alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Siap-Siap! DPRD Tabanan Incar 93 Titik Objek Parkir Baru

TABANAN – DPRD Tabanan incar 93 titik objek parkir baru yang potensial untuk digarap dan itu berpeluang jadi sumber pendapatan asli daerah (PAD). Hal itu diungkap Ketua DPRD Tabanan, I Made Dirga, dari hasil pendataan DPRD Tabanan bersama tim ahli.

 

“Dulu hanya ada 31 objek. Sekarang setelah kami data, kami temukan 93 titik objek parkir,” kata Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, Minggu, (16/1).

 

Temuan 93 titik objek parkir tersebut beriringan dengan kemunculan toko-toko modern dan tempat perbelanjaan yang bisa diarahkan sebagai objek parkir pelataran. Begitu juga dengan munculnya beberapa fasilitas umum dan hiburan di Tabanan.

 

“Dulu memang ada objek parkir pelataran. Tapi jumlahnya sedikit,” imbuhnya.

- Advertisement -

 

Made Dirga meminta agar potensi penerimaan dari retribusi pajak parkir di Kabupaten Tabanan yang sangat besar, harus tergarap maksimal dengan baik. Ini sebagai salah satu cara meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2022. Dan itu bisa dilakukan Dinas Perhubungan Tabanan.

Baca Juga:  Gegara Abrasi, Bangunan PPI Kusamba yang Habiskan Rp 18 Miliar Hancur

 

Dia menambahkan, optimalisasi dari sisi penambahan objek pajak ini idealnya dilakukan di mana saja sepanjang memungkinkan dan berada di wilayah Kabupaten Tabanan.

 

“Di mana saja. Bukan hanya di by pass saja. Di mana saja ada objek, harus didata. Kemarin itu hanya 31 titik. Kenapa tidak ada peningkatan. Sementara pembangunan toko modern, tempat perbelanjaan, dan fasilitas umum lainnya jalan terus dan meningkat,” sebutnya.

 

Dirga juga menilai optimalisasi pajak parkir diperlukan karena sekarang ini cukup banyak lokasi-lokasi parkir di bumi lumbung beras.

 

“Kami minta dinas terkait memaksimalkan retribusi dari pajak parkir yang ada. Selain untuk meningkatkan PAD, hal tersebut agar pengelolaannya semakin jelas dan baik,” ungkapnya.

 

Kendati demikian, Dirga menyebutkan bahwa asumsi dan pilihan ini masih dalam tahap pembahasan. Bahkan masuk dalam prioritas pembahasan dari sisi aturannya yang bentuknya perda. Berhubung rancangan perubahan peraturan daerah (ranperda) terkait itu sudah masuk ke DPRD.

Baca Juga:  Sudah Viral, Warga Dihimbau Tak Terpancing Perusakan Pura di Lunyuk

 

Selain itu Dirga menambahkan pembentukan Perusahaan Daerah (PD) Parkir masih akan menjadi prioritas pembahasan di DPRD Tabanan. 

 

Dari hasil studi banding ke daerah lainnya, kemungkinan perusahaan semacam itu akan terbentuk. Akan tetapi membentuk lembaga PD Parkir yang pastinya menambah biaya.

 

“Jadi legislatif lebih memilih meningkatkan sumber pendapatan dari pengelolaan parkir terlebih dahulu,” jelasnya.

 

Apalagi dari hasil pendataan antara DPRD dengan tim ahlinya, objek parkir di Tabanan masih bisa ditambah sampai tiga kali lipat dari yang tergarap saat ini.

 

“Kalau kami lihat, sepertinya belum kami mengarah ke sana (bentuk PD Parkir). Kelola objek-objek parkir yang belum tergarap dulu,” tandasnya.

- Advertisement -

- Advertisement -

TABANAN – DPRD Tabanan incar 93 titik objek parkir baru yang potensial untuk digarap dan itu berpeluang jadi sumber pendapatan asli daerah (PAD). Hal itu diungkap Ketua DPRD Tabanan, I Made Dirga, dari hasil pendataan DPRD Tabanan bersama tim ahli.

 

“Dulu hanya ada 31 objek. Sekarang setelah kami data, kami temukan 93 titik objek parkir,” kata Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, Minggu, (16/1).


 

Temuan 93 titik objek parkir tersebut beriringan dengan kemunculan toko-toko modern dan tempat perbelanjaan yang bisa diarahkan sebagai objek parkir pelataran. Begitu juga dengan munculnya beberapa fasilitas umum dan hiburan di Tabanan.

 

“Dulu memang ada objek parkir pelataran. Tapi jumlahnya sedikit,” imbuhnya.

 

Made Dirga meminta agar potensi penerimaan dari retribusi pajak parkir di Kabupaten Tabanan yang sangat besar, harus tergarap maksimal dengan baik. Ini sebagai salah satu cara meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2022. Dan itu bisa dilakukan Dinas Perhubungan Tabanan.

Baca Juga:  Pastikan Rustiani Tak Terlantar, Dua Anggota DPRD Jadi Orangtua Asuh

 

Dia menambahkan, optimalisasi dari sisi penambahan objek pajak ini idealnya dilakukan di mana saja sepanjang memungkinkan dan berada di wilayah Kabupaten Tabanan.

 

“Di mana saja. Bukan hanya di by pass saja. Di mana saja ada objek, harus didata. Kemarin itu hanya 31 titik. Kenapa tidak ada peningkatan. Sementara pembangunan toko modern, tempat perbelanjaan, dan fasilitas umum lainnya jalan terus dan meningkat,” sebutnya.

 

Dirga juga menilai optimalisasi pajak parkir diperlukan karena sekarang ini cukup banyak lokasi-lokasi parkir di bumi lumbung beras.

 

“Kami minta dinas terkait memaksimalkan retribusi dari pajak parkir yang ada. Selain untuk meningkatkan PAD, hal tersebut agar pengelolaannya semakin jelas dan baik,” ungkapnya.

 

Kendati demikian, Dirga menyebutkan bahwa asumsi dan pilihan ini masih dalam tahap pembahasan. Bahkan masuk dalam prioritas pembahasan dari sisi aturannya yang bentuknya perda. Berhubung rancangan perubahan peraturan daerah (ranperda) terkait itu sudah masuk ke DPRD.

Baca Juga:  Dewan “Teriak” KUA/PPAS Tabanan Molor, Eksekutif Mengaku karena Ini

 

Selain itu Dirga menambahkan pembentukan Perusahaan Daerah (PD) Parkir masih akan menjadi prioritas pembahasan di DPRD Tabanan. 

 

Dari hasil studi banding ke daerah lainnya, kemungkinan perusahaan semacam itu akan terbentuk. Akan tetapi membentuk lembaga PD Parkir yang pastinya menambah biaya.

 

“Jadi legislatif lebih memilih meningkatkan sumber pendapatan dari pengelolaan parkir terlebih dahulu,” jelasnya.

 

Apalagi dari hasil pendataan antara DPRD dengan tim ahlinya, objek parkir di Tabanan masih bisa ditambah sampai tiga kali lipat dari yang tergarap saat ini.

 

“Kalau kami lihat, sepertinya belum kami mengarah ke sana (bentuk PD Parkir). Kelola objek-objek parkir yang belum tergarap dulu,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/