alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Fasilitas Karantina Diprotes, Pekerja Migran Buleleng Pindah ke Hotel

SINGARAJA – Para pekerja migran yang sempat menjalani karantina mandiri di gedung sekolah, akhirnya dipindahkan ke hotel pagi kemarin.

Pemindahan itu dilakukan, menyusul derasnya protes terhadap fasilitas yang disediakan pemerintah di gedung sekolah.

Khusus di Kecamatan Buleleng, karantina mandiri tadinya dipusatkan di SDN 1 Banjar Jawa dan SDN 3 Banjar Jawa.

Kedua sekolah itu dimanfaatkan untuk menampung para pekerja migran dari 17 kelurahan yang ada di Kecamatan Buleleng.

Selain 17 kelurahan itu, ada puluhan desa lain yang juga menggunakan gedung sekolah sebagai fasilitas karantina mandiri.

Pagi kemarin, 17 orang pekerja migran yang sempat menjalani karantina di SDN 1 Banjar Jawa dan SDN 3 Banjar Jawa dipindahkan ke Hotel Aneka Lovina.

Mereka dipindahkan setelah pihak pengelola menyatakan siap menampung para pekerja migran tersebut.

Selanjutnya mereka langsung dipindahkan menggunakan bus sekolah milik Dinas Perhubungan Buleleng, sekitar pukul 07.30 pagi kemarin.

Ketua PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa mengatakan, pihak pengelola sudah menyatakan kesediaannya.

Selain Hotel Aneka, ada beberapa hotel lain yang sudah menyatakan bersedia. Yakni Hotel Wijaya, Adirama, Sunari, Aneka, Billibo, serta Mandari Hotel.

“Kalau mau bicara profit, itu memang sulit. Tapi ini karena kemanusiaan. Pengelola paham dan sadar bahwa ekonomi kita ditopang pariwisata.

Jadi makin cepat ini dilalui, semakin cepat pariwisata pulih. Toh yang dapat manfaatnya kan kita juga,” kata Suardipa kemarin.

Menurut Suardipa tercatat ada 171 hotel dan villa di seluruh Buleleng. Perhimpunan melalui koordiantor wilayah di masing-masing kecamatan akan melakukan pendekatan pada pengelola.

Sehingga para pekerja migrant bisa menghuni penginapan selama masa karantina mandiri. “Dengan suasana tempat tidur yang layak, mereka bisa lebih tenang.

Kalau fasilitasnya tidak baik, justru imun tubuhnya berpotensi turun. Kalau fasilitasnya baik, tentu imun tubuhnya juga baik,” imbuhnya.



SINGARAJA – Para pekerja migran yang sempat menjalani karantina mandiri di gedung sekolah, akhirnya dipindahkan ke hotel pagi kemarin.

Pemindahan itu dilakukan, menyusul derasnya protes terhadap fasilitas yang disediakan pemerintah di gedung sekolah.

Khusus di Kecamatan Buleleng, karantina mandiri tadinya dipusatkan di SDN 1 Banjar Jawa dan SDN 3 Banjar Jawa.

Kedua sekolah itu dimanfaatkan untuk menampung para pekerja migran dari 17 kelurahan yang ada di Kecamatan Buleleng.

Selain 17 kelurahan itu, ada puluhan desa lain yang juga menggunakan gedung sekolah sebagai fasilitas karantina mandiri.

Pagi kemarin, 17 orang pekerja migran yang sempat menjalani karantina di SDN 1 Banjar Jawa dan SDN 3 Banjar Jawa dipindahkan ke Hotel Aneka Lovina.

Mereka dipindahkan setelah pihak pengelola menyatakan siap menampung para pekerja migran tersebut.

Selanjutnya mereka langsung dipindahkan menggunakan bus sekolah milik Dinas Perhubungan Buleleng, sekitar pukul 07.30 pagi kemarin.

Ketua PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa mengatakan, pihak pengelola sudah menyatakan kesediaannya.

Selain Hotel Aneka, ada beberapa hotel lain yang sudah menyatakan bersedia. Yakni Hotel Wijaya, Adirama, Sunari, Aneka, Billibo, serta Mandari Hotel.

“Kalau mau bicara profit, itu memang sulit. Tapi ini karena kemanusiaan. Pengelola paham dan sadar bahwa ekonomi kita ditopang pariwisata.

Jadi makin cepat ini dilalui, semakin cepat pariwisata pulih. Toh yang dapat manfaatnya kan kita juga,” kata Suardipa kemarin.

Menurut Suardipa tercatat ada 171 hotel dan villa di seluruh Buleleng. Perhimpunan melalui koordiantor wilayah di masing-masing kecamatan akan melakukan pendekatan pada pengelola.

Sehingga para pekerja migrant bisa menghuni penginapan selama masa karantina mandiri. “Dengan suasana tempat tidur yang layak, mereka bisa lebih tenang.

Kalau fasilitasnya tidak baik, justru imun tubuhnya berpotensi turun. Kalau fasilitasnya baik, tentu imun tubuhnya juga baik,” imbuhnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/