alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

NGERI! Cari Pakan Ternak, Petani Tabanan Terpental Disambar Petir

TABANAN – I Wayan Agus Darmawan terbaring melah di bed ruang Bougenvile RSU Tabanan Senin (16/12) sore. 

Pria berusia 37 tahun tersebut masih terlihat lemas pasca disambar petir, Minggu (15/12) sore kemarin. 

Ditemani sang istri Ni Komang Artini, korban yang berasal dari banjar Delod Sema, Desa Buwit, Kecamatan Kediri, Tabanan ini hanya berharap kondisinya cepat pulih. 

Saat ditemui, Agus Darmawan belum bisa bicara banyak. Kondisi lemas, dengan suara lirih karena masih menahan sakit.

Menurutnya, musibah itu datang saat dia berangkat ke sawah untuk membantu ibunya Ni Nengah Geru, 60, karena tengah libur kerja. 

Terlebih, saat berangkat menuju sawah tersebut pukul 15.00, kawasan tempat tinggalnya itu dalam kondisi hujan. 

Baca Juga:  Oksigen di RSU Jembrana menipis, Ini Dampak Fatal Bagi Pasien Covid-19

“Kasihan saya sama ibu saya kalau harus kerja sendirian. Apalagi hujan. Saya memutuskan untuk membantu ibu saya bekerja ngarit (nyabit) rumput. 

Padahal saat akan berangkat ke sawah itu, perasaan saya sudah tidak enak,” tutur Agus Darmawan.

Sesampainya di sawah, ia pun mengambil pekerjaan yang biasanya ibunya lakukan. Selang beberapa saat, kondisi hujan semakin deras, 

sehingga ibunya mengajak untuk pulang dan menyudahi pencarian rumput untuk pakan ternak miliknya. 

“Sudah dapat dua kampil (karung). Terus disuruh selesai, diajak pulang,” kata bapak dua anak ini.

Saat berjalan beriringan, secara tiba-tiba hantaman petir menyambar tubuh Agus hingga terpental ke tengah sawah yang tengah digenangi air akibat hujan. 

Baca Juga:  Miris! Puluhan Warga Kurang Mampu dan Cacat Masih Ditemukan di Tembuku

Beruntung nyawanya tertolong. Oleh warga setempat Agus Darmawan yang masih pingsan segera dilarikan ke RSUD Tabanan.

Dia berharap, kondisinya kembali pulih dan bisa beraktivitas lagi. “Saya berharap semoga cepat sembuh dan kembali sehat,” tandas sang istri Ni Komang Artini menyudahi. 



TABANAN – I Wayan Agus Darmawan terbaring melah di bed ruang Bougenvile RSU Tabanan Senin (16/12) sore. 

Pria berusia 37 tahun tersebut masih terlihat lemas pasca disambar petir, Minggu (15/12) sore kemarin. 

Ditemani sang istri Ni Komang Artini, korban yang berasal dari banjar Delod Sema, Desa Buwit, Kecamatan Kediri, Tabanan ini hanya berharap kondisinya cepat pulih. 

Saat ditemui, Agus Darmawan belum bisa bicara banyak. Kondisi lemas, dengan suara lirih karena masih menahan sakit.

Menurutnya, musibah itu datang saat dia berangkat ke sawah untuk membantu ibunya Ni Nengah Geru, 60, karena tengah libur kerja. 

Terlebih, saat berangkat menuju sawah tersebut pukul 15.00, kawasan tempat tinggalnya itu dalam kondisi hujan. 

Baca Juga:  Oksigen di RSU Jembrana menipis, Ini Dampak Fatal Bagi Pasien Covid-19

“Kasihan saya sama ibu saya kalau harus kerja sendirian. Apalagi hujan. Saya memutuskan untuk membantu ibu saya bekerja ngarit (nyabit) rumput. 

Padahal saat akan berangkat ke sawah itu, perasaan saya sudah tidak enak,” tutur Agus Darmawan.

Sesampainya di sawah, ia pun mengambil pekerjaan yang biasanya ibunya lakukan. Selang beberapa saat, kondisi hujan semakin deras, 

sehingga ibunya mengajak untuk pulang dan menyudahi pencarian rumput untuk pakan ternak miliknya. 

“Sudah dapat dua kampil (karung). Terus disuruh selesai, diajak pulang,” kata bapak dua anak ini.

Saat berjalan beriringan, secara tiba-tiba hantaman petir menyambar tubuh Agus hingga terpental ke tengah sawah yang tengah digenangi air akibat hujan. 

Baca Juga:  Sebelum Gelar Upacara, 27 Calon Pengantin di Payangan Jalani Tes Urine

Beruntung nyawanya tertolong. Oleh warga setempat Agus Darmawan yang masih pingsan segera dilarikan ke RSUD Tabanan.

Dia berharap, kondisinya kembali pulih dan bisa beraktivitas lagi. “Saya berharap semoga cepat sembuh dan kembali sehat,” tandas sang istri Ni Komang Artini menyudahi. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/