alexametrics
28.7 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Polri dan TNI Gercep, Masuk Gilimanuk Tak Bawa Rapid akan Dipulangkan

NEGARA — Jelang libur panjang peringatan Natal dan Tahun Baru 2021, TNI dan Polri langsung gerak cepat (Gercep). Dua institusi ini menerjunkan ratusan personel untuk pengamanan, terutama di Pelabuhan Gilimanuk sebagai pintu masuk Bali melalui jalur darat.

Negatif rapid test antigen sebagai syarat utama masuk Bali makin diperketat. Sehingga jika ada yang tidak membawa maka akan dipulangkan ke daerah asalnya.

Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, dalam pelaksanaan Natal dan tahun baru pihaknya akan melakukan operasi lilin dari 21 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021. Polres Jembrana menurunkan 141 personel untuk pengamanan ibadah natal dan peringatan tahun baru.

“Kita sudah membuat pospam di mana masyarakat melaksanakan ibadah Natal,” terangnya.

Pada malam tahun baru, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perayaan malam pergantian tahun, tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

“Apabila terjadi pelanggaran protokol kesehatan akan kami tindak tegas,” ujarnya.

Khusus di Pelabuhan Gilimanuk ditambah personel untuk pengamanan. Penambahan petugas tersebut untuk menjaga dari gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat Bali, serta menindaklanjuti surat edaran Gubernur Bali terkait dengan aturan masuk Bali.

“Dalam surat edaran ada pengetatan untuk masuk Bali, sehingga kami TNI dan Polri bersama stakeholder terkait akan menerapkan aturan,” terangnya.

Dandim 1617 Jembrana Letkol Inf. Hasrifuddin Haruna menambahkan, pengaman pada Natal dan tahun baru khusus pengamanan di Pelabuhan Gilimanuk menambah 20 orang personil dalam rangka penegakan protokol kesehatan.

“Kita selama ini sudah tegas. Nanti akan dipertegas lagi bahwa siapapun yang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk wajib membawa hasil negatif rapid test antigen,” terangnya.

Pelaku perjalanan yang masuk Bali tidak membawa rapid test antigen dengan hasil negatif, maka akan dipulangkan paksa ke daerah asalnya.

”Kalau nanti tidak membawa rapid test antigen dan bersedia rapid test antigen di Gilimanuk akan difasilitasi. Jika tidak mau rapid test dan hasil rapid test positif akan dikembalikan ke Ketapang,” tegasnya.



NEGARA — Jelang libur panjang peringatan Natal dan Tahun Baru 2021, TNI dan Polri langsung gerak cepat (Gercep). Dua institusi ini menerjunkan ratusan personel untuk pengamanan, terutama di Pelabuhan Gilimanuk sebagai pintu masuk Bali melalui jalur darat.

Negatif rapid test antigen sebagai syarat utama masuk Bali makin diperketat. Sehingga jika ada yang tidak membawa maka akan dipulangkan ke daerah asalnya.

Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, dalam pelaksanaan Natal dan tahun baru pihaknya akan melakukan operasi lilin dari 21 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021. Polres Jembrana menurunkan 141 personel untuk pengamanan ibadah natal dan peringatan tahun baru.

“Kita sudah membuat pospam di mana masyarakat melaksanakan ibadah Natal,” terangnya.

Pada malam tahun baru, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perayaan malam pergantian tahun, tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

“Apabila terjadi pelanggaran protokol kesehatan akan kami tindak tegas,” ujarnya.

Khusus di Pelabuhan Gilimanuk ditambah personel untuk pengamanan. Penambahan petugas tersebut untuk menjaga dari gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat Bali, serta menindaklanjuti surat edaran Gubernur Bali terkait dengan aturan masuk Bali.

“Dalam surat edaran ada pengetatan untuk masuk Bali, sehingga kami TNI dan Polri bersama stakeholder terkait akan menerapkan aturan,” terangnya.

Dandim 1617 Jembrana Letkol Inf. Hasrifuddin Haruna menambahkan, pengaman pada Natal dan tahun baru khusus pengamanan di Pelabuhan Gilimanuk menambah 20 orang personil dalam rangka penegakan protokol kesehatan.

“Kita selama ini sudah tegas. Nanti akan dipertegas lagi bahwa siapapun yang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk wajib membawa hasil negatif rapid test antigen,” terangnya.

Pelaku perjalanan yang masuk Bali tidak membawa rapid test antigen dengan hasil negatif, maka akan dipulangkan paksa ke daerah asalnya.

”Kalau nanti tidak membawa rapid test antigen dan bersedia rapid test antigen di Gilimanuk akan difasilitasi. Jika tidak mau rapid test dan hasil rapid test positif akan dikembalikan ke Ketapang,” tegasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/