alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Vaksinasi Lansia, Satgas Buleleng Libatkan Personel TNI dan Polri

SINGARAJA, Radar Bali – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng meminta bantuan pada TNI/Polri melakukan vaksinasi pada penduduk kelompok lanjut usia.

Saat ini TNI/Polri memiliki tenaga medis yang siap melakukan vaksinasi. Dengan keterlibatan TNI/Polri, diharapkan realisasi vaksinasi pada kelompok lansia semakin tinggi.

Mengacu data demografi penduduk Kabupaten Buleleng, saat ini tercatat ada 186.691 orang penduduk yang berusia di atas 50 tahun.

Jumlah itu setara dengan 23,5 persen jumlah penduduk di Buleleng.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Ketut Suwarmawan mengatakan, vaksinasi pada kelompok lansia akan digencarkan.

Sebab kelompok lansia rentan tertular Covid-19. Meski mereka hanya berdiam diri di rumah, namun anggota keluarga satu rumah yang aktif berkegiatan di luar rumah, berpotensi menularkan virus tersebut.

“Kelompok lansia ini rentan. Karena mereka punya penyakit bawaan. Meski mereka tidak pernah keluar rumah, mereka tetap perlu divaksin. Karena bisa saja kita yang sehat ini menularkan pada mereka, saat kita berkunjung,” kata Suwarmawan Jumat (15/10) kemarin.

Baca Juga:  Viral, Perampok Bersenjata Tajam Satroni Warteg

Menurutnya, Satgas akan mengubah skema layanan vaksinasi pada kelompok lansia.

Tadinya lansia mendapat layanan vaksinasi di puskesmas terdekat. Kini tim vaksinasi akan melakukan layanan jemput bola, dengan cara mendatangi para lansia ke rumahnya masing-masing.

Tenaga medis yang terlibat bukan hanya dari Dinas Kesehatan Buleleng saja. Namun juga melibatkan unsur atau personel TNI dan Polri yang memiliki tenaga medis.

Pemerintah melalui desa dan kelurahan akan mengumpulkan data lansia yang belum mendapatkan vaksin.

Rencananya mereka akan diberikan vaksin Sinopharm. Vaksin ini memiliki tingkat efikasi yang tinggi, mencapai 78 persen.

Sementara efek samping yang ditimbulkan terbilang ringan. Yakni nyeri pada bagian yang disuntik, sakit kepala, batuk, dan diare.

Baca Juga:  Selain Krisis Air, Karangasem Juga Krisis Ribuan Guru PNS

“Selain vaksinasi, tentunya tidak lupa juga kami untuk terus mengingatkan masyarakat selalu disiplin menerapkan prokes. Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dengan benar, dan tidak membuat kerumunan atau selalu menjaga jarak saat beraktivitas. Prokes sangat penting untuk menjaga keluarga dan orang terdekat dari paparan virus, meskipun sudah mendapatkan suntikan vaksin,”imbaunya.

Sekadar diketahui, saat ini vaksinasi dosis pertama di Buleleng telah mencapai angka 495.329 orang, atau sebanyak 85,62 persen dari target Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Sementara yang telah menerima vaksin dosis kedua telah mencapai angka 406.195 orang. (eka prasetya/didik dwi praptono)

- Advertisement -
- Advertisement -

SINGARAJA, Radar Bali – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng meminta bantuan pada TNI/Polri melakukan vaksinasi pada penduduk kelompok lanjut usia.

Saat ini TNI/Polri memiliki tenaga medis yang siap melakukan vaksinasi. Dengan keterlibatan TNI/Polri, diharapkan realisasi vaksinasi pada kelompok lansia semakin tinggi.

Mengacu data demografi penduduk Kabupaten Buleleng, saat ini tercatat ada 186.691 orang penduduk yang berusia di atas 50 tahun.


Jumlah itu setara dengan 23,5 persen jumlah penduduk di Buleleng.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Ketut Suwarmawan mengatakan, vaksinasi pada kelompok lansia akan digencarkan.

Sebab kelompok lansia rentan tertular Covid-19. Meski mereka hanya berdiam diri di rumah, namun anggota keluarga satu rumah yang aktif berkegiatan di luar rumah, berpotensi menularkan virus tersebut.

“Kelompok lansia ini rentan. Karena mereka punya penyakit bawaan. Meski mereka tidak pernah keluar rumah, mereka tetap perlu divaksin. Karena bisa saja kita yang sehat ini menularkan pada mereka, saat kita berkunjung,” kata Suwarmawan Jumat (15/10) kemarin.

Baca Juga:  Keluar Masuk Jembrana Diperketat, Dari Zona Merah Wajib Swab Test

Menurutnya, Satgas akan mengubah skema layanan vaksinasi pada kelompok lansia.

Tadinya lansia mendapat layanan vaksinasi di puskesmas terdekat. Kini tim vaksinasi akan melakukan layanan jemput bola, dengan cara mendatangi para lansia ke rumahnya masing-masing.

Tenaga medis yang terlibat bukan hanya dari Dinas Kesehatan Buleleng saja. Namun juga melibatkan unsur atau personel TNI dan Polri yang memiliki tenaga medis.

Pemerintah melalui desa dan kelurahan akan mengumpulkan data lansia yang belum mendapatkan vaksin.

Rencananya mereka akan diberikan vaksin Sinopharm. Vaksin ini memiliki tingkat efikasi yang tinggi, mencapai 78 persen.

Sementara efek samping yang ditimbulkan terbilang ringan. Yakni nyeri pada bagian yang disuntik, sakit kepala, batuk, dan diare.

Baca Juga:  Sidak Jalur Objek Wisata, Petugas Temukan Puluhan Pelanggar Prokes

“Selain vaksinasi, tentunya tidak lupa juga kami untuk terus mengingatkan masyarakat selalu disiplin menerapkan prokes. Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dengan benar, dan tidak membuat kerumunan atau selalu menjaga jarak saat beraktivitas. Prokes sangat penting untuk menjaga keluarga dan orang terdekat dari paparan virus, meskipun sudah mendapatkan suntikan vaksin,”imbaunya.

Sekadar diketahui, saat ini vaksinasi dosis pertama di Buleleng telah mencapai angka 495.329 orang, atau sebanyak 85,62 persen dari target Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Sementara yang telah menerima vaksin dosis kedua telah mencapai angka 406.195 orang. (eka prasetya/didik dwi praptono)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/