alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Dana BUMDes “Diselewengkan”, Geram, Warga Bulian Ambil Tindakan Tegas

SINGARAJA – Sejumlah warga dari Desa Bulian, mendatangi Mapolres Buleleng, kemarin (15/12).

Mereka mengadukan dugaan penyelewengan pengelolaan dana pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gunung Sari Mas di desa setempat. Diduga penyelewengan itu dilakukan oleh oknum pengurus.

Tim Pencari Fakta (TPF) BUMDes Gunung Sari Mas Komang Budiarta mengungkapkan, penyelewengan dana tersebut diduga dilakukan oleh mantan pengurus berinisial WB.

Diduga terjadi penyelewengan dana sejak kurun waktu 2019-2020 dengan nilai kerugian sekitar Rp 125 juta.

Budiarta mengaku warga baru tahu permasalahan tersebut pada Agustus lalu. Saat itu Perbekel Bulian I Made Sudiarsa yang baru dilantik pada bulan Desember 2019 lalu, melakukan audit terhadap pengelolaan BUMDes.

Dari hasil audit, diduga terjadi kerugian negara sebanyak Rp 125 juta. “Dari desa sudah sempat melaksanakan musdes sebanyak tiga kali.

Anehnya dalam tiga kali musdes, oknum ini bersama pengurus yang lain malah mengundurkan diri. Malah tidak ada pertanggung jawaban dan penjelasan apa-apa,” kata Budiarta.

Pihaknya sempat berusaha meminta penjelasan pada Insepktorat Buleleng. Konon inspektorat sudah sempat melakukan audit terhadap pembukuan di BUMDes Gunung Sari Mas.

Dari hasil audit, inspektorat mengklaim ada kesalahan pembukuan dengan potensi kerugian sebanyak Rp 75 juta. Hanya saja hasil audit itu hanya disampaikan pada pengurus.

Karena hasil audit internal desa dengan inspektorat berbeda, TPF memilih mengadukan masalah tersebut pada Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reskrim Polres Buleleng.

Pihaknya berharap aparat kepolisian dapat menindaklanjuti permasalahan yang terjadi di Desa Bulian.

“Selama ini kami selalu bertanya-tanya apakah BUMDes kami ini benar-benar sehat atau bagaimana. Setiap tahun sih selalu klaim ada untung. Tapi tidak tahu, untungnya itu hanya angka-angka pembukuan saja, atau bagaimana,” tegasnya.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya mengatakan, penyampaian dari warga Bulian baru sebatas diterima sebagai pengaduan masyarakat.

Selanjutnya tim penyidik akan segera melakukan pengumpulan bahan dan keterangan dari pihak-pihak yang diduga terlibat.

“Masih diselidiki oleh Unit Tipikor. Tentu akan digali lagi keterangan dari beberapa orang.  Pasti nanti akan dilakukan audit,

untuk menentukan apakah ada kerugian atau tidak. Jadi tunggu ya, ini masih dalam proses penyelidikan,” kata Sumarjaya. 



SINGARAJA – Sejumlah warga dari Desa Bulian, mendatangi Mapolres Buleleng, kemarin (15/12).

Mereka mengadukan dugaan penyelewengan pengelolaan dana pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gunung Sari Mas di desa setempat. Diduga penyelewengan itu dilakukan oleh oknum pengurus.

Tim Pencari Fakta (TPF) BUMDes Gunung Sari Mas Komang Budiarta mengungkapkan, penyelewengan dana tersebut diduga dilakukan oleh mantan pengurus berinisial WB.

Diduga terjadi penyelewengan dana sejak kurun waktu 2019-2020 dengan nilai kerugian sekitar Rp 125 juta.

Budiarta mengaku warga baru tahu permasalahan tersebut pada Agustus lalu. Saat itu Perbekel Bulian I Made Sudiarsa yang baru dilantik pada bulan Desember 2019 lalu, melakukan audit terhadap pengelolaan BUMDes.

Dari hasil audit, diduga terjadi kerugian negara sebanyak Rp 125 juta. “Dari desa sudah sempat melaksanakan musdes sebanyak tiga kali.

Anehnya dalam tiga kali musdes, oknum ini bersama pengurus yang lain malah mengundurkan diri. Malah tidak ada pertanggung jawaban dan penjelasan apa-apa,” kata Budiarta.

Pihaknya sempat berusaha meminta penjelasan pada Insepktorat Buleleng. Konon inspektorat sudah sempat melakukan audit terhadap pembukuan di BUMDes Gunung Sari Mas.

Dari hasil audit, inspektorat mengklaim ada kesalahan pembukuan dengan potensi kerugian sebanyak Rp 75 juta. Hanya saja hasil audit itu hanya disampaikan pada pengurus.

Karena hasil audit internal desa dengan inspektorat berbeda, TPF memilih mengadukan masalah tersebut pada Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reskrim Polres Buleleng.

Pihaknya berharap aparat kepolisian dapat menindaklanjuti permasalahan yang terjadi di Desa Bulian.

“Selama ini kami selalu bertanya-tanya apakah BUMDes kami ini benar-benar sehat atau bagaimana. Setiap tahun sih selalu klaim ada untung. Tapi tidak tahu, untungnya itu hanya angka-angka pembukuan saja, atau bagaimana,” tegasnya.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya mengatakan, penyampaian dari warga Bulian baru sebatas diterima sebagai pengaduan masyarakat.

Selanjutnya tim penyidik akan segera melakukan pengumpulan bahan dan keterangan dari pihak-pihak yang diduga terlibat.

“Masih diselidiki oleh Unit Tipikor. Tentu akan digali lagi keterangan dari beberapa orang.  Pasti nanti akan dilakukan audit,

untuk menentukan apakah ada kerugian atau tidak. Jadi tunggu ya, ini masih dalam proses penyelidikan,” kata Sumarjaya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/