alexametrics
29.8 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Sekda Tabanan Ingatkan Ada Sanksi Bagi Warga yang Menolak Vaksinasi

TABANAN – Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan, I Gede Susila yang juga Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Tabanan meminta jangan sekali-kali masyarakat menolak vaksin. Apalagi dengan berbagai alasan.

Dia pun menyebut, soal vaksinasi dan sanksi-nya sudah tercatum dalam Perpres Nomor 14 tahun 2021 tentang Pengadaaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Covid-19 di Indonesia. 

“Vaksin sudah diberikan gratis oleh pemerintah, jangan ditolak, karena sudah ada aturan bahkan sanksinya,” jelas Gede Susila, Selasa (15/6).

 

Susila menyebut dalam Perpres Nomor 14 tahun 2021 pada Pasal 13A ayat (4) disebutkan bahwa, bagi masyarakat yang sudah memenuhi persyaratan untuk vaksinasi dan menolak untuk divaksinasi akan menerima sanksi.

 

Dia menyebutkan, sanksi itu berupa penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial (bansos). Kemudian juga diberlakukan penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintahan serta denda.

Baca Juga:  Sah!Pasemetonan Puri Buleleng Tak Akui Gelar Sri Paduka Raja Fadli Zon
- Advertisement -

 

“Jadi untuk di Tabanan kita sudah sosialisasikan (perpres) itu kepada seluruh perbekel. Semua perbekel juga sudah sosialisasikan kepada masyarakat agar mengikuti vaksinasi karena ada sanksi administratif dan denda untuk yang tidak mau vaksinasi (menolak),” ungkapnya sembari menyebutkan untuk dendanya belum diatur, denda diatur pemerintah daerah.  

 

Sehingga, kata dia, masyarakat diharapkan ikut menyukseskan program percepatan vaksinasi ini agar Tabanan segera mencapai herd immunity. Selain itu, para Perbekel di seluruh desa juga sudah melakukan langkah sosialisasi agar seluruh masyarakat memahami proses vaksinasi ini dan kekebalan kelompok ini segera tercapai.

 

Sejauh ini masyarakat sangat antusias untuk mengikuti vaksinasi. Kemudian untuk untuk mendorong percepatan proses vaksinasi, masyarakat diminta menyampaikan secara jujur soal penyakitnya.

Baca Juga:  Tekan Penularan Covid-19, Tabanan Rencana Swab Massal Bagi ASN

 

“Jujur dalam artian biarkan petugas medis yang menentukan apakah seorang warga boleh atau tidak menerima vaksinasi dan jangan memvonis diri sendiri,” ujarnya.

 

Terlebih lagi saat ini Badan Rumah Sakit Umum Daerah (BRSU) Tabanan sudah siap melayani vaksinasi bagi masyarakat. Masyarakat yang dimaksud adalah warga Tabanan atau dari luar Tabanan juga.

 

“Jadi masyarakat sudah bisa melaksanakan vaksinasi secara umum di rumah sakit Tabanan. Itu tidak untuk masyarakat Tabanan saja, melainkan warga luar Tabanan juga bisa,” ungkapnya.

- Advertisement -

TABANAN – Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan, I Gede Susila yang juga Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Tabanan meminta jangan sekali-kali masyarakat menolak vaksin. Apalagi dengan berbagai alasan.

Dia pun menyebut, soal vaksinasi dan sanksi-nya sudah tercatum dalam Perpres Nomor 14 tahun 2021 tentang Pengadaaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Covid-19 di Indonesia. 

“Vaksin sudah diberikan gratis oleh pemerintah, jangan ditolak, karena sudah ada aturan bahkan sanksinya,” jelas Gede Susila, Selasa (15/6).

 

Susila menyebut dalam Perpres Nomor 14 tahun 2021 pada Pasal 13A ayat (4) disebutkan bahwa, bagi masyarakat yang sudah memenuhi persyaratan untuk vaksinasi dan menolak untuk divaksinasi akan menerima sanksi.

 

Dia menyebutkan, sanksi itu berupa penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial (bansos). Kemudian juga diberlakukan penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintahan serta denda.

Baca Juga:  NGAWUR! Curi Kayu di Hutan Bali Barat, Warga Banyuwangi Diciduk Polisi

 

“Jadi untuk di Tabanan kita sudah sosialisasikan (perpres) itu kepada seluruh perbekel. Semua perbekel juga sudah sosialisasikan kepada masyarakat agar mengikuti vaksinasi karena ada sanksi administratif dan denda untuk yang tidak mau vaksinasi (menolak),” ungkapnya sembari menyebutkan untuk dendanya belum diatur, denda diatur pemerintah daerah.  

 

Sehingga, kata dia, masyarakat diharapkan ikut menyukseskan program percepatan vaksinasi ini agar Tabanan segera mencapai herd immunity. Selain itu, para Perbekel di seluruh desa juga sudah melakukan langkah sosialisasi agar seluruh masyarakat memahami proses vaksinasi ini dan kekebalan kelompok ini segera tercapai.

 

Sejauh ini masyarakat sangat antusias untuk mengikuti vaksinasi. Kemudian untuk untuk mendorong percepatan proses vaksinasi, masyarakat diminta menyampaikan secara jujur soal penyakitnya.

Baca Juga:  Ngacir saat Razia Masker, Respons Oknum DPRD Gianyar Mengejutkan

 

“Jujur dalam artian biarkan petugas medis yang menentukan apakah seorang warga boleh atau tidak menerima vaksinasi dan jangan memvonis diri sendiri,” ujarnya.

 

Terlebih lagi saat ini Badan Rumah Sakit Umum Daerah (BRSU) Tabanan sudah siap melayani vaksinasi bagi masyarakat. Masyarakat yang dimaksud adalah warga Tabanan atau dari luar Tabanan juga.

 

“Jadi masyarakat sudah bisa melaksanakan vaksinasi secara umum di rumah sakit Tabanan. Itu tidak untuk masyarakat Tabanan saja, melainkan warga luar Tabanan juga bisa,” ungkapnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/