alexametrics
24.8 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Bali Jadi Pasar Empuk Rokok Bodong, Diduga Ada Petugas Bermain

RadarBali.com – Maraknya peredaran rokok tanpa cukai, mulai membuat warga Jembrana gerah.

Sehingga warga tersebut sampai melayangkan surat pengaduan kepada Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo.

Dalam surat pengaduan yang dilayangkan oleh seorang warga itu, disampaikan kalau banyak rokok tanpa cukai beredar di Jembrana.

Peredaran rokok bodong itu, juga disebutkan dibekingi oknum petugas. Mendapat pengaduan itu, Kapolres AKBP Priyanto Priyo Hutomo kemudian memerintahkan anggotanya melakukan penyelidikan.

Berdasar hasil penyelidikan, didapat informasi kalau ada pengiriman rokok dari Besuki, Jawa Timur dengan menggunakan truk.

Polisi kemudian melakukan penyanggongan  di pos 2 atau pintu keluar pelabuhan Gilimanuk. Saat truk DR 9412 PBB datang, polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap barang yang dimuat.

Baca Juga:  OMG! Penyelundup Narkoba Makin Pintar, Kokain Dipadatkan Mirip Koper

Hasilnya di dalam bak truk yang dikemudikan Faisal Baras, 28, asal Dusun Mandarsari, Sumberkima, Gerokgak, Buleleng, ditemukan 5 dus yang isinya rokok tanpa pita cukai.

Menurut keterangan Faisal Baras, rokok tanpa cukai itu di titip oleh seseorang di Besuki dengan ongkos Rp 150 ribu untuk diberikan kepada H di SPBU Banyubiru, Negara.

“Sebelum sampai kepada penerimanya, rokok itu sudah berhasil kami amankan,” ujar Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Yusak Agustinus Sooai kemarin.

Tiga kardus rokok tanpa cukai merk Alami, Revo, Gudang Delima, Premium, Pas, Marqo dan M Pro Mild serta dua kardus tembakau kemudian diamankan ke Polres Jembrana.

Karena membawa rokok tanpa cukai, Faisal Baras, dijerat dengan Pasal 54 Yo Pasal 29 ayat (1) UU No.39 tahun 2007 amandemen UU no.11 tahun 1995 tentang bea cukai dengan ancaman denda paling banyak sepuluh kali lipat nilai cukai yang harus dibayar. 

Baca Juga:  24 Kepala Tengkorak Gagal Diselundupkan, Pelaku Dilacak Berinisial R

“Karena yang dilanggar undang-undang bea cukai maka proses hukum selanjutnya kira serahkan ke bea cukai,” pungkasnya. 



RadarBali.com – Maraknya peredaran rokok tanpa cukai, mulai membuat warga Jembrana gerah.

Sehingga warga tersebut sampai melayangkan surat pengaduan kepada Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo.

Dalam surat pengaduan yang dilayangkan oleh seorang warga itu, disampaikan kalau banyak rokok tanpa cukai beredar di Jembrana.

Peredaran rokok bodong itu, juga disebutkan dibekingi oknum petugas. Mendapat pengaduan itu, Kapolres AKBP Priyanto Priyo Hutomo kemudian memerintahkan anggotanya melakukan penyelidikan.

Berdasar hasil penyelidikan, didapat informasi kalau ada pengiriman rokok dari Besuki, Jawa Timur dengan menggunakan truk.

Polisi kemudian melakukan penyanggongan  di pos 2 atau pintu keluar pelabuhan Gilimanuk. Saat truk DR 9412 PBB datang, polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap barang yang dimuat.

Baca Juga:  Bea Cukai Ngurah Rai Amankan Lima Penyelundup Narkoba Senilai Rp 10 M

Hasilnya di dalam bak truk yang dikemudikan Faisal Baras, 28, asal Dusun Mandarsari, Sumberkima, Gerokgak, Buleleng, ditemukan 5 dus yang isinya rokok tanpa pita cukai.

Menurut keterangan Faisal Baras, rokok tanpa cukai itu di titip oleh seseorang di Besuki dengan ongkos Rp 150 ribu untuk diberikan kepada H di SPBU Banyubiru, Negara.

“Sebelum sampai kepada penerimanya, rokok itu sudah berhasil kami amankan,” ujar Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Yusak Agustinus Sooai kemarin.

Tiga kardus rokok tanpa cukai merk Alami, Revo, Gudang Delima, Premium, Pas, Marqo dan M Pro Mild serta dua kardus tembakau kemudian diamankan ke Polres Jembrana.

Karena membawa rokok tanpa cukai, Faisal Baras, dijerat dengan Pasal 54 Yo Pasal 29 ayat (1) UU No.39 tahun 2007 amandemen UU no.11 tahun 1995 tentang bea cukai dengan ancaman denda paling banyak sepuluh kali lipat nilai cukai yang harus dibayar. 

Baca Juga:  Kadisbud Gianyar Akui Insentif Bendesa Ngadat, Janji Cair Bulan April

“Karena yang dilanggar undang-undang bea cukai maka proses hukum selanjutnya kira serahkan ke bea cukai,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/