alexametrics
27.9 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Tak Ada Makan Prasmanan, Berikut Protokol Kesehatan saat di Karantina

SINGARAJA – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, akan diterapkan protokol kesehatan di fasilitas karantina di Buleleng.

Nantinya tidak ada fasilitas makan prasmanan yang diberikan. Mereka hanya diberikan fasilitas makan nasi kotak. Sementara untuk fasilitas seprai akan diganti tiga hari sekali.

Itu pun harus diganti oleh penghuni sendiri. Setelah itu akan dilakukan penyemprotan disinfektan, baru masuk dalam laundry.

“Kami tegaskan mereka ini tidak sakit. Tapi mereka harus waspada. Karena dalam 14 hari mereka karantina ini, kami khawatir ada persoalan.

Setelah 14 hari akan ada pengambilan sampel swab, kami test. Biar lebih akurat dari rapid test,” kata Agus Suradnyana.

Agus juga mengklaim telah menginstruksikan PHRI mendata jumlah kamar penginapan, hotel, dan villa yang ada di Buleleng. Apabila cukup, maka mereka akan ditempatkan di fasilitas penginapan.

Baca Juga:  Cegah Penularan, Satgas IDI Rekomendasikan Perubahan Alur Pasien

“Tapi kalau kamarnya kurang, tolong dipahami. Kami sedang upayakan. Sekarang baru dapat 178 kamar yang ready. Kalau bagaimana nanti Singaraja Hotel kami pakai biar fokus terima pekerja migran ini saja,” imbuhnya.

 

 



SINGARAJA – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, akan diterapkan protokol kesehatan di fasilitas karantina di Buleleng.

Nantinya tidak ada fasilitas makan prasmanan yang diberikan. Mereka hanya diberikan fasilitas makan nasi kotak. Sementara untuk fasilitas seprai akan diganti tiga hari sekali.

Itu pun harus diganti oleh penghuni sendiri. Setelah itu akan dilakukan penyemprotan disinfektan, baru masuk dalam laundry.

“Kami tegaskan mereka ini tidak sakit. Tapi mereka harus waspada. Karena dalam 14 hari mereka karantina ini, kami khawatir ada persoalan.

Setelah 14 hari akan ada pengambilan sampel swab, kami test. Biar lebih akurat dari rapid test,” kata Agus Suradnyana.

Agus juga mengklaim telah menginstruksikan PHRI mendata jumlah kamar penginapan, hotel, dan villa yang ada di Buleleng. Apabila cukup, maka mereka akan ditempatkan di fasilitas penginapan.

Baca Juga:  Pulang dari Turki, Tak Ikut Karantina, Pekerja Migran Pulang Kampung

“Tapi kalau kamarnya kurang, tolong dipahami. Kami sedang upayakan. Sekarang baru dapat 178 kamar yang ready. Kalau bagaimana nanti Singaraja Hotel kami pakai biar fokus terima pekerja migran ini saja,” imbuhnya.

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/