alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Aktivitas Pengerukan Bukit Marak di Klungkung, Jalan Compang-camping

SEMARAPURA – Aktivitas pengerukan bukit mulai marak terjadi di Kabupaten Klungkung. Kondisi itu pun membuat masyarakat resah. Sebab aktivitas pengangkutan tanah hasil pengerukan bukit dengan truk-truk besar membuat jalan yang dilintasi compang-camping.

 

Atas kondisi itu, Satpol PP Kabupaten Klungkung akhirnya melakukan sidak ke salah satu tempat pengerukan bukit di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Selasa (15/6). Saat menuju lokasi pengerukan bukit, tampak jalan menuju lokasi penuh dengan tanah dan lumpur. Tidak hanya itu, aspalnya pun tampak berlubang.

 

Setibanya di lokasi, personel Satpol PP Klungkung menemukan bukit dengan kondisi telah dikeruk. Sejumlah warga dengan dua alat berat tampak di lokasi pengerukan. Namun pada saat itu dua alat berat tersebut tidak dalam kondisi dioperasikan.

Baca Juga:  Usai Klaster Undiksha, Tahanan Titipan Jaksa di Polres Positif Covid

 

- Advertisement -

Menurut Kabid Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Klungkung, I Nyoman Kariasa yang ditemui di sela-sela sidak mengungkapkan pihaknya hanya menemukan mekanik alat berat di lokasi pengerukan.

 

Berdasarkan keterangan mekanik, menurutnya kegiatan pengerukan berhenti sementara lantaran ada masalah dengan alat berat yang digunakan sejak Senin (14/6).

 

“Pekerja dan pemilik lahan tidak kami temukan. Hanya mekanik alat berat saja yang ada di lokasi lantaran sedang memperbaiki alat berat yang rusak,” ujarnya.

 

Oleh karena itu, Kariasa belum bisa memastikan apakah kegiatan pengerukan bukit itu telah mengantongi izin atau belum. Sehingga pihaknya meminta kepada teknisi mesin untuk tidak melakukan aktivitas pengerukan sebelum kejelasan izin pengerukan didapatkan.

Baca Juga:  Kasus Penggelapan di LPD Dawan Widang Klod Digeser ke Pidana Korupsi

 

Menurutnya meski lahan itu milik pribadi, aktivitas pengerukan bukit tetap harus mendapatkan izin. Dan sampai saat ini pihaknya belum menerima surat tembusan terkait izin pengerukan bukit di tempat itu.

 

“Kami minta kepada mekanik alat beratnya untuk tidak melanjutkan perbaikan alat berat. Bila membandel dan melanjutkan pengerukan, kami sudah sampaikan alat beratnya akan kami rantai,” terangnya.

 

Sementara itu, Camat Dawan, I Dewa Gede Widiantara dikonfirmasi terpisah mengaku telah mendapat informasi mengenai aktivitas pengerukan bukit di wilayah Kecamatan Dawan itu. Dan pihaknya mengaku sempat mendatangi lokasi dan melakukan pembinaan. Hanya saja untuk penindakan, bukan ranahnya.

- Advertisement -

SEMARAPURA – Aktivitas pengerukan bukit mulai marak terjadi di Kabupaten Klungkung. Kondisi itu pun membuat masyarakat resah. Sebab aktivitas pengangkutan tanah hasil pengerukan bukit dengan truk-truk besar membuat jalan yang dilintasi compang-camping.

 

Atas kondisi itu, Satpol PP Kabupaten Klungkung akhirnya melakukan sidak ke salah satu tempat pengerukan bukit di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Selasa (15/6). Saat menuju lokasi pengerukan bukit, tampak jalan menuju lokasi penuh dengan tanah dan lumpur. Tidak hanya itu, aspalnya pun tampak berlubang.

 

Setibanya di lokasi, personel Satpol PP Klungkung menemukan bukit dengan kondisi telah dikeruk. Sejumlah warga dengan dua alat berat tampak di lokasi pengerukan. Namun pada saat itu dua alat berat tersebut tidak dalam kondisi dioperasikan.

Baca Juga:  PLTMH Panji Muara Raya, 6 Tahun Terangi Bali dengan Listrik EBT

 

Menurut Kabid Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Klungkung, I Nyoman Kariasa yang ditemui di sela-sela sidak mengungkapkan pihaknya hanya menemukan mekanik alat berat di lokasi pengerukan.

 

Berdasarkan keterangan mekanik, menurutnya kegiatan pengerukan berhenti sementara lantaran ada masalah dengan alat berat yang digunakan sejak Senin (14/6).

 

“Pekerja dan pemilik lahan tidak kami temukan. Hanya mekanik alat berat saja yang ada di lokasi lantaran sedang memperbaiki alat berat yang rusak,” ujarnya.

 

Oleh karena itu, Kariasa belum bisa memastikan apakah kegiatan pengerukan bukit itu telah mengantongi izin atau belum. Sehingga pihaknya meminta kepada teknisi mesin untuk tidak melakukan aktivitas pengerukan sebelum kejelasan izin pengerukan didapatkan.

Baca Juga:  Sosialisasi Jelang Pasar Galiran Ditutup, Ini Rencana Bupati Suwirta

 

Menurutnya meski lahan itu milik pribadi, aktivitas pengerukan bukit tetap harus mendapatkan izin. Dan sampai saat ini pihaknya belum menerima surat tembusan terkait izin pengerukan bukit di tempat itu.

 

“Kami minta kepada mekanik alat beratnya untuk tidak melanjutkan perbaikan alat berat. Bila membandel dan melanjutkan pengerukan, kami sudah sampaikan alat beratnya akan kami rantai,” terangnya.

 

Sementara itu, Camat Dawan, I Dewa Gede Widiantara dikonfirmasi terpisah mengaku telah mendapat informasi mengenai aktivitas pengerukan bukit di wilayah Kecamatan Dawan itu. Dan pihaknya mengaku sempat mendatangi lokasi dan melakukan pembinaan. Hanya saja untuk penindakan, bukan ranahnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/