alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Sampah Medis Dibuang ke TOSS Center Klungkung, Petugas Waswas

SEMARAPURA – Untuk kedua kalinya belasan truk bermuatan sampah non organik dikirim ke Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center Klungkung di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba untuk dipilah.

Untuk kali ini, pasalnya kesadaran masyarakat Klungkung dalam memilah sampah organik dan non organik telah meningkat. 

Hanya saja masih ditemukan sampah medis dalam tumpukan sampah masyarakat Klungkung itu sehingga membuat petugas pilah di TOSS Center cukup waswas.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengungkapkan, selama ini TOSS Center hanya memilah sekitar satu truk lebih sampah masyarakat untuk uji coba kemampuan petugas TOSS Center dalam memilah sampah. 

Sehingga sebagian besar sampah yang diproduksi masyarakat Klungkung dibawa ke TPA Sente, Kecamatan Dawan. 

Baca Juga:  Terungkap! Dokter Kandungan Mundur karena Pemprov Bali Menggaji Kecil

Namun sejak Jumat (12/5) lalu, seluruh sampah warga di wilayah perkotaan dan sejumlah desa dibawa ke TOSS Center untuk mengetahui kapasitas petugas TOSS Center yang berjumlah 51 orang dalam mengolah sampah. 

“Hanya sampah residu yang akan dibuang di TPA Sente. Sementara sampah organik dan non organik harus dipilah di TOSS Center. 

Oleh karena itu kami haru melakukan uji coba untuk mengetahui kemampuan petugas di sini dalam memilah sampah,” terangnya.

Menurutnya, ada sebanyak 11 truk sampah non organik dibawa ke TOSS Center. Hanya saja ternyata masih banyak warga 

yang belum memilah sampahnya sehingga masih ditemukan sampah organik dalam tumpukan sampah tersebut. “Petugas tetap melakukan pemilahan karena ada sampah residu juga,” ungkapnya.

Baca Juga:  Petugas Keluhkan Banyak Temuan Masker Bekas Campur Sampah Rumah Tangga

Dalam kegiatan memilah sampah, diungkapkannya, petugas pemilah beberapa kali menemukan botol infus, dan selop tangan medis. 

Hal ini mengindikasikan banyak warga Klungkung yang dirawat di rumah. Sehingga sampah medis akhirnya berakhir di TOSS Center.

Kondisi ini membuat petugas pemilah sampah waswas mengingat saat ini sedang ada wabah virus corona. 

“Seharusnya sampah medis seperti ini tidak dibuang ke TPA atau TOSS. Itu membuat takut petugas. Kami harus jaga kesehatan petugas ini. 

Sehingga bagi masyarakat yang memiliki sampah medis sebaiknya menitipkannya ke puskesmas atau rumah sakit,” jelasnya. 



SEMARAPURA – Untuk kedua kalinya belasan truk bermuatan sampah non organik dikirim ke Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center Klungkung di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba untuk dipilah.

Untuk kali ini, pasalnya kesadaran masyarakat Klungkung dalam memilah sampah organik dan non organik telah meningkat. 

Hanya saja masih ditemukan sampah medis dalam tumpukan sampah masyarakat Klungkung itu sehingga membuat petugas pilah di TOSS Center cukup waswas.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengungkapkan, selama ini TOSS Center hanya memilah sekitar satu truk lebih sampah masyarakat untuk uji coba kemampuan petugas TOSS Center dalam memilah sampah. 

Sehingga sebagian besar sampah yang diproduksi masyarakat Klungkung dibawa ke TPA Sente, Kecamatan Dawan. 

Baca Juga:  Terungkap, Sampah Medis yang Dibuang Sembarangan Milik Mantri Hewan

Namun sejak Jumat (12/5) lalu, seluruh sampah warga di wilayah perkotaan dan sejumlah desa dibawa ke TOSS Center untuk mengetahui kapasitas petugas TOSS Center yang berjumlah 51 orang dalam mengolah sampah. 

“Hanya sampah residu yang akan dibuang di TPA Sente. Sementara sampah organik dan non organik harus dipilah di TOSS Center. 

Oleh karena itu kami haru melakukan uji coba untuk mengetahui kemampuan petugas di sini dalam memilah sampah,” terangnya.

Menurutnya, ada sebanyak 11 truk sampah non organik dibawa ke TOSS Center. Hanya saja ternyata masih banyak warga 

yang belum memilah sampahnya sehingga masih ditemukan sampah organik dalam tumpukan sampah tersebut. “Petugas tetap melakukan pemilahan karena ada sampah residu juga,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dampak Bencana Capai Rp 8 Miliar, Pemkab Geser Anggaran

Dalam kegiatan memilah sampah, diungkapkannya, petugas pemilah beberapa kali menemukan botol infus, dan selop tangan medis. 

Hal ini mengindikasikan banyak warga Klungkung yang dirawat di rumah. Sehingga sampah medis akhirnya berakhir di TOSS Center.

Kondisi ini membuat petugas pemilah sampah waswas mengingat saat ini sedang ada wabah virus corona. 

“Seharusnya sampah medis seperti ini tidak dibuang ke TPA atau TOSS. Itu membuat takut petugas. Kami harus jaga kesehatan petugas ini. 

Sehingga bagi masyarakat yang memiliki sampah medis sebaiknya menitipkannya ke puskesmas atau rumah sakit,” jelasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/