alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Staf Ahli Gubernur Positif Covid-19, Belasan Staf DPRD Jalani Swab Tes

SINGARAJA – Sebanyak 18 orang staf di Sekretariat DPRD Buleleng menjalani rapid test pagi kemarin (16/6).

Uji cepat terhadap Covid-19 itu dilakukan, setelah salah seorang tenaga ahli Gubernur Bali yang juga anggota tim pakar DPRD Buleleng dinyatakan positif Covid-19 pekan lalu.

Selain 18 orang staf di sekretariat dewan, 3 orang anggota DPRD Buleleng dan seorang wartawan juga menjalani rapid test.

Uji cepat dilangsungkan di Ruang Rapat Gabungan DPRD Buleleng. Sebanyak tiga orang anggota DPRD ikut melakukan rapid test.

Mereka adalah Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Wakil Ketua DPRD Buleleng Made Putri Nareni, dan Ketua Komisi IV Luh Hesti Ranitasari.

Selain melakukan rapid test, sejumlah anggota dan staf di sekretariat dewan juga menjalani pengambilan sampel swab.

Baca Juga:  Satu Banjar di Bangli Ditemukan 8 Positif Corona, Dewa Indra Marah

Pengambilan sampel swab itu merupakan pengambilan sampel swab kedua yang dilakukan tim medis.

Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengatakan, pihaknya berinisiatif meminta tes swab dan rapid test terhadap anggota dan staf di kesekretariatan.

Terutama yang sempat melakukan kontak dengan anggota tim pakar DPRD Buleleng. “Karena anggota tim pakar ini, Senin minggu lalu sempat melakukan aktifitas di DPRD Buleleng.

Kebetulan sempat ke ruangan saya ngobrol bersama beberapa rekan. Akhirnya untuk mengantisipasi, kami lakukan swab,” kata Supriatna.

Selain itu ada pula beberapa staf yang sempat bertemu dengan tim pakar. Mereka diminta menjalani rapid test, karena tak melakukan kontak langsung.

Sementara yang sempat melakukan kontak langsung atau berinteraksi dalam jarak dekat, diminta melakukan tes swab.

Baca Juga:  Penegakan dan Perlindungan Hukum Ngaben di Tengah Covid-19

“Saya sendiri memang minta swab karena sempat kontak. Saya dan teman-teman sudah dua kali swab. Mudah-mudahan hasilnya segera keluar,” imbuhnya.

Setelah menjalani pengambilan rapid test, pagi kemarin tim medis langsung mengumumkan hasilnya. Seluruh sampel yang diambil, dinyatakan non reaktif.

Sementara untuk pemeriksaan swab, tim medis belum menerima hasilnya. Baik swab pertama maupun swab kedua.

“Kami sudah minta informasi ke dinas kesehatan. Hasil swabnya belum keluar,” kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa. 



SINGARAJA – Sebanyak 18 orang staf di Sekretariat DPRD Buleleng menjalani rapid test pagi kemarin (16/6).

Uji cepat terhadap Covid-19 itu dilakukan, setelah salah seorang tenaga ahli Gubernur Bali yang juga anggota tim pakar DPRD Buleleng dinyatakan positif Covid-19 pekan lalu.

Selain 18 orang staf di sekretariat dewan, 3 orang anggota DPRD Buleleng dan seorang wartawan juga menjalani rapid test.

Uji cepat dilangsungkan di Ruang Rapat Gabungan DPRD Buleleng. Sebanyak tiga orang anggota DPRD ikut melakukan rapid test.

Mereka adalah Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Wakil Ketua DPRD Buleleng Made Putri Nareni, dan Ketua Komisi IV Luh Hesti Ranitasari.

Selain melakukan rapid test, sejumlah anggota dan staf di sekretariat dewan juga menjalani pengambilan sampel swab.

Baca Juga:  Sempat Melandai, Dua Pasien Positif Covid-19 Muncul di Tabanan

Pengambilan sampel swab itu merupakan pengambilan sampel swab kedua yang dilakukan tim medis.

Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengatakan, pihaknya berinisiatif meminta tes swab dan rapid test terhadap anggota dan staf di kesekretariatan.

Terutama yang sempat melakukan kontak dengan anggota tim pakar DPRD Buleleng. “Karena anggota tim pakar ini, Senin minggu lalu sempat melakukan aktifitas di DPRD Buleleng.

Kebetulan sempat ke ruangan saya ngobrol bersama beberapa rekan. Akhirnya untuk mengantisipasi, kami lakukan swab,” kata Supriatna.

Selain itu ada pula beberapa staf yang sempat bertemu dengan tim pakar. Mereka diminta menjalani rapid test, karena tak melakukan kontak langsung.

Sementara yang sempat melakukan kontak langsung atau berinteraksi dalam jarak dekat, diminta melakukan tes swab.

Baca Juga:  Penegakan dan Perlindungan Hukum Ngaben di Tengah Covid-19

“Saya sendiri memang minta swab karena sempat kontak. Saya dan teman-teman sudah dua kali swab. Mudah-mudahan hasilnya segera keluar,” imbuhnya.

Setelah menjalani pengambilan rapid test, pagi kemarin tim medis langsung mengumumkan hasilnya. Seluruh sampel yang diambil, dinyatakan non reaktif.

Sementara untuk pemeriksaan swab, tim medis belum menerima hasilnya. Baik swab pertama maupun swab kedua.

“Kami sudah minta informasi ke dinas kesehatan. Hasil swabnya belum keluar,” kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/