alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Harga Ayam di Peternak Anjlok, Daging Potong di Pasaran Tetap Tinggi

SINGARAJA, – Harga ayam di tingkat peternak terjun bebas. Anehnya, meski harga ayam di tingkat peternak anjlok, namun harga daging ayam potong di pasar tak kunjung mengalami penurunan.

 Diduga rendahnya daya beli masyarakat, memengaruhi harga jual di tingkat peternak maupun pasar.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali di pasar tradisional, harga daging ayam masih berkisar antara Rp 30 ribu hingga Rp 32 ribu per kilogram.

Sementara di tingkat peternak, harga ayam hanya Rp 12 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram dalam kondisi hidup. Bahkan tengkulak bisa membeli ayam antara Rp 7 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram dalam kondisi hidup.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian Buleleng I Made Suparma mengatakan, dari pantauan petugas di lapangan, harga daging di tingkat peternak memang terjun bebas. Padahal harga di pasar masih relative stabil. Pihaknya pun belum tahu secara pasti apa yang memicu hal tersebut.

Baca Juga:  Manfaatkan Nuklir, Batan Sukses Persingkat Masa Panen Padi Beras Merah

“Kami juga masih bingung. Apakah ini karena pengaruh daya beli masyarakat atau memang karena situasi (ekonomi) seperti sekarang ini. Seperti peternak kami di Sawan itu, harga tertingginya hanya Rp 15ribu per kilo dalam kondisi hidup,” kata Suparma.

Dari segi produksi, Suparma menyebut jumlahnya masih stabil. Bahkan pemerintah menjamin pasokan daging ayam, masih mencukup hingga 1,5 bulan mendatang. Hanya saja, turunnya harga di tingkat peternak berpotensi membuat peternak memilih mengurangi jumlah produksi mereka.

Sementara,  Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM (Dagerinkop) Buleleng Dewa Made Sudiarta juga mengaku ada anomali di pasar dalam kondisi saat ini.

Secara teori, semestinya saat harga daging di peternak turun, harga daging di pasar juga mengalami penurunan.

Baca Juga:  Bupati Tamba Serahkan KIA dan Bantu Sembako Bagi Siswa Kurang Mampu

“Memang harga eceran daging ayam seminggu ini masih di kisaran Rp 28ribu sampai Rp 32ribu per kilogram. Mungkin harganya tidak turun karena permintaan tidak banyak, sedangkan di peternak over produksi. Akhirnya terjadi seperti sekarang ini. Pantauan kami masyarakat juga mulai selektif dalam belanja,” tukas Sudiarta. 



SINGARAJA, – Harga ayam di tingkat peternak terjun bebas. Anehnya, meski harga ayam di tingkat peternak anjlok, namun harga daging ayam potong di pasar tak kunjung mengalami penurunan.

 Diduga rendahnya daya beli masyarakat, memengaruhi harga jual di tingkat peternak maupun pasar.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali di pasar tradisional, harga daging ayam masih berkisar antara Rp 30 ribu hingga Rp 32 ribu per kilogram.

Sementara di tingkat peternak, harga ayam hanya Rp 12 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram dalam kondisi hidup. Bahkan tengkulak bisa membeli ayam antara Rp 7 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram dalam kondisi hidup.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian Buleleng I Made Suparma mengatakan, dari pantauan petugas di lapangan, harga daging di tingkat peternak memang terjun bebas. Padahal harga di pasar masih relative stabil. Pihaknya pun belum tahu secara pasti apa yang memicu hal tersebut.

Baca Juga:  Sudah Sebulan, Solar di Buleleng Langka, Dexlite Ikut Menipis

“Kami juga masih bingung. Apakah ini karena pengaruh daya beli masyarakat atau memang karena situasi (ekonomi) seperti sekarang ini. Seperti peternak kami di Sawan itu, harga tertingginya hanya Rp 15ribu per kilo dalam kondisi hidup,” kata Suparma.

Dari segi produksi, Suparma menyebut jumlahnya masih stabil. Bahkan pemerintah menjamin pasokan daging ayam, masih mencukup hingga 1,5 bulan mendatang. Hanya saja, turunnya harga di tingkat peternak berpotensi membuat peternak memilih mengurangi jumlah produksi mereka.

Sementara,  Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM (Dagerinkop) Buleleng Dewa Made Sudiarta juga mengaku ada anomali di pasar dalam kondisi saat ini.

Secara teori, semestinya saat harga daging di peternak turun, harga daging di pasar juga mengalami penurunan.

Baca Juga:  Bupati Tamba Serahkan KIA dan Bantu Sembako Bagi Siswa Kurang Mampu

“Memang harga eceran daging ayam seminggu ini masih di kisaran Rp 28ribu sampai Rp 32ribu per kilogram. Mungkin harganya tidak turun karena permintaan tidak banyak, sedangkan di peternak over produksi. Akhirnya terjadi seperti sekarang ini. Pantauan kami masyarakat juga mulai selektif dalam belanja,” tukas Sudiarta. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/