alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Perayaan Malam Tahun Baru, Ruang Terbuka Hijau di Buleleng Ditutup

SINGARAJA– Sejumlah areal publik di Kabupaten Buleleng ditutup Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Buleleng selama malam perayaan tahun baru. Penutupan diharapkan tidak menimbulkan kerumunan yang berpotensi memicu penyebaran covid-19.

 

Keputusan itu diambil saat Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng melakukan rapat koordinasi di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Rabu (15/12) pagi. Rapat dipimpin Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.

 

Agus mengatakan satgas memutuskan mengambil sejumlah kebijakan strategis. Kebijakan itu merupakan tindaklanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2021. Salah satu kebijakan yang diambil, ialah menutup sejumlah fasilitas publik. Yakni, ruang terbuka hijau (RTH).

 

Total ada 4 fasilitas publik yang akan ditutup. Yakni Taman Kota Singaraja, RTH Soenda Ketjil, RTH Yowana Asri, serta kawasan Eks Pelabuhan Buleleng. Biasanya Taman Kota Singaraja dan Eks Pelabuhan Buleleng selalu menjadi pusat kerumunan massa pada malam pergantian tahun.

Baca Juga:  Kasus di Bali Turun Drastis, Warga Tolak Isoter Jadi Tantangan Baru

 

“Seluruh tempat keramaian, yakni RTH dan alun-alun kota akan ditutup. Khusus untuk malam pergantian tahun saja. Sehingga kita bisa sama-sama mencegah penyebaran covid-19. Kami berharap agar kasus covid-19 ini bisa landai terus,” kata Agus usai rapat.

 

Ia pun menginstruksikan agar seluruh kecamatan mengikuti langkah serupa. Fasilitas publik yang berpotensi menjadi lokasi titik kumpul agar ditutup sementara waktu. Guna menghindari terjadinya kerumunan.

 

Di sisi lain Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Letkol Inf Windra Lisrianto mengatakan, aparat keamanan akan mengawasi secara ketat beberapa lokasi publik dan tempat wisata.

 

Menurutnya satgas telah memetakan sejumlah titik kerumunan yang berpotensi terjadi.

Baca Juga:  Seleksi Rampung, Kursi Direksi PD Pasar Buleleng Terisi

 

Selain di Taman Kota Singaraja dan Eks Pelabuhan Buleleng, ada beberapa titik lainnya yang berpotensi menjadi titik kumpul masyarakat.

 

Di antaranya di Pantai Lovina dan Pantai Penimbangan. Nantinya aparat keamanan bersama pecalang akan melakukan pengawasan protokol kesehatan secara ketat di lokasi-lokasi tersebut.

 

“Kita semua tidak ingin lokasi-lokasi itu menjadi klaster. Kami harap masyarakat dan pengelola nantinya bisa menerapkan protokol kesehatan. Sehingga semua merasa aman dan nyaman,” kata Windra.

- Advertisement -

- Advertisement -

SINGARAJA– Sejumlah areal publik di Kabupaten Buleleng ditutup Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Buleleng selama malam perayaan tahun baru. Penutupan diharapkan tidak menimbulkan kerumunan yang berpotensi memicu penyebaran covid-19.

 

Keputusan itu diambil saat Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng melakukan rapat koordinasi di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Rabu (15/12) pagi. Rapat dipimpin Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.


 

Agus mengatakan satgas memutuskan mengambil sejumlah kebijakan strategis. Kebijakan itu merupakan tindaklanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2021. Salah satu kebijakan yang diambil, ialah menutup sejumlah fasilitas publik. Yakni, ruang terbuka hijau (RTH).

 

Total ada 4 fasilitas publik yang akan ditutup. Yakni Taman Kota Singaraja, RTH Soenda Ketjil, RTH Yowana Asri, serta kawasan Eks Pelabuhan Buleleng. Biasanya Taman Kota Singaraja dan Eks Pelabuhan Buleleng selalu menjadi pusat kerumunan massa pada malam pergantian tahun.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Pimpin Rapat Terkait APBDes Tahun Anggaran 2022

 

“Seluruh tempat keramaian, yakni RTH dan alun-alun kota akan ditutup. Khusus untuk malam pergantian tahun saja. Sehingga kita bisa sama-sama mencegah penyebaran covid-19. Kami berharap agar kasus covid-19 ini bisa landai terus,” kata Agus usai rapat.

 

Ia pun menginstruksikan agar seluruh kecamatan mengikuti langkah serupa. Fasilitas publik yang berpotensi menjadi lokasi titik kumpul agar ditutup sementara waktu. Guna menghindari terjadinya kerumunan.

 

Di sisi lain Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Letkol Inf Windra Lisrianto mengatakan, aparat keamanan akan mengawasi secara ketat beberapa lokasi publik dan tempat wisata.

 

Menurutnya satgas telah memetakan sejumlah titik kerumunan yang berpotensi terjadi.

Baca Juga:  Dalami Penyebab Kematian, Hiu Mati Dibedah Tim Dokter, Ini Pemicunya…

 

Selain di Taman Kota Singaraja dan Eks Pelabuhan Buleleng, ada beberapa titik lainnya yang berpotensi menjadi titik kumpul masyarakat.

 

Di antaranya di Pantai Lovina dan Pantai Penimbangan. Nantinya aparat keamanan bersama pecalang akan melakukan pengawasan protokol kesehatan secara ketat di lokasi-lokasi tersebut.

 

“Kita semua tidak ingin lokasi-lokasi itu menjadi klaster. Kami harap masyarakat dan pengelola nantinya bisa menerapkan protokol kesehatan. Sehingga semua merasa aman dan nyaman,” kata Windra.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/