan dulu. Saya nggak mau akibat keteledoran pemborong, kadisnya yang bermasalah. Sama seperti soal jembatan di Lemukih dulu,

kadis saya yang kena masalah. Saya minta bereskan dulu angkanya, baru pikir selesaikan RTH Bung Karno,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengerjaan RTH Bung Karno tahap III kini mandeg. Patung yang semestinya telah berdiri dan menjadi ikon baru kota, ternyata tak selesai dikerjakan. Alih-alih terpasang pada pedestal yang disiapkan, ternyata baru bagian kaki dan kepala saja yang tuntas. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/