alexametrics
26.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Undangan Pelantikan Bupati-Wabup Jembrana harus Rapid Test Antigen

NEGARA – Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana terpilih dipastikan digelar secara jarak jauh. Gubernur Bali yang melantik dengan bupati dan wakil bupati digelar virtual dari kabupaten masing-masing. 

Namun untuk waktu yang pasti pelantikan belum ditentukan, hanya saja untuk kabupaten sudah ancang-ancang menggelar pelantikan 26 Februari. 

Waktu pelantikan bisa berubah sesuai dengan waktu turunnya surat keputusan menteri dalam negeri.

Kepala Bagian Pemerintahan Sekretaris Daerah Jembrana Edy Sudarso mengatakan, berdasarkan surat dari Kementerian Dalam Negeri mengenai pelantikan, hanya menyebut pelantikan digelar Minggu keempat bulan Februari, sehingga agar persiapan maksimal ancang-ancang pelantikan 26 Februari. 

“Karena pelantikan harus serentak, kami masih menunggu petunjuk dari provinsi,” ungkapnya, usai rapat persiapan pelantikan, Rabu (17/2).

Menurutnya, pelantikan yang digelar secara jarak jauh juga harus menerapkan protokol kesehatan. Diantaranya, undangan yang hadir pelantikan di daerah hanya maksimal 25 orang, terdiri dari keluar inti bupati dan wakil bupati yang dilantik, kelengkapan pelantikan dan Forkopimda. 

Selain harus menerapkan protokol kesehatan, undangan yang hadir harus menjalani rapid test antigen sebelum masuk lokasi acara pelantikan.

Terkait tempat pelantikan, juga mempertimbangkan keamanan dan protokol kesehatan selama acara. Karena itu, pihaknya selain unsur Satpol PP dan Perhubungan, juga melibatkan TNI dan Polri melakukan pengamanan dan pengetatan protokol kesehatan. 

Salah satu yang dikhawatirkan adalah datangnya pendukung yang ingin menyaksikan pelantikan.



NEGARA – Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana terpilih dipastikan digelar secara jarak jauh. Gubernur Bali yang melantik dengan bupati dan wakil bupati digelar virtual dari kabupaten masing-masing. 

Namun untuk waktu yang pasti pelantikan belum ditentukan, hanya saja untuk kabupaten sudah ancang-ancang menggelar pelantikan 26 Februari. 

Waktu pelantikan bisa berubah sesuai dengan waktu turunnya surat keputusan menteri dalam negeri.

Kepala Bagian Pemerintahan Sekretaris Daerah Jembrana Edy Sudarso mengatakan, berdasarkan surat dari Kementerian Dalam Negeri mengenai pelantikan, hanya menyebut pelantikan digelar Minggu keempat bulan Februari, sehingga agar persiapan maksimal ancang-ancang pelantikan 26 Februari. 

“Karena pelantikan harus serentak, kami masih menunggu petunjuk dari provinsi,” ungkapnya, usai rapat persiapan pelantikan, Rabu (17/2).

Menurutnya, pelantikan yang digelar secara jarak jauh juga harus menerapkan protokol kesehatan. Diantaranya, undangan yang hadir pelantikan di daerah hanya maksimal 25 orang, terdiri dari keluar inti bupati dan wakil bupati yang dilantik, kelengkapan pelantikan dan Forkopimda. 

Selain harus menerapkan protokol kesehatan, undangan yang hadir harus menjalani rapid test antigen sebelum masuk lokasi acara pelantikan.

Terkait tempat pelantikan, juga mempertimbangkan keamanan dan protokol kesehatan selama acara. Karena itu, pihaknya selain unsur Satpol PP dan Perhubungan, juga melibatkan TNI dan Polri melakukan pengamanan dan pengetatan protokol kesehatan. 

Salah satu yang dikhawatirkan adalah datangnya pendukung yang ingin menyaksikan pelantikan.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/