alexametrics
24.8 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Pemkab Badung Siapkan Tambahan Hotel untuk Rumah Singgah

MANGUPURA-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung menyiapkan tambahan hotel untuk rumah singgah di kawasan Kuta.

 

Penambahan rumah singgah itu, dipersiapkan pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan kedatangan para pekerja migran dan mahasiswa asal Badung yang tiba dari luar negeri.

 

Seperti disampaikan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Jumat (17/4).

 

Dijelaskan, sebagai upaya mengantisipasi adanya lonjakan gelombang kedatangan para PMI dan mahasiswa asal Badung dari luar negeri, Pemkab Badung langsung melakukan tindakan cepat dengan menyiapkan tambahan hotel untuk ruang isolasi terpusat di kawasan Kuta.

 

“Saat ini kami (Pemkab Badung) telah menyiapkan hotel yang kedua di wilayah Kuta dengan 134 kamar sebagai tempat isolasi PMI dan mahasiswa asal Badung. Termasuk serta 25 kamar untuk tenaga pendamping dari Dinas Kesehatan dan Satpol PP,”terang Wabup Suiasa disela-sela meninjau lokasi.

 

Lebih lanjut, tujuan dari penambahan kamar itu, selain untuk menekan dan mencegah penyebaran pandemi Covid-19 (Corona) yang lebih luas, upaya penambahan hotel untuk ruang isolasi terpusat itu juga sebagai upaya mempermudah penanganan.

 

“Untuk itu, sebagai antisipasi penambahan hotel, kami (Pemkab Badung) harus memastikan bahwa fasilitas akomodasi atau hotel untuk ruang isolasi tersebut siap ketika dibutuhkan,”tegas Suiasa

 

Hanya saja, kata Suiasa, sebelum menentukan hotel untuk ruang isolasi terpusat,  Pemkab juga telah menetapkan persyaratan khusus yang harus dipenuhi pihak hotel sebagai tempat isolasi yang terpusat

Baca Juga:  Sembunyi di Truk Bertutup Terpal, Dua Pelintas Diciduk Aparat TNI AL

 

Sehingga dengan kesiapan Pemkab Badung (menambah hotel untuk ruang isolasi) itu,  nantinya sesuai skema penanganan yang sama saat sampai di pintu masuk Bali, PMI langsung diarahkan untuk diperiksa petugas medis secara komprehensif.

 

“Apabila dari hasil tes medis tersebut ada PMI yang terindikasi positif Covid-19 maka akan langsung dibawa kerumah sakit rujukan untuk mendapatkan perawatan medis. Sedangkan PMI yang hasil testnya negatif kita langsung arahkan ke hotel tempat karantina,” ujar Wabup Suiasa.

 

Selain itu, bagi para pengusaha hotel lokal yang sudah ikut bersinergi dan turut serta dalam memberikan perawatan yang diperlukan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, pihaknya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih.

 

“Atas nama pemerintah dan masyarakat kami berterimakasih dan memberikan apresiasi kepada pengusaha pemilik dan manajemen hotel karena sudah memudahkan kita selaku pemerintah daerah dalam melakukan upaya riil, pasti dan terukur dalam upaya pencegahan terhadap penyebaran Covid-19,”tegasnya

.

Ditambahan, dengan adanya tempat isolasi yang tersentralisasi, Wabup Suiasa menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin memberikan jaminan dan keyakinan kepada seluruh masyarakat agar tidak ada keraguan dan kekhawatiran dengan kepulangan para PMI.

Baca Juga:  Akses Wisata Diperluas, Pengelola Diminta Lakukan Penataan Destinasi

 

“Karena PMI juga manusia biasa yang sama dengan yang lainnya,”tandasnya.

 

Untuk itu, Wabup mengajak dan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak apriori dan memberikan stigma negatif bagi para PMI karena setiap orang memiliki potensi yang sama tertular Covid-19.

 

Suiasa juga memastikan kesehatan dan keselamatan warga dan penduduk Badung yang kembali dari luar negeri dengan menampung mereka di hotel dengan fasilitas yang baik dengan didampingi petugas medis selama menjalani masa karantina.

 

“Saat ini secara total kami sudah memiliki 198 kamar tempat isolasi bagi PMI dan mahasiswa, nanti untuk kebutuhannya kita sesuaikan dengan perkembangan di lapangan karena potensi PMI Badung berjumlah 500 orang,” jelas Suiasa.

 

Pihaknya juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas dukungan semua elemen krama Badung dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

 

Sehingga Pemkab Badung menjadi lebih semangat melakukan aksi dan langkah langkah konkrit mitigasi penanggulangan Covid-19 di wilayah Kabupaten Badung dan selalu berusaha melindungi keselamatan dan kesehatan seluruh masyarakat Badung.

 

Turut serta dalam peninjauan tersebut, Kadiskes Badung dr. I Nyoman Gunarta, Kadiskominfo IGN Jaya Saputra dan Kabag Humas Made Suardita. (rba)

 



MANGUPURA-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung menyiapkan tambahan hotel untuk rumah singgah di kawasan Kuta.

 

Penambahan rumah singgah itu, dipersiapkan pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan kedatangan para pekerja migran dan mahasiswa asal Badung yang tiba dari luar negeri.

 

Seperti disampaikan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Jumat (17/4).

 

Dijelaskan, sebagai upaya mengantisipasi adanya lonjakan gelombang kedatangan para PMI dan mahasiswa asal Badung dari luar negeri, Pemkab Badung langsung melakukan tindakan cepat dengan menyiapkan tambahan hotel untuk ruang isolasi terpusat di kawasan Kuta.

 

“Saat ini kami (Pemkab Badung) telah menyiapkan hotel yang kedua di wilayah Kuta dengan 134 kamar sebagai tempat isolasi PMI dan mahasiswa asal Badung. Termasuk serta 25 kamar untuk tenaga pendamping dari Dinas Kesehatan dan Satpol PP,”terang Wabup Suiasa disela-sela meninjau lokasi.

 

Lebih lanjut, tujuan dari penambahan kamar itu, selain untuk menekan dan mencegah penyebaran pandemi Covid-19 (Corona) yang lebih luas, upaya penambahan hotel untuk ruang isolasi terpusat itu juga sebagai upaya mempermudah penanganan.

 

“Untuk itu, sebagai antisipasi penambahan hotel, kami (Pemkab Badung) harus memastikan bahwa fasilitas akomodasi atau hotel untuk ruang isolasi tersebut siap ketika dibutuhkan,”tegas Suiasa

 

Hanya saja, kata Suiasa, sebelum menentukan hotel untuk ruang isolasi terpusat,  Pemkab juga telah menetapkan persyaratan khusus yang harus dipenuhi pihak hotel sebagai tempat isolasi yang terpusat

Baca Juga:  Astungkara…Menghilang Dua Hari, Siswi SMP Sukawati Itu Akhirnya Pulang

 

Sehingga dengan kesiapan Pemkab Badung (menambah hotel untuk ruang isolasi) itu,  nantinya sesuai skema penanganan yang sama saat sampai di pintu masuk Bali, PMI langsung diarahkan untuk diperiksa petugas medis secara komprehensif.

 

“Apabila dari hasil tes medis tersebut ada PMI yang terindikasi positif Covid-19 maka akan langsung dibawa kerumah sakit rujukan untuk mendapatkan perawatan medis. Sedangkan PMI yang hasil testnya negatif kita langsung arahkan ke hotel tempat karantina,” ujar Wabup Suiasa.

 

Selain itu, bagi para pengusaha hotel lokal yang sudah ikut bersinergi dan turut serta dalam memberikan perawatan yang diperlukan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, pihaknya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih.

 

“Atas nama pemerintah dan masyarakat kami berterimakasih dan memberikan apresiasi kepada pengusaha pemilik dan manajemen hotel karena sudah memudahkan kita selaku pemerintah daerah dalam melakukan upaya riil, pasti dan terukur dalam upaya pencegahan terhadap penyebaran Covid-19,”tegasnya

.

Ditambahan, dengan adanya tempat isolasi yang tersentralisasi, Wabup Suiasa menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin memberikan jaminan dan keyakinan kepada seluruh masyarakat agar tidak ada keraguan dan kekhawatiran dengan kepulangan para PMI.

Baca Juga:  Dilanda Longsor, 253 KK di Dua Banjar di Busungbiu Terisolir

 

“Karena PMI juga manusia biasa yang sama dengan yang lainnya,”tandasnya.

 

Untuk itu, Wabup mengajak dan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak apriori dan memberikan stigma negatif bagi para PMI karena setiap orang memiliki potensi yang sama tertular Covid-19.

 

Suiasa juga memastikan kesehatan dan keselamatan warga dan penduduk Badung yang kembali dari luar negeri dengan menampung mereka di hotel dengan fasilitas yang baik dengan didampingi petugas medis selama menjalani masa karantina.

 

“Saat ini secara total kami sudah memiliki 198 kamar tempat isolasi bagi PMI dan mahasiswa, nanti untuk kebutuhannya kita sesuaikan dengan perkembangan di lapangan karena potensi PMI Badung berjumlah 500 orang,” jelas Suiasa.

 

Pihaknya juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas dukungan semua elemen krama Badung dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

 

Sehingga Pemkab Badung menjadi lebih semangat melakukan aksi dan langkah langkah konkrit mitigasi penanggulangan Covid-19 di wilayah Kabupaten Badung dan selalu berusaha melindungi keselamatan dan kesehatan seluruh masyarakat Badung.

 

Turut serta dalam peninjauan tersebut, Kadiskes Badung dr. I Nyoman Gunarta, Kadiskominfo IGN Jaya Saputra dan Kabag Humas Made Suardita. (rba)

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/