alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Dihempas Angin Kencang, KMP Trisna Dwitya Nyangkut di Selat Bali

GILIMANUK – Cuaca buruk di perairan Selat Bali lagi-lagi mendatangkan petaka bagi kapal motor penumpang yang melayani rute Ketapang – Gilimanuk.

Dilaporkan, KMP Trisna Dwitya, Sabtu (14/7) malam lalu ketiban sial. Saat akan menuju pelabuhan Landing Craft Macine (LCM) Gilimanuk, kapal tersebut dihempas angin kencang dan diseret arus lalu kandas.

Kapal milik perusahaan pelayaran PT. Lintas Sarana Nusantara itu berlayar dari pelabuhan LCM Ketapang, Banyuwangi

sekitar pukul 18.30 dengan mengangkut 28 orang penumpang, 13 orang anak buah kapal (ABK), 8 unit truk tronton, dan 6 unit truk besar.

Selama berlayar menuju pelabuhan Gilimanuk, KMP Trisna Dwitya masih bisa melawan angin kencang.

Namun, saat sampai di lampu merah atau lampu navigasi, sekitar 300 meter dari  dermaga LCM pelabuhan Gilimanuk, KMP yang dinakhodai Achmad Cholil itu tidak mampu melawan hempasan angin dan arus deras ke arah utara.

Baca Juga:  Gelombang Tinggi di Selat Bali, Truk di KMP Liputan XII Terguling

Akhirnya KMP yang sebelumnya merupakan kapal landing craft tank (LCT)  hanyut dan kandas di perairan dangkal utara lampu merah sekitar pukul 20.30.

Nakhoda dan ABK sempat berusaha melakukan upaya agar kapal bisa olah gerak keluar dari perairan dangkal.

Namun, usaha itu tidak membuahkan hasil dan penumpang mulai gelisah. Karena air surut, maka KMP Trisna Dwitya tetap duduk di perairan dangkal, hingga Minggu (15/7) pagi kemarin.

Menjelang siang saat air mulai pasang, KMP buatan tahun 1975 itu berusaha ditarik oleh KMP Edha yang masih satu perusahaan.

Penarikan yang dilakukan sekitar pukul 10.00 itu tidak membuahkan hasil. KMP Trisna Dwitya masih tetap duduk di perairan dangkal sebelah utara lampu merah.

Baca Juga:  Berharap Debit Air Naik, Hutan Desa Panji Ditanami Pohon Aren

Diduga penarikan tersebut gagal karena muatan kendaraan barang yang berat masih di atas kapal sehingga kapal tetap tertahan.

Baru setelah air pasang maksimal, KMP Trisna Dwitya berhasil melakukan olah gerak dan dengan ditarik KMP Edha, berhasil lepas dari kandas sekitar pukul 14.10.

Setelah lepas dari kandas, KMP Trisna Dwitya kemudian sandar di dermaga LCM Gilimanuk untuk menurunkan kendaraan yang dimuat.

Setelah itu, Syahbandar kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kapal. 



GILIMANUK – Cuaca buruk di perairan Selat Bali lagi-lagi mendatangkan petaka bagi kapal motor penumpang yang melayani rute Ketapang – Gilimanuk.

Dilaporkan, KMP Trisna Dwitya, Sabtu (14/7) malam lalu ketiban sial. Saat akan menuju pelabuhan Landing Craft Macine (LCM) Gilimanuk, kapal tersebut dihempas angin kencang dan diseret arus lalu kandas.

Kapal milik perusahaan pelayaran PT. Lintas Sarana Nusantara itu berlayar dari pelabuhan LCM Ketapang, Banyuwangi

sekitar pukul 18.30 dengan mengangkut 28 orang penumpang, 13 orang anak buah kapal (ABK), 8 unit truk tronton, dan 6 unit truk besar.

Selama berlayar menuju pelabuhan Gilimanuk, KMP Trisna Dwitya masih bisa melawan angin kencang.

Namun, saat sampai di lampu merah atau lampu navigasi, sekitar 300 meter dari  dermaga LCM pelabuhan Gilimanuk, KMP yang dinakhodai Achmad Cholil itu tidak mampu melawan hempasan angin dan arus deras ke arah utara.

Baca Juga:  Tekan Praktik Suap, PN Singaraja Segera Berlakukan Sidang Online

Akhirnya KMP yang sebelumnya merupakan kapal landing craft tank (LCT)  hanyut dan kandas di perairan dangkal utara lampu merah sekitar pukul 20.30.

Nakhoda dan ABK sempat berusaha melakukan upaya agar kapal bisa olah gerak keluar dari perairan dangkal.

Namun, usaha itu tidak membuahkan hasil dan penumpang mulai gelisah. Karena air surut, maka KMP Trisna Dwitya tetap duduk di perairan dangkal, hingga Minggu (15/7) pagi kemarin.

Menjelang siang saat air mulai pasang, KMP buatan tahun 1975 itu berusaha ditarik oleh KMP Edha yang masih satu perusahaan.

Penarikan yang dilakukan sekitar pukul 10.00 itu tidak membuahkan hasil. KMP Trisna Dwitya masih tetap duduk di perairan dangkal sebelah utara lampu merah.

Baca Juga:  Sah, Bidan PTT Buleleng Akhirnya Terima SK CPNS

Diduga penarikan tersebut gagal karena muatan kendaraan barang yang berat masih di atas kapal sehingga kapal tetap tertahan.

Baru setelah air pasang maksimal, KMP Trisna Dwitya berhasil melakukan olah gerak dan dengan ditarik KMP Edha, berhasil lepas dari kandas sekitar pukul 14.10.

Setelah lepas dari kandas, KMP Trisna Dwitya kemudian sandar di dermaga LCM Gilimanuk untuk menurunkan kendaraan yang dimuat.

Setelah itu, Syahbandar kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kapal. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/