alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

PKM Di Denpasar, Pemkot Hanya Siapkan Anggaran Dana Rp 150 Miliar

DENPASAR – Meski memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM), ternyata Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar hanya menyiapkan dana sangat kecil untuk penanganan Covid-19.

 

Kecilnya anggaran penanganan Covid-19 di Kota Denpasar itu sebagaimana diungkap Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara.

 

Disebutkan, untuk penanganan Covid-19, pihak Pemkot hanya menganggarkan dana sebesar Rp 150 miliar.

 

Bahkan total anggaran yang diakui sudah refocusing itu tidak hanya bersumber dari APBD semata. Melainkan, anggaran juga bersumber dari APBN.

 

Rinciannya, Rp 100 miliar untuk kesehatan, pengadaan rapid test, APD, jaring pengaman social, dan sisanya sebesar Rp 50 miliar untuk pemulihan ekonomi

 

 

Sedangkan untik data masyarakat terdampak Covid-19 di Kota Denpasar, sesuai data terpadu kesejahteraan sosial  (DTKS) Dinas Sosial tercatat ada 10.372 orang, sektor informal seperti nelayan petani, pedagang dan lain-lain sebanyak 16.686, sektor formal 4.472 orang, kasus Covid-19 sebanyak 689, Pekerja Migran Indonesia (PMI) 1.501 dan BLT Dana Desa 4.792.   

 

“ (Data) sebanyak 10.372 itu sudah dikoordinasikan dengan Dinas sosial. Tapi kemarin dapat tambahan lagi menjadi 15.000 yang terdiri dari orang miskin, disabilitas, dan lansia  serta sesuai peruntukkan oleh pusat.”jelas Jaya Negara.

 

Selain itu, imbuhnya untuk dana dari APBD, Jaya Negara menjelaskan jika dana itu akan diperuntukkan bagi intervensi sektor informal masyarakat Denpasar yang kena dampak seperti tukang bangunan, tukang parkir,  nelayan, buruh, tukang suwun, sopir, atau karyawan swasta  dan pariwisata PHK sektor formal sebanyak 16. 686.

 

Sedangkan untuk sektor formal itu 4400 an , kena kasus covid 689 dan dari PMI 1501. Jumlahnya apbd kota Denpasar sementara untuk dua bulan.

 

“Untuk keamanan  Rp 24 milar dari APBD diluar intervensi sembako menunggu bantuan dari pusat  Rp 9 miliar ada Rp 33 miliar. Sedangkan 4792 senilai Rp 600 ribu kali tiga bulan itu dana desa baik provinsinya. Itu diluar dari dana desa adat,”imbuhnya.

 

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar  Made Mertajaya mengatakan anggaran bantuan langsung tunai (BLT), pihaknya menganggarkan sebesar 5.574.6000.000 untuk sektor formal dan Rp 21,8 miliar sector informal.

 

Sedangkan untuk sasaran pembagian sembako bagi masyarakat kurang mampu , lansia, terlantar, dan disabilitas, ODP, PDP dan lainnya.

 

Anggarannya Rp 250 ribu, sebesar Rp 2, 3 miliar.  

 

“Sampai saat ini sembako sudah cair dan masih proses administrasi, tapi kalau BLT pemberiannya hanya baru simbolis saja karena proses administrasi pembukaan rekening. Dari sektor formal ada tahap I, 3523, tahap II, 5768 dan jumlah 9.291 orang, sedangkan sektor informal sejumlah 18.189 orang,”tambahnya.

 

Disamping itu, kata Made Mertajaya, jumlah pendapatan ditambah bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp 2.215.091.684.720, 62 dan total belanja Rp 2.430.171.684.720,62.

 

“Jadi anggaran penanganan Covid-19 di bawah 10 persen dari jumlah pendapatan atau belanja,”tukasnya.



DENPASAR – Meski memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM), ternyata Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar hanya menyiapkan dana sangat kecil untuk penanganan Covid-19.

 

Kecilnya anggaran penanganan Covid-19 di Kota Denpasar itu sebagaimana diungkap Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara.

 

Disebutkan, untuk penanganan Covid-19, pihak Pemkot hanya menganggarkan dana sebesar Rp 150 miliar.

 

Bahkan total anggaran yang diakui sudah refocusing itu tidak hanya bersumber dari APBD semata. Melainkan, anggaran juga bersumber dari APBN.

 

Rinciannya, Rp 100 miliar untuk kesehatan, pengadaan rapid test, APD, jaring pengaman social, dan sisanya sebesar Rp 50 miliar untuk pemulihan ekonomi

 

 

Sedangkan untik data masyarakat terdampak Covid-19 di Kota Denpasar, sesuai data terpadu kesejahteraan sosial  (DTKS) Dinas Sosial tercatat ada 10.372 orang, sektor informal seperti nelayan petani, pedagang dan lain-lain sebanyak 16.686, sektor formal 4.472 orang, kasus Covid-19 sebanyak 689, Pekerja Migran Indonesia (PMI) 1.501 dan BLT Dana Desa 4.792.   

 

“ (Data) sebanyak 10.372 itu sudah dikoordinasikan dengan Dinas sosial. Tapi kemarin dapat tambahan lagi menjadi 15.000 yang terdiri dari orang miskin, disabilitas, dan lansia  serta sesuai peruntukkan oleh pusat.”jelas Jaya Negara.

 

Selain itu, imbuhnya untuk dana dari APBD, Jaya Negara menjelaskan jika dana itu akan diperuntukkan bagi intervensi sektor informal masyarakat Denpasar yang kena dampak seperti tukang bangunan, tukang parkir,  nelayan, buruh, tukang suwun, sopir, atau karyawan swasta  dan pariwisata PHK sektor formal sebanyak 16. 686.

 

Sedangkan untuk sektor formal itu 4400 an , kena kasus covid 689 dan dari PMI 1501. Jumlahnya apbd kota Denpasar sementara untuk dua bulan.

 

“Untuk keamanan  Rp 24 milar dari APBD diluar intervensi sembako menunggu bantuan dari pusat  Rp 9 miliar ada Rp 33 miliar. Sedangkan 4792 senilai Rp 600 ribu kali tiga bulan itu dana desa baik provinsinya. Itu diluar dari dana desa adat,”imbuhnya.

 

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar  Made Mertajaya mengatakan anggaran bantuan langsung tunai (BLT), pihaknya menganggarkan sebesar 5.574.6000.000 untuk sektor formal dan Rp 21,8 miliar sector informal.

 

Sedangkan untuk sasaran pembagian sembako bagi masyarakat kurang mampu , lansia, terlantar, dan disabilitas, ODP, PDP dan lainnya.

 

Anggarannya Rp 250 ribu, sebesar Rp 2, 3 miliar.  

 

“Sampai saat ini sembako sudah cair dan masih proses administrasi, tapi kalau BLT pemberiannya hanya baru simbolis saja karena proses administrasi pembukaan rekening. Dari sektor formal ada tahap I, 3523, tahap II, 5768 dan jumlah 9.291 orang, sedangkan sektor informal sejumlah 18.189 orang,”tambahnya.

 

Disamping itu, kata Made Mertajaya, jumlah pendapatan ditambah bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp 2.215.091.684.720, 62 dan total belanja Rp 2.430.171.684.720,62.

 

“Jadi anggaran penanganan Covid-19 di bawah 10 persen dari jumlah pendapatan atau belanja,”tukasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/