alexametrics
25.3 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Dinas PKP Pastikan Ikan Nila Mati Terpapar Belerang Tak Bisa Dimakan

BANGLI – Fenomena tahunan kembali terulang di areal tambak ikan nila di Danau Batur, Kintamani. Ribuan ikan nila mabuk dan mati mengambang.

Menurut Dinas PKP Bangli, kematian ribuan ikan nila itu karena dasar danau lagi menyemburkan belerang.

Menurut Sekretaris Dinas PKP Bangli I Wayan Sarma, ikan tersebut sudah tidak bisa dikonsumsi apalagi dijual.

Jalan satu-satunya, ikan tersebut diolah untuk dijadikan pupuk.  Kata Sarma, fenomena ini terjadi tiap tahun.

“Fenomena ini tahunan. Saat ini masuk musim dingin. Seperti tahun lalu bangkai ikan diolah jadi pupuk melalui proses fermentasi,” ujarnya.

Mengenai antisipasi supaya ikan lainnya tidak ikut mabuk belerang, Dinas PKP mengeluarkan surat edaran yang disebarkan melalui desa.

Baca Juga:  Kasus Joged Jaruh Ditarik ke Polda, Penari dkk Dikenakan Wajib Lapor

Terlebih, semburan belerang ini diperkirakan akan terjadi hingga September mendatang. “Kejadian sekitaran bulan Juli hingga September.

Dalam kurun waktu tersebut masyarat diimbau untuk menunda penebaran benih. Selain itu massa panen bisa diajukan jadwalnya,” pintanya.



BANGLI – Fenomena tahunan kembali terulang di areal tambak ikan nila di Danau Batur, Kintamani. Ribuan ikan nila mabuk dan mati mengambang.

Menurut Dinas PKP Bangli, kematian ribuan ikan nila itu karena dasar danau lagi menyemburkan belerang.

Menurut Sekretaris Dinas PKP Bangli I Wayan Sarma, ikan tersebut sudah tidak bisa dikonsumsi apalagi dijual.

Jalan satu-satunya, ikan tersebut diolah untuk dijadikan pupuk.  Kata Sarma, fenomena ini terjadi tiap tahun.

“Fenomena ini tahunan. Saat ini masuk musim dingin. Seperti tahun lalu bangkai ikan diolah jadi pupuk melalui proses fermentasi,” ujarnya.

Mengenai antisipasi supaya ikan lainnya tidak ikut mabuk belerang, Dinas PKP mengeluarkan surat edaran yang disebarkan melalui desa.

Baca Juga:  Terkuakā€¦Pemkab Buleleng Utang Rp 1,7 M di Toko Serba Jaya, Bayar....

Terlebih, semburan belerang ini diperkirakan akan terjadi hingga September mendatang. “Kejadian sekitaran bulan Juli hingga September.

Dalam kurun waktu tersebut masyarat diimbau untuk menunda penebaran benih. Selain itu massa panen bisa diajukan jadwalnya,” pintanya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/