alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Rawan Banjir, Oknum Warga Masih Banyak Buang Sampah Kasur ke Sungai

NEGARA– Meski sejumlah antisipasi dilakukan pemerintah untuk siaga di lokasi rawan banjir saat musim hujan. Namun kesiapan pemerintah itu nampaknya belum diimbangi dengan kesadaran warga.

Pasalnya, meski setiap tahun ada sejumlah titik kawasan rawan banjir, warga masih juga membuang sampah ke sungai.

Parahnya lagi, sampah oknum warga itu bukan hanya sampah plastic, namun sampah kasur, dan beragam sampah juga dibuang ke sungai.

Seperti yang terjadi di aliran sungai Bendung Banyubiru I di Desa Kaliakah, Negara. Meski masuk kawasan rawan banjir, banyak oknum warga yang tetap membuang sampah di tempat ini dan disinyalir rawan terjadinya endapan dan sumbatan

Kepala pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo Artha Permana mengatakan, setiap musim hujan beberapa titik Jembrana, terutama Kota Negara menjadi langganan banjir.

Baca Juga:  Paceklik Ikan, Pendapatan Nelayan Jembrana Merosot Miliaran Rupiah

Seperti sebagian wilayah Desa Kaliakah, dan daerah bantaran sungai Ijogading. Penyebab banjir, selain curah hujan yang tinggi dipengaruhi faktor teknis lainnya seperti bendung yang telat dibuka dan masalah sampah yang menyumbat aliran air.

Karena itu, wilayah Kaliakah terutama yang dekat dengan bendung Banyubiru 1 dan bendung di Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, menjadi fokus perhatian.

“Dua titik ini menjadi fokus perhatian kami, karena sering terjadi banjir,” terangnya.

Sebelum musim hujan ini, pihaknya juga mengaku sudah melakukan antisipasi di dua wilayah tersebut dengan membersihkan sungai dari sampah dan normalisasi sungai dengan pengerukan sedimentasi oleh dinas terkait.

Namun meski sudah diantisipasi, potensi banjir bisa saja terjadi akibat banyaknya sampah yang masih dibuang ke aliran air sehingga bisa menyebabkan banjir.

Baca Juga:  Soal Banjir Pengambengan, Bupati Minta Jangan Mau Terprovokasi Pilkada

“Kami sudah siagakan personil 24 jam untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor untuk meminimalisir adanya korban, baik materi maupun korban jiwa,”tukasnya.

 



NEGARA– Meski sejumlah antisipasi dilakukan pemerintah untuk siaga di lokasi rawan banjir saat musim hujan. Namun kesiapan pemerintah itu nampaknya belum diimbangi dengan kesadaran warga.

Pasalnya, meski setiap tahun ada sejumlah titik kawasan rawan banjir, warga masih juga membuang sampah ke sungai.

Parahnya lagi, sampah oknum warga itu bukan hanya sampah plastic, namun sampah kasur, dan beragam sampah juga dibuang ke sungai.

Seperti yang terjadi di aliran sungai Bendung Banyubiru I di Desa Kaliakah, Negara. Meski masuk kawasan rawan banjir, banyak oknum warga yang tetap membuang sampah di tempat ini dan disinyalir rawan terjadinya endapan dan sumbatan

Kepala pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo Artha Permana mengatakan, setiap musim hujan beberapa titik Jembrana, terutama Kota Negara menjadi langganan banjir.

Baca Juga:  Paceklik Ikan, Pendapatan Nelayan Jembrana Merosot Miliaran Rupiah

Seperti sebagian wilayah Desa Kaliakah, dan daerah bantaran sungai Ijogading. Penyebab banjir, selain curah hujan yang tinggi dipengaruhi faktor teknis lainnya seperti bendung yang telat dibuka dan masalah sampah yang menyumbat aliran air.

Karena itu, wilayah Kaliakah terutama yang dekat dengan bendung Banyubiru 1 dan bendung di Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, menjadi fokus perhatian.

“Dua titik ini menjadi fokus perhatian kami, karena sering terjadi banjir,” terangnya.

Sebelum musim hujan ini, pihaknya juga mengaku sudah melakukan antisipasi di dua wilayah tersebut dengan membersihkan sungai dari sampah dan normalisasi sungai dengan pengerukan sedimentasi oleh dinas terkait.

Namun meski sudah diantisipasi, potensi banjir bisa saja terjadi akibat banyaknya sampah yang masih dibuang ke aliran air sehingga bisa menyebabkan banjir.

Baca Juga:  Mau Mandi, Dua Pelajar SMP Malah Tenggelam di Bendungan Palasari

“Kami sudah siagakan personil 24 jam untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor untuk meminimalisir adanya korban, baik materi maupun korban jiwa,”tukasnya.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/