alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

APAR di Lapas Singaraja Minim, Perlu Tambahan APAR dan Hydrant

SINGARAJA– Ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Lapas Singaraja ternyata masih minim. Hasil asessment dari Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng, pihak lapas harus menambah belasan APAR dan titik hydrant di sekitar lapas.

Kabid Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng Putu Pasek Sujendra mengatakan, pihaknya sudah sempat melakukan pengecekan di Lapas Singaraja. Dari hasil pengecekan itu, di areal lapas ternyata hanya terdapat satu unit APAR dan nihil hydrant.

Meski begitu Lapas Singaraja memiliki alat pencegahan berupa fire box. Total ada enam unit fire box yang telah terpasang. Alat itu terbilang canggih dan dianggap sebagai salah satu alat generasi terbaru dalam pencegahan kebakaran.

“Jadi kalau ada api menyala, alat itu langsung memadamkan. Tidak harus dioperasikan manusia. Idealnya memang dipasang di dekat tabung gas atau panel listrik,” kata Pasek Sujendra, Rabu (15/9).

Baca Juga:  OMG!Adu Jangkrik di Jalan Desa Subuh-subuh, Dua Nyawa Melayang Sia-sia

Kendati telah memiliki alat baru, Lapas Singaraja tetap harus memiliki alat berupa APAR. Dari hasil assesment, Lapas idealnya memiliki sedikitnya 15 unit APAR. Namun, saat ini baru tersedia satu unit APAR.

 

Selain itu, saat ini di Lapas Singaraja belum terdapat selang hydrant. Titik hydrant terdekat berada di Pasar Buleleng. Menurut Pasek, dengan kondisi Lapas Singaraja yang padat dan berdempetan dengan bangunan lain, idealnya dibutuhkan tambahan hydrant di sana.

- Advertisement -

“Idealnya ada dua titik hydrant. Satu di dalam Lapas, satu di luar Lapas. Jadi lebih memudahkan proses pemadaman. Ini perlu kami koordinasikan lagi dengan Perumda Tirta Hita, bisa tidak dipasang dua titik. Kalau tidak bisa dua titik, paling tidak ada satu titik di luar lapas,” ujarnya.

Baca Juga:  Bebas Usai Jalani Hukuman 20 Bulan, Imigrasi Deportasi WN Nigeria

Sementara itu, Kalapas Singaraja Mut Zaini mengatakan, asessment yang dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran merupakan permintaan pihak lapas. Sejak pekan lalu, pihaknya telah meminta agar Dinas Pemadam Kebakaran melakukan assesment sebagai langkah pencegahan.

Setelah mendapat saran dari Dinas Damkar, pihaknya akan segera mengusulkan tambahan alat yang dibutuhkan. “Apa yang jadi kekurangan, sudah kami lakukan inventarisasi. Nanti akan kami koordinasikan pada Kanwil untuk pemenuhan sarana pendukung,” kata Zaini.

Selain itu ia meminta agar Dinas Damkar juga memberikan pelatihan dan asistensi pada petugas lapas dalam memadamkan api. “Supaya sumber daya kami kompeten juga. Jangan sampai alatnya ada, tapi tidak bisa memanfaatkan. Dalam waktu dekat kami sudah agendakan simulasi bersama damkar,” demikian Zaini.

 

 

- Advertisement -

SINGARAJA– Ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Lapas Singaraja ternyata masih minim. Hasil asessment dari Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng, pihak lapas harus menambah belasan APAR dan titik hydrant di sekitar lapas.

Kabid Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng Putu Pasek Sujendra mengatakan, pihaknya sudah sempat melakukan pengecekan di Lapas Singaraja. Dari hasil pengecekan itu, di areal lapas ternyata hanya terdapat satu unit APAR dan nihil hydrant.

Meski begitu Lapas Singaraja memiliki alat pencegahan berupa fire box. Total ada enam unit fire box yang telah terpasang. Alat itu terbilang canggih dan dianggap sebagai salah satu alat generasi terbaru dalam pencegahan kebakaran.

“Jadi kalau ada api menyala, alat itu langsung memadamkan. Tidak harus dioperasikan manusia. Idealnya memang dipasang di dekat tabung gas atau panel listrik,” kata Pasek Sujendra, Rabu (15/9).

Baca Juga:  Lima Napi Narkoba Lapas Singaraja Dilayar ke Bangli

Kendati telah memiliki alat baru, Lapas Singaraja tetap harus memiliki alat berupa APAR. Dari hasil assesment, Lapas idealnya memiliki sedikitnya 15 unit APAR. Namun, saat ini baru tersedia satu unit APAR.

 

Selain itu, saat ini di Lapas Singaraja belum terdapat selang hydrant. Titik hydrant terdekat berada di Pasar Buleleng. Menurut Pasek, dengan kondisi Lapas Singaraja yang padat dan berdempetan dengan bangunan lain, idealnya dibutuhkan tambahan hydrant di sana.

“Idealnya ada dua titik hydrant. Satu di dalam Lapas, satu di luar Lapas. Jadi lebih memudahkan proses pemadaman. Ini perlu kami koordinasikan lagi dengan Perumda Tirta Hita, bisa tidak dipasang dua titik. Kalau tidak bisa dua titik, paling tidak ada satu titik di luar lapas,” ujarnya.

Baca Juga:  TRAGIS! Terpidana Korupsi Tewas Dibui, Anak Dropout Karena Dibully

Sementara itu, Kalapas Singaraja Mut Zaini mengatakan, asessment yang dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran merupakan permintaan pihak lapas. Sejak pekan lalu, pihaknya telah meminta agar Dinas Pemadam Kebakaran melakukan assesment sebagai langkah pencegahan.

Setelah mendapat saran dari Dinas Damkar, pihaknya akan segera mengusulkan tambahan alat yang dibutuhkan. “Apa yang jadi kekurangan, sudah kami lakukan inventarisasi. Nanti akan kami koordinasikan pada Kanwil untuk pemenuhan sarana pendukung,” kata Zaini.

Selain itu ia meminta agar Dinas Damkar juga memberikan pelatihan dan asistensi pada petugas lapas dalam memadamkan api. “Supaya sumber daya kami kompeten juga. Jangan sampai alatnya ada, tapi tidak bisa memanfaatkan. Dalam waktu dekat kami sudah agendakan simulasi bersama damkar,” demikian Zaini.

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/