alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Kisah Ni Putu Melina Menikah Tanpa Lelaki Banjir Simpati Warganet

Kisah Ni Putu Melina, 22, yang menikah tanpa lelaki mengundang simpati dari warganet. Mereka secara umum ikut simpati dan memberikan doa agar Melina tetap sabar dan tabah menjalani hidup.

IB INDRA PRASETIA, Gianyar

DIKETAHUI, Ni Putu Melina menikah tanpa adanya lelaki. Calon pengantin lelaki atau calon suaminya tiba-tiba membatalkan pernikahan dua hari sebelum pelaksanaan pernikahan mereka.

Padahal, persiapan menuju pernikahan sudah matang. Di antaranya mencari hari baik, menyebar undangan, bahkan sudah ada prewedding. Tidak itu saja, sulinggih yang akan memimpin proses pernikahan juga sudah siap.

“Namun dua hari sebelum upacara pernikahan, si lelaki mendadak mengatakan tidak mau nyentana,” ujar ayah Melina, I Ketut Suwardita, Minggu (16/1).

Karena persiapan sudah matang, tinggal prosesi pada hari H pada 12 Januari 2022, maka diputuskan Melina tetap melanjutkan prosesi pernikahan. Meski tanpa adanya pengantin laki-laki atau calon suaminya.

“Anak saya bilang sudah mantap untuk mencari sentana. Tapi karena dia (si lelaki, red) tidak mau, dan segala perlengkapan upacara telah disiapkan, sehingga upacara pernikahan tetap kami langsungkan meskipun tanpa lelaki,” ujarnya. 

- Advertisement -

Kisah ini berawal ketika Ni Putu Melina menjalin asmara dengan lelaki yang masih satu banjar/ dusun, yakni Banjar Banda, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Perjalanan hubungan keduanya putus-nyambung.

Akhirnya, si lelaki ingin menyambung hubungan yang terputus. Melina memberi syarat, si lelaki sebagai sentana. Di Bali, sentana artinya sang lelaki sebagai “perempuan” (predana), sedangkan si perempuan sebagai “laki-laki” (purusha/ kepala keluarga). Ini artinya mengambil jalur keturunan dari pihak perempuan (istri). Semacam hubungan matrilineal (garis ibu).

Dengan demikian, seorang suami yang menjadi sentana putus hubungan dengan garis orang tuanya atau leluhurnya. Dia masuk ke jalur orang tua pengantin perempuan. Dengan begitu, seorang laki-laki yang melakukan sentana juga putus hubungan waris dari orang tuanya. Itu artinya lelaki yang menjadi sentana sudah putus hubungan dan kewajiban atas sanggah/ merajan (tempat pemujaan) leluhurnya.

Baca Juga:  Kebun Raya Gianyar akan Grand Opening saat PPKM Darurat

Perempuan yang mencari suami sentana kerap terjadi di Bali. Umumnya ketika orang tua tidak memiliki anak laki-laki. Alias hanya memiliki anak perempuan. Agar “keturunannya” tidak terputus, maka seorang anak perempuan mencari suami sentana, sehingga seorang anak perempuan tidak perlu “keluar” dari rumah orang tuanya ketika menikah dengan laki-laki.

Perkawinan sentana ini berkebalikan dari perkawinan pada umumnya di Bali. Umumnya, di Bali mengambil garis ayah (patrilineal). Dengan demikian, perempuan Bali yang menikah akan keluar dari orang tuanya, dan masuk dalam keluarga suaminya.

Walau begitu, kini muncul fenomena perkawinan pada gelahang. Dalam model perkawinan ini, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama purusha atau purusa (kepala keluarga). Keduanya tidak terputus dari garis keturunan orang tua masing-masing.

Kembali soal pernikahan Ni Putu Melina dan calon suaminya yang batal itu, ayah Melina menjelaskan, syarat yang diminta Melina diterima pacarnya untuk menjadi suami sentana. Bahkan, Melina akhirnya hamil. Kehamilan Melina pun disambut baik oleh semua pihak, termasuk si lelaki. Mereka pun memantapkan diri untuk menikah.

Pihak orang tua calon suami dari Melina sempat menolak anaknya menjadi suami sentana. Namun, si calon suami bersikeras tetap akan menikahi Melina bahkan mengancam kabur dari rumah.

Akhirnya diputuskan waktu pernikahan tanggal 12 Januari 2022. Tapi, dua hari sebelum hari pernikahan, ternyata calon suaminya itu membatalkan. Padahal semua sudah dipersiapkan. Karena itu, pernikahan Ni Putu Melina tetap digelar, meski tanpa suami sentannya.

 

Kisah Ni Putu Melina ini pun mengundang banyak simpati dari warganet. Seperti komentar warganet yang membanjiri tautan berita Heboh, Pengantin Perempuan Menikah Tanpa Lelaki di Gianyar Bali di Fanspage Radar Bali yang diposkan 17 Januari 2022. Dalam hitungan jam, sudah puluhan orang memberi komentar.

Baca Juga:  Bali Kebagian Kelola 15 Ribu Hektare Hutan, Lebih Luas dari Denpasar

Berikut sejumlah komentar warganet yang menaruh simpati terhadap Ni Putu Melina:

Jr* Ma**** D****: Semoga tabah nggih , tetap semangat menunggu si bayi lahir .

Ju**As***: Ttp semangat geg cantik…semoga sehat berbahagia slalu…nti akan indah pada waktu na,yakin dan percayalah.

Ketut Ga***: Ttap semangat Gek cantik,, semoga Tuhan mengasi jlan yg baik buwat kamu, nak muwani sing Jantan (orang lelaki tidak jantan).

Mul***** Komang: Semoga diberi kekuatan dan ketabahan

Ketut La***: kasian banget yg perempuan.dan semoga sehat dan sabar.kesabaranmu akan membuahkan hasil dikemudian hari.

Ky** Ri****: Mudah”an bayinya cowok. Jadilah single parent yang baik. Jangan hiraukan cowok yang gak bertanggung jawab.

De** Pu*** Sudi******: Laporkan saja, menghamili tanpa menikahi.

Ketut Su****: Klo ada kasus tidak mau nyentana.mungkin nganten pada gelahang bisa jadi solusi

GstAyu Putu D*** Les****: Percaya KARMA dan biar Tuhan yg membalas perbuatan si cowok klo dy punya anak cwek nnti siap siap aja klo karmanya menimpa anaknya, memang tidak adil klo anak menerima karma org tuanya tp tidak ada yg tidak adil di dunia ini klo Tuhan sudah bertindak

A** Ma****: Semoga bayinya Laki2 yg bisa jadi Purusha di keluarganya, smg semua diberi ketabahan. Tiap keluarga pasti punya masalah dg soal yg berbeda beda. Tetap kuat dan smg ada solusi utk Akte Perkawinsn dan Akte Kelahirannya.

Ber****: Kasihan ya ..ceritanya sedih banget seperti sinetron benar 2 kenyataan

I Made Su*****: Sangat menyedihkan, sudah pernah dimuat di medsos, tyg kira dimana kejadiannya, ternyata di desa tetangga, semoga tabah nggih.

- Advertisement -

Kisah Ni Putu Melina, 22, yang menikah tanpa lelaki mengundang simpati dari warganet. Mereka secara umum ikut simpati dan memberikan doa agar Melina tetap sabar dan tabah menjalani hidup.

IB INDRA PRASETIA, Gianyar

DIKETAHUI, Ni Putu Melina menikah tanpa adanya lelaki. Calon pengantin lelaki atau calon suaminya tiba-tiba membatalkan pernikahan dua hari sebelum pelaksanaan pernikahan mereka.

Padahal, persiapan menuju pernikahan sudah matang. Di antaranya mencari hari baik, menyebar undangan, bahkan sudah ada prewedding. Tidak itu saja, sulinggih yang akan memimpin proses pernikahan juga sudah siap.

“Namun dua hari sebelum upacara pernikahan, si lelaki mendadak mengatakan tidak mau nyentana,” ujar ayah Melina, I Ketut Suwardita, Minggu (16/1).

Karena persiapan sudah matang, tinggal prosesi pada hari H pada 12 Januari 2022, maka diputuskan Melina tetap melanjutkan prosesi pernikahan. Meski tanpa adanya pengantin laki-laki atau calon suaminya.

“Anak saya bilang sudah mantap untuk mencari sentana. Tapi karena dia (si lelaki, red) tidak mau, dan segala perlengkapan upacara telah disiapkan, sehingga upacara pernikahan tetap kami langsungkan meskipun tanpa lelaki,” ujarnya. 

Kisah ini berawal ketika Ni Putu Melina menjalin asmara dengan lelaki yang masih satu banjar/ dusun, yakni Banjar Banda, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Perjalanan hubungan keduanya putus-nyambung.

Akhirnya, si lelaki ingin menyambung hubungan yang terputus. Melina memberi syarat, si lelaki sebagai sentana. Di Bali, sentana artinya sang lelaki sebagai “perempuan” (predana), sedangkan si perempuan sebagai “laki-laki” (purusha/ kepala keluarga). Ini artinya mengambil jalur keturunan dari pihak perempuan (istri). Semacam hubungan matrilineal (garis ibu).

Dengan demikian, seorang suami yang menjadi sentana putus hubungan dengan garis orang tuanya atau leluhurnya. Dia masuk ke jalur orang tua pengantin perempuan. Dengan begitu, seorang laki-laki yang melakukan sentana juga putus hubungan waris dari orang tuanya. Itu artinya lelaki yang menjadi sentana sudah putus hubungan dan kewajiban atas sanggah/ merajan (tempat pemujaan) leluhurnya.

Baca Juga:  Tak Wajibkan PCR, Kunjungan Wisatawan ke Badung Mulai Meningkat

Perempuan yang mencari suami sentana kerap terjadi di Bali. Umumnya ketika orang tua tidak memiliki anak laki-laki. Alias hanya memiliki anak perempuan. Agar “keturunannya” tidak terputus, maka seorang anak perempuan mencari suami sentana, sehingga seorang anak perempuan tidak perlu “keluar” dari rumah orang tuanya ketika menikah dengan laki-laki.

Perkawinan sentana ini berkebalikan dari perkawinan pada umumnya di Bali. Umumnya, di Bali mengambil garis ayah (patrilineal). Dengan demikian, perempuan Bali yang menikah akan keluar dari orang tuanya, dan masuk dalam keluarga suaminya.

Walau begitu, kini muncul fenomena perkawinan pada gelahang. Dalam model perkawinan ini, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama purusha atau purusa (kepala keluarga). Keduanya tidak terputus dari garis keturunan orang tua masing-masing.

Kembali soal pernikahan Ni Putu Melina dan calon suaminya yang batal itu, ayah Melina menjelaskan, syarat yang diminta Melina diterima pacarnya untuk menjadi suami sentana. Bahkan, Melina akhirnya hamil. Kehamilan Melina pun disambut baik oleh semua pihak, termasuk si lelaki. Mereka pun memantapkan diri untuk menikah.

Pihak orang tua calon suami dari Melina sempat menolak anaknya menjadi suami sentana. Namun, si calon suami bersikeras tetap akan menikahi Melina bahkan mengancam kabur dari rumah.

Akhirnya diputuskan waktu pernikahan tanggal 12 Januari 2022. Tapi, dua hari sebelum hari pernikahan, ternyata calon suaminya itu membatalkan. Padahal semua sudah dipersiapkan. Karena itu, pernikahan Ni Putu Melina tetap digelar, meski tanpa suami sentannya.

 

Kisah Ni Putu Melina ini pun mengundang banyak simpati dari warganet. Seperti komentar warganet yang membanjiri tautan berita Heboh, Pengantin Perempuan Menikah Tanpa Lelaki di Gianyar Bali di Fanspage Radar Bali yang diposkan 17 Januari 2022. Dalam hitungan jam, sudah puluhan orang memberi komentar.

Baca Juga:  Pipa PDAM Putus, 16.000 Pelanggan di Klungkung Alami Krisis Air Bersih

Berikut sejumlah komentar warganet yang menaruh simpati terhadap Ni Putu Melina:

Jr* Ma**** D****: Semoga tabah nggih , tetap semangat menunggu si bayi lahir .

Ju**As***: Ttp semangat geg cantik…semoga sehat berbahagia slalu…nti akan indah pada waktu na,yakin dan percayalah.

Ketut Ga***: Ttap semangat Gek cantik,, semoga Tuhan mengasi jlan yg baik buwat kamu, nak muwani sing Jantan (orang lelaki tidak jantan).

Mul***** Komang: Semoga diberi kekuatan dan ketabahan

Ketut La***: kasian banget yg perempuan.dan semoga sehat dan sabar.kesabaranmu akan membuahkan hasil dikemudian hari.

Ky** Ri****: Mudah”an bayinya cowok. Jadilah single parent yang baik. Jangan hiraukan cowok yang gak bertanggung jawab.

De** Pu*** Sudi******: Laporkan saja, menghamili tanpa menikahi.

Ketut Su****: Klo ada kasus tidak mau nyentana.mungkin nganten pada gelahang bisa jadi solusi

GstAyu Putu D*** Les****: Percaya KARMA dan biar Tuhan yg membalas perbuatan si cowok klo dy punya anak cwek nnti siap siap aja klo karmanya menimpa anaknya, memang tidak adil klo anak menerima karma org tuanya tp tidak ada yg tidak adil di dunia ini klo Tuhan sudah bertindak

A** Ma****: Semoga bayinya Laki2 yg bisa jadi Purusha di keluarganya, smg semua diberi ketabahan. Tiap keluarga pasti punya masalah dg soal yg berbeda beda. Tetap kuat dan smg ada solusi utk Akte Perkawinsn dan Akte Kelahirannya.

Ber****: Kasihan ya ..ceritanya sedih banget seperti sinetron benar 2 kenyataan

I Made Su*****: Sangat menyedihkan, sudah pernah dimuat di medsos, tyg kira dimana kejadiannya, ternyata di desa tetangga, semoga tabah nggih.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/