alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Bangkrut Sisakan Hutang, Aset Mangkrak Tersebar Dimana-mana

BANGKRUTNYA perusahaan daerah (Perusda) Jembrana hingga kini masih menyisakan masalah. Selain masalah asset, Perusda Jembrana juga menyisakan hutang sesuai hasil audit independen.

Akibat bangkrut, kantor Perusda Jembrana yang berada di atas Perumda Air Minum sudah tidak terawat. Bahkan ironisnya lagi, kantor baru yang dibangun sekitar tahun 2018 juga tidak digunakan lagi alias mangkrak.

M. BASIR, Negara

ASISTEN Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Sekretaris Daerah Jembrana I Gusti Ngurah Sumber Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan dengan kondisi mangkraknya asset perusda Jembrana lama.

Hanya saja mengenai aset dari Perusda Jembrana, ia menegaskan bukan tidak ada.

Kata Sumber Wijaya, berdasarkan hasil audit independen, aset perusda ada di beberapa tempat terpisah. 

Baca Juga:  TOLONG...Kampung Halaman Gubernur Koster Dilanda Kekeringan

Aset perusda Jembrana lama itu, diantaranya mobil, baik untuk operasional kerja seperti mobil untuk sedot WC dan aset lain yang dimiliki perusda.

“Hasil investigasi audit independen seluruh asetnya ada, sudah ditemukan tersebar. Tetapi tidak di satu lokasi,”ungkap Wijaya, Rabu (15/9) kemarin.

Karena sudah tidak memungkinkan lagi dijalankan dan pemerintah kabupaten Jembrana akan membentuk Perumda Jembrana, selanjutnya masalah ini akan menjadi tanggung jawab dari Perumda Jembrana yang baru untuk tindak lanjut asetnya.

“Direksi perumda sebagai kelanjutan dari perusda akan mengambil langkah-langkah. Mungkin saja nanti akan melakukan penghapusan daripada mengeluarkan biaya pemeliharaan,” ujarnya.

Sementara itu, mengenai Perumda Jembrana yang akan didirikan saat ini masih dalam pembahasan di dewan. Karena untuk membuat perumda Jembrana, harus ada payung hukum berupa peraturan daerah. “Pendirian Perumda Jembrana masih dalam proses,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tanah Longsor, Jineng dan Tembok Penyengker Milik Warga Melaya Amblas

Seperti diketahui, Perusda Jembrana sebelumnya berdasarkan audit independen 2020, hasil audit Perusda Jembrana masih memiliki tunggakan utang piutang baik pada internal Perusda maupun pihak ketiga. 


BANGKRUTNYA perusahaan daerah (Perusda) Jembrana hingga kini masih menyisakan masalah. Selain masalah asset, Perusda Jembrana juga menyisakan hutang sesuai hasil audit independen.

Akibat bangkrut, kantor Perusda Jembrana yang berada di atas Perumda Air Minum sudah tidak terawat. Bahkan ironisnya lagi, kantor baru yang dibangun sekitar tahun 2018 juga tidak digunakan lagi alias mangkrak.

M. BASIR, Negara

ASISTEN Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Sekretaris Daerah Jembrana I Gusti Ngurah Sumber Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan dengan kondisi mangkraknya asset perusda Jembrana lama.

Hanya saja mengenai aset dari Perusda Jembrana, ia menegaskan bukan tidak ada.

Kata Sumber Wijaya, berdasarkan hasil audit independen, aset perusda ada di beberapa tempat terpisah. 

Baca Juga:  Air Sungai Tukadaya Meluap, Lima Rumah Warga di Jembrana Rusak

Aset perusda Jembrana lama itu, diantaranya mobil, baik untuk operasional kerja seperti mobil untuk sedot WC dan aset lain yang dimiliki perusda.

“Hasil investigasi audit independen seluruh asetnya ada, sudah ditemukan tersebar. Tetapi tidak di satu lokasi,”ungkap Wijaya, Rabu (15/9) kemarin.

Karena sudah tidak memungkinkan lagi dijalankan dan pemerintah kabupaten Jembrana akan membentuk Perumda Jembrana, selanjutnya masalah ini akan menjadi tanggung jawab dari Perumda Jembrana yang baru untuk tindak lanjut asetnya.

“Direksi perumda sebagai kelanjutan dari perusda akan mengambil langkah-langkah. Mungkin saja nanti akan melakukan penghapusan daripada mengeluarkan biaya pemeliharaan,” ujarnya.

Sementara itu, mengenai Perumda Jembrana yang akan didirikan saat ini masih dalam pembahasan di dewan. Karena untuk membuat perumda Jembrana, harus ada payung hukum berupa peraturan daerah. “Pendirian Perumda Jembrana masih dalam proses,” ungkapnya.

Baca Juga:  KABAR BAIK! Peluang Bagi Guru Honorer di Jembrana

Seperti diketahui, Perusda Jembrana sebelumnya berdasarkan audit independen 2020, hasil audit Perusda Jembrana masih memiliki tunggakan utang piutang baik pada internal Perusda maupun pihak ketiga. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/