alexametrics
24.8 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Sempat Dikarantina, Kapolsek Sukasada dan Istri Kembali Beraktifitas

SINGARAJA– Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung sempat menjalani karantina mandiri di Asrama Polisi Kampung Tinggi.

Ia menjalani karantina mandiri setelah hasil rapid test  pada Rabu (13/5) lalu, menunjukkan hasil reaktif. Namun setelah melakukan uji swab, hasilnya menunjukkan negative.

Warga yang bermukim di Asrama Polisi Kampung Tinggi, Kelurahan Kampung Baru, memang sempat menjalani rapid test massal beberapa waktu lalu.

Pemeriksaan itu dilakukan, karena ada seorang warga yang baru kembali dari Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Setukpa Sukabumi.

Sekolah itu, diketahui sebagai salah satu klaster penyebaran covid-19 di Provinsi Jawa Barat.

Saat rapid test itu, ternyata hasil uji Kompol Landung dan istrinya, Sri Herawati, menunjukkan hasil positif. Landung bersama istrinya pun memutuskan melakukan karantina mandiri di rumah.

Kepada wartawan, Landung mengaku sempat bertanya-tanya ketika tahu hasil rapid-nya menunjukkan hasil positif.

Baca Juga:  Akui Zona Merah, Koster Tetap Siap Jadi Host Pertemuan Internasional

“Saya bertanya-tanya dalam diri, kira-kira saya tertular di mana. Tapi saya sadar, dalam situasi covid-19 ini semua personil (polri) all out. Tidak tahu terjangkit di lapangan atau bagaimana. Akhirnya saya isolasi diri di rumah, dengan istri. Kebetulan posisinya juga rapid positif,” kata Landung.

Pada Rabu sore, ia langsung menjalani pengambilan sampel swab pertama di RS Bali Med Singaraja. Selanjutnya pada Kamis (14/5) sore, ia kembali menjalani pengambilan sampel swab yang dilakukan tim medis dari Dinas Kesehatan Buleleng.

Selama menanti hasil swab, ia memilih berdiam diri di rumah.

Ia pun sadar bahwa dirinya masuk dalam kelompok beresiko. Sebab usianya sudah di atas 45 tahun. Selain itu ia juga memiliki riwayat penyakit jantung.

Pada Jumat (15/5) ia akhirnya menerima hasil uji sampel swab.

Baca Juga:  Hebat! Kasus Positif Naik Terus, Bali Diganjar Pusat Hadiah DID Rp 5 M

Ternyata dari dua kali uji swab, ia dinyatakan negative covid-19. “Kemarin (Sabtu, Red) saya sudah beraktifitas, dan hari ini (Minggu, Red) saya sudah bertugas kembali. Jadi saat isolasi ya saya biasa saja. Saya sadar diri kalau saya rentan. Jadi menghadapi (pandemi) ini saya harus wajib menggunakan masker dan sering-sering cuci tangan,” imbuhnya.

Sementara itu Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa mengatakan, pihaknya memang meminta agar dilakukan rapid test massal di Aspol Kampung Tinggi. Sebab ada salah seorang warga yang baru mengikuti pendidikan di Setukpa Sukabumi.

“Kami bersyukur hasilnya negative semua. Sehingga bisa menangkan personil kami yang bertugas di lapangan, termasuk keluarganya. Saya juga tekankan agar disiplin menggunakan masker, physical distancing dan social distancing,” katanya. 



SINGARAJA– Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung sempat menjalani karantina mandiri di Asrama Polisi Kampung Tinggi.

Ia menjalani karantina mandiri setelah hasil rapid test  pada Rabu (13/5) lalu, menunjukkan hasil reaktif. Namun setelah melakukan uji swab, hasilnya menunjukkan negative.

Warga yang bermukim di Asrama Polisi Kampung Tinggi, Kelurahan Kampung Baru, memang sempat menjalani rapid test massal beberapa waktu lalu.

Pemeriksaan itu dilakukan, karena ada seorang warga yang baru kembali dari Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Setukpa Sukabumi.

Sekolah itu, diketahui sebagai salah satu klaster penyebaran covid-19 di Provinsi Jawa Barat.

Saat rapid test itu, ternyata hasil uji Kompol Landung dan istrinya, Sri Herawati, menunjukkan hasil positif. Landung bersama istrinya pun memutuskan melakukan karantina mandiri di rumah.

Kepada wartawan, Landung mengaku sempat bertanya-tanya ketika tahu hasil rapid-nya menunjukkan hasil positif.

Baca Juga:  Karantina di Hotel, Pekerja Migran Asal Jembrana Positif Covid-19

“Saya bertanya-tanya dalam diri, kira-kira saya tertular di mana. Tapi saya sadar, dalam situasi covid-19 ini semua personil (polri) all out. Tidak tahu terjangkit di lapangan atau bagaimana. Akhirnya saya isolasi diri di rumah, dengan istri. Kebetulan posisinya juga rapid positif,” kata Landung.

Pada Rabu sore, ia langsung menjalani pengambilan sampel swab pertama di RS Bali Med Singaraja. Selanjutnya pada Kamis (14/5) sore, ia kembali menjalani pengambilan sampel swab yang dilakukan tim medis dari Dinas Kesehatan Buleleng.

Selama menanti hasil swab, ia memilih berdiam diri di rumah.

Ia pun sadar bahwa dirinya masuk dalam kelompok beresiko. Sebab usianya sudah di atas 45 tahun. Selain itu ia juga memiliki riwayat penyakit jantung.

Pada Jumat (15/5) ia akhirnya menerima hasil uji sampel swab.

Baca Juga:  Amor Ring Acintya…Terpeleset saat Menyeberang, Pekak Suparta Tewas

Ternyata dari dua kali uji swab, ia dinyatakan negative covid-19. “Kemarin (Sabtu, Red) saya sudah beraktifitas, dan hari ini (Minggu, Red) saya sudah bertugas kembali. Jadi saat isolasi ya saya biasa saja. Saya sadar diri kalau saya rentan. Jadi menghadapi (pandemi) ini saya harus wajib menggunakan masker dan sering-sering cuci tangan,” imbuhnya.

Sementara itu Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa mengatakan, pihaknya memang meminta agar dilakukan rapid test massal di Aspol Kampung Tinggi. Sebab ada salah seorang warga yang baru mengikuti pendidikan di Setukpa Sukabumi.

“Kami bersyukur hasilnya negative semua. Sehingga bisa menangkan personil kami yang bertugas di lapangan, termasuk keluarganya. Saya juga tekankan agar disiplin menggunakan masker, physical distancing dan social distancing,” katanya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/