alexametrics
25.4 C
Denpasar
Sunday, August 7, 2022

Pemkab Jembrana Resmikan Mutiara Hijau di Jantung Kota Negara

NEGARA – Kebun Raya Jagatnatha di jantung Kota Negara, Jembrana, Kamis sore (5/12) diresmikan.

 

Seremonial peresmian Kebun Raya Jagatnatha alias Mutiara Hijau di Jantung Kota Negara ini, ditandai penandatanganan prasasti dan pemotongan pita pada pintu utama.

 

Ketua panitia launching Kebun Raya Jagatnatha yang juga Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menceritakan, sekelumit kisah awal pembangunan Kebun Raya Jagatnatha. Kehadiran Kebun Raya Jagatnatha diawali kondisi taman di sekeliling Pura Jagatnatha kurang terawat.

 

Lebih-lebih, di belakang pura banyak tanaman liar. Banyak keluhan dan usulan masyarakat disampaikan kepada Pemkab Jembrana, untuk dapat melakukan sesuatu perbaikan kondisi di sekitar Pura Jagatnatha.

 

Salah satu usulannya, agar Pemerintah Kabupaten Jembrana mengambil pengelolaan taman di sekitar pura agar bisa dirawat, dipelihara lebih baik, serta dijaga kebersihannya.

Baca Juga:  Ada Siswa SMPN 3 Dawan Positif Covid-19, Hasil Tes 24 Siswa Negatif

 

Hal ini memunculkan berbagai pemikiran, bagaimana taman ini dapat menjadi bermanfaat. Tidak saja untuk lingkungan Pura Jagatnatha, tapi juga untuk masyarakat dan kelestarian alam Jembrana,” kisah Kembang.

 

Kembang menambahkan secara bertahap, Pemkab Jembrana menjalin kerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI) melalui Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya serta Kementerian PUPR RI. Akhirnya, mendapat dukungan penuh ketua umum Yayasan Kebun Raya Indonesia, LIPI, maupun Kementerian PUPR.

 

Tujuan dibangunnya Kebun Raya Jagatnatha, untuk penataan tanaman di sekitar Pura Jagatnatha, menjaga kesucian, serta keagungan Pura Jagatnatha Jembrana. Tentunya, dengan tidak mengabaikan fungsi Kebun Raya sebagai pusat konservasi, pendidikan, penelitian, pariwisata, dan jasa lingkungan seluas 5,8 hektare.

Baca Juga:  Masih Ada KIS yang Belum Aktif, Pemerintah Diminta Optimalkan Validasi

 

Memiliki koleksi; tanaman koleksi usada 26 suku, 45 nomor koleksi, 36 genus; tanaman koleksi upakara 38 suku, 101 nomor koleksi, 85 genus; tanaman koleksi endemik: 48 suku, 103 genus, 124 spesies, 428 spesimen, pembibitan 62 Suku, 174 genus, 162   spesies, dan 1.234 spesimen.

 

Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan, kebun raya ini sebagai pusat konservasi tumbuhan. Yaitu, untuk melestarikan keanekaragaman hayati, terutama bagi tumbuhan khas Jembrana yang langka.

 

Juga pusat pendidikan lingkungan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Kebun Raya Jagatnatha sebagai daerah tujuan wisata yang nyaman, sejuk, indah, dan bersih, di tengah Kota Negara. Sehingga kami menyebutnya, Mutiara Hijau di Jantung Kota Negara, kata Bupati Artha. (adv)



NEGARA – Kebun Raya Jagatnatha di jantung Kota Negara, Jembrana, Kamis sore (5/12) diresmikan.

 

Seremonial peresmian Kebun Raya Jagatnatha alias Mutiara Hijau di Jantung Kota Negara ini, ditandai penandatanganan prasasti dan pemotongan pita pada pintu utama.

 

Ketua panitia launching Kebun Raya Jagatnatha yang juga Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menceritakan, sekelumit kisah awal pembangunan Kebun Raya Jagatnatha. Kehadiran Kebun Raya Jagatnatha diawali kondisi taman di sekeliling Pura Jagatnatha kurang terawat.

 

Lebih-lebih, di belakang pura banyak tanaman liar. Banyak keluhan dan usulan masyarakat disampaikan kepada Pemkab Jembrana, untuk dapat melakukan sesuatu perbaikan kondisi di sekitar Pura Jagatnatha.

 

Salah satu usulannya, agar Pemerintah Kabupaten Jembrana mengambil pengelolaan taman di sekitar pura agar bisa dirawat, dipelihara lebih baik, serta dijaga kebersihannya.

Baca Juga:  Wabup Ipat Hadiri Penyerahan DIPA dan TKDD Tahun Anggaran 2022

 

Hal ini memunculkan berbagai pemikiran, bagaimana taman ini dapat menjadi bermanfaat. Tidak saja untuk lingkungan Pura Jagatnatha, tapi juga untuk masyarakat dan kelestarian alam Jembrana,” kisah Kembang.

 

Kembang menambahkan secara bertahap, Pemkab Jembrana menjalin kerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI) melalui Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya serta Kementerian PUPR RI. Akhirnya, mendapat dukungan penuh ketua umum Yayasan Kebun Raya Indonesia, LIPI, maupun Kementerian PUPR.

 

Tujuan dibangunnya Kebun Raya Jagatnatha, untuk penataan tanaman di sekitar Pura Jagatnatha, menjaga kesucian, serta keagungan Pura Jagatnatha Jembrana. Tentunya, dengan tidak mengabaikan fungsi Kebun Raya sebagai pusat konservasi, pendidikan, penelitian, pariwisata, dan jasa lingkungan seluas 5,8 hektare.

Baca Juga:  Video Remaja Payudara Viral, Korban Shock, Hanya Bisa Menangis

 

Memiliki koleksi; tanaman koleksi usada 26 suku, 45 nomor koleksi, 36 genus; tanaman koleksi upakara 38 suku, 101 nomor koleksi, 85 genus; tanaman koleksi endemik: 48 suku, 103 genus, 124 spesies, 428 spesimen, pembibitan 62 Suku, 174 genus, 162   spesies, dan 1.234 spesimen.

 

Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan, kebun raya ini sebagai pusat konservasi tumbuhan. Yaitu, untuk melestarikan keanekaragaman hayati, terutama bagi tumbuhan khas Jembrana yang langka.

 

Juga pusat pendidikan lingkungan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Kebun Raya Jagatnatha sebagai daerah tujuan wisata yang nyaman, sejuk, indah, dan bersih, di tengah Kota Negara. Sehingga kami menyebutnya, Mutiara Hijau di Jantung Kota Negara, kata Bupati Artha. (adv)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/