alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Lagi, Warga Sumberklampok Usir Petugas Kementerian LHK

GEROKGAK– Warga Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng kembali melakukan pengusiran terhadap beberapa orang petugas yang akan mengambil foto udara (drone) lahan mereka pada Jumat, (16/10).

Aksi pengusiran petugas ini merupakan aksi kedua secara beruntun setelah sebelumnya, warga Sumberklampok juga sempat mengusir petugas dari PT. PP (Persero) Tbk yang akan melakukan foto udara di lahan warga.

Petugas tersebut diusir saat akan melakukan foto udara di perbatasan Banjar Dinas Sumberklampok dengan Banjar Dinas Sumber Batok.

“Setelah kami jajaki bersama pak Perbekel Desa Sumberklampok. Menanyakan mereka dari dinas mana dan soal izin foto udara lahan tak bisa menunjukkan bukti surat tugas mereka. terpaksa kami usir,” aku Ketua Tim 9 penyelesaian tanah di Desa Sumberklampok Putu Artana saat dihubungi koran ini.

Baca Juga:  Karantina PMI Terus Bertambah, Gugus Tugas Ingatkan Taat Protokol

Bahkan petugas tersebut mengaku dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Namun meminta surat tugas mereka. Malah tak bisa memperlihatkan. Selain itu tak surat pemberitahuan ke izin ke desa, camat dan polisi juga tak ada.

“Kami, warga dan Perbekel Desa langsung menyuruh balik kandang. Tidak boleh menerbang drone di lahan kami. Apapun bentuk dan alasan termasuk soal pengukuran lahan Bandara Bali Utara dengan foto udara,” tegas Putu Artana yang menolak tegas pembangunan Bandara Bali Utara tanpa adanya sosialisasi kepada warga.  

Sementara itu adanya pengusiran sejumlah orang yang mengambil foto udara tanpa surat izin resmi tersebut dibenarkan juga oleh Perbekel Desa Sumberklampok I Wayan Sawitra Yasa.

Baca Juga:  Niatnya Menjaring Ikan, Nelayan Jembrana Dapat Tumpukan Sampah Plastik

“Ya pengambilan foto udara di lahan warga terjadi sejak menyeruaknya isu rencana pembangunan Bandara Bali Utara di Desa Sumberklampok,” ungkapnya.



GEROKGAK– Warga Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng kembali melakukan pengusiran terhadap beberapa orang petugas yang akan mengambil foto udara (drone) lahan mereka pada Jumat, (16/10).

Aksi pengusiran petugas ini merupakan aksi kedua secara beruntun setelah sebelumnya, warga Sumberklampok juga sempat mengusir petugas dari PT. PP (Persero) Tbk yang akan melakukan foto udara di lahan warga.

Petugas tersebut diusir saat akan melakukan foto udara di perbatasan Banjar Dinas Sumberklampok dengan Banjar Dinas Sumber Batok.

“Setelah kami jajaki bersama pak Perbekel Desa Sumberklampok. Menanyakan mereka dari dinas mana dan soal izin foto udara lahan tak bisa menunjukkan bukti surat tugas mereka. terpaksa kami usir,” aku Ketua Tim 9 penyelesaian tanah di Desa Sumberklampok Putu Artana saat dihubungi koran ini.

Baca Juga:  Parkir Lama di Lahan Kosong, BTS Portable Diboyong ke Kantor Camat

Bahkan petugas tersebut mengaku dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Namun meminta surat tugas mereka. Malah tak bisa memperlihatkan. Selain itu tak surat pemberitahuan ke izin ke desa, camat dan polisi juga tak ada.

“Kami, warga dan Perbekel Desa langsung menyuruh balik kandang. Tidak boleh menerbang drone di lahan kami. Apapun bentuk dan alasan termasuk soal pengukuran lahan Bandara Bali Utara dengan foto udara,” tegas Putu Artana yang menolak tegas pembangunan Bandara Bali Utara tanpa adanya sosialisasi kepada warga.  

Sementara itu adanya pengusiran sejumlah orang yang mengambil foto udara tanpa surat izin resmi tersebut dibenarkan juga oleh Perbekel Desa Sumberklampok I Wayan Sawitra Yasa.

Baca Juga:  Kasus Positif Covid-19 di Tabanan Bertambah, Dua WNA, Satu WNI

“Ya pengambilan foto udara di lahan warga terjadi sejak menyeruaknya isu rencana pembangunan Bandara Bali Utara di Desa Sumberklampok,” ungkapnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/