alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Bupati Jembrana Resmikan Puskesmas Rawat Inap Mendoyo

NEGARA – Puskesmas rawat inap Mendoyo, akhirnya diresmikan Bupati Jembrana I Putu Artha, Sabtu (31/12). 

 

Bangunannya terintegrasi dengan kantor Kecamatan Mendoyo.

 

Layanannya, ditingkatkan statusnya dari Puskesmas I Mendoyo menjadi Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Mendoyo.

 

Pembangunan ini dibiayai dana alokasi khusus (DAK) 2016 sebesar Rp 4.686.393.000 dengan luas bangunan 889 m2.

 

Dilengkapi tempat parkir, ruang genset, tower air, serta penataan halaman. Juga dilengkapi alat-alat kesehatan dengan layanan poliklinik, serta pelayanan gawat darurat dan rawat inap selama 24 jam. Khusus layanan rawat inap, memiliki 15 tempat tidur dewasa, lima tempat tidur anak, boks bayi, serta ruang inkubator.

 

Seluruh kecamatan di Jembrana telah memiliki puskesmas dengan layanan rawat inap.

 

 Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan, puskesmas dengan standar layanan yang baik sangat berpengaruh terhadap tujuan pembangunan kesehatan yang diharapkan.

 

Menurut bupati, Pemkab Jembrana dibawah Dinas kesehatan Jembrana terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Jembrana, salah satunya dengan membangun puskesmas rawat inap ditiap-tiap kecamatan.

Baca Juga:  Diterjang Gelombang Tinggi 5 hari, Pesisir Gilimanuk Tergerus 10 Meter

 

“Jika sarana prasarana termasuk kualitas SDM dimasing-masing tepat pelayanan kesehatan sudah baik  maka kita harapkan secara tidak langsung standar kesehatan warga di Jembrana juga akan semakin meningkat, ucap Artha. 

BPI Daerah Ditingkatkan

 

Sementara itu, dalam kurun waktu sembilan tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, yaitu sejak 16 Februari 2011, berbagai upaya dibidang kesehatan dilaksanakan untuk meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan.

 

Serta, keselamatan pasien. Baik di pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta, mulai dari puskesmas sampai ke rumah sakit rujukan di Kabupaten Jembrana.

Bersamaan dengan integrasi JKJ ke JKBM sejak 1 Oktober 2011 pelayanan rawat jalan di semua puskesmas telah ditingkatkan mulai pukul 07.30 sampai 20.00 Wita.

 

Demikian pula beberapa puskesmas ditingkatkan statusnya menjadi puskesmas rawat inap. Sehingga, kini ada empat puskesmas non-rawat inap dan enam puskesmas rawat inap. Satu kecamatan memiliki satu puskesmas rawat inap, kecuali Kecamatan Melaya dengan dua puskesmas rawat inap. 

Baca Juga:  Terkonfirmasi Positif Covid-19, Guru Besar Undiksha Meninggal Dunia

 

Sejalan upaya Pemkab Jembrana melaksanakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara semesta di Jembrana pada 2019, dianggarkan subsidi iuran premi kepada seluruh masyarakat Jembrana yang mau menerima layanan di kelas 3 melalui Penerima Bantuan Iuran (PBI) daerah sekitar Rp 53 miliar lebih dan di 2020.

 

Dengan dinaikannya iuran premi peserta JKN oleh Pemerintah, anggaran PBI menjadi Rp 93 miliar lebih, di APBD induk terpasang Rp 69 miliar lebih dan kekurangannya akan dianggarkan di APBD Perubahan. Hingga 2020 ini, jumlah peserta JKN di Jembrana 319.334 jiwa dari 327.438 jiwa penduduk atau sekitar 97,52 persen.

 

Sebanyak 183.927 (56,17 persen) jiwa penduduk dibiayai dari PBI APBD Pemerintah Kabupaten Jembrana. Hal ini menunjukan komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk mewujudkan Universal Health Coverage. (adv)



NEGARA – Puskesmas rawat inap Mendoyo, akhirnya diresmikan Bupati Jembrana I Putu Artha, Sabtu (31/12). 

 

Bangunannya terintegrasi dengan kantor Kecamatan Mendoyo.

 

Layanannya, ditingkatkan statusnya dari Puskesmas I Mendoyo menjadi Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Mendoyo.

 

Pembangunan ini dibiayai dana alokasi khusus (DAK) 2016 sebesar Rp 4.686.393.000 dengan luas bangunan 889 m2.

 

Dilengkapi tempat parkir, ruang genset, tower air, serta penataan halaman. Juga dilengkapi alat-alat kesehatan dengan layanan poliklinik, serta pelayanan gawat darurat dan rawat inap selama 24 jam. Khusus layanan rawat inap, memiliki 15 tempat tidur dewasa, lima tempat tidur anak, boks bayi, serta ruang inkubator.

 

Seluruh kecamatan di Jembrana telah memiliki puskesmas dengan layanan rawat inap.

 

 Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan, puskesmas dengan standar layanan yang baik sangat berpengaruh terhadap tujuan pembangunan kesehatan yang diharapkan.

 

Menurut bupati, Pemkab Jembrana dibawah Dinas kesehatan Jembrana terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Jembrana, salah satunya dengan membangun puskesmas rawat inap ditiap-tiap kecamatan.

Baca Juga:  Ratusan Komik hingga Novel Jadi Koleksi di Rumah Baca Dewarra Tabanan

 

“Jika sarana prasarana termasuk kualitas SDM dimasing-masing tepat pelayanan kesehatan sudah baik  maka kita harapkan secara tidak langsung standar kesehatan warga di Jembrana juga akan semakin meningkat, ucap Artha. 

BPI Daerah Ditingkatkan

 

Sementara itu, dalam kurun waktu sembilan tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, yaitu sejak 16 Februari 2011, berbagai upaya dibidang kesehatan dilaksanakan untuk meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan.

 

Serta, keselamatan pasien. Baik di pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta, mulai dari puskesmas sampai ke rumah sakit rujukan di Kabupaten Jembrana.

Bersamaan dengan integrasi JKJ ke JKBM sejak 1 Oktober 2011 pelayanan rawat jalan di semua puskesmas telah ditingkatkan mulai pukul 07.30 sampai 20.00 Wita.

 

Demikian pula beberapa puskesmas ditingkatkan statusnya menjadi puskesmas rawat inap. Sehingga, kini ada empat puskesmas non-rawat inap dan enam puskesmas rawat inap. Satu kecamatan memiliki satu puskesmas rawat inap, kecuali Kecamatan Melaya dengan dua puskesmas rawat inap. 

Baca Juga:  Pendapatan Setegah Miliar Lebih dari Uji Kir Ranmor Melayang

 

Sejalan upaya Pemkab Jembrana melaksanakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara semesta di Jembrana pada 2019, dianggarkan subsidi iuran premi kepada seluruh masyarakat Jembrana yang mau menerima layanan di kelas 3 melalui Penerima Bantuan Iuran (PBI) daerah sekitar Rp 53 miliar lebih dan di 2020.

 

Dengan dinaikannya iuran premi peserta JKN oleh Pemerintah, anggaran PBI menjadi Rp 93 miliar lebih, di APBD induk terpasang Rp 69 miliar lebih dan kekurangannya akan dianggarkan di APBD Perubahan. Hingga 2020 ini, jumlah peserta JKN di Jembrana 319.334 jiwa dari 327.438 jiwa penduduk atau sekitar 97,52 persen.

 

Sebanyak 183.927 (56,17 persen) jiwa penduduk dibiayai dari PBI APBD Pemerintah Kabupaten Jembrana. Hal ini menunjukan komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk mewujudkan Universal Health Coverage. (adv)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/