alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Senderan Ambrol Dipicu Gempa Timbun Pekerja Proyek, BPBD Ungkap Fakta…

GIANYAR – Gempa berkekuatan 5,8 SR yang terjadi Selasa (16/7) pagi membuat tebing tanah di Banjar Kawan, Desa/Kecamatan Tampaksiring ambrol.

Senderan setinggi kurang lebih 10 meter itu longsor. Seorang pekerja, Wahyudi, 28, yang sedang membeton senderen tebing itu apes karena tertimpa longsoran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar, Anak Agung Oka Digjaya, menyatakan longsor yang terjadi pukul 11.50 diakibatkan pergeseran tanah.

“Diperkirakan gempa tadi pagi (kemarin, red) sehingga tanah menjadi labil,” ujarnya. Saat kejadian, pekerja proyek asal Desa Turahkalong, Jember, Provinsi Jawa Timur itu sudah diingatkan oleh pemilik rumah, Dewa Ketut Diksa.

“Untuk berhati-hati bekerja menggali senderan,” jelas AA Oka Digjaya. Korban saat itu istirahat bersama sejumlah pekerja berada di bawah tebing.

Baca Juga:  Tertimbun Semalaman, Marvel Akhirnya Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal

Tiba-tiba saja, tebing tanah itu ambrol. Korban yang berada di bawah langsung tertimpa. Sebagian badan Wahyudi, terkubur tanah. “Sehinga korban susah bernafas,” jelasnya.

Korban yang merintih langsung diselamatkan oleh teman mereka dan warga setempat. “Kemudian ditolong oleh warga sekitarnya. Serta dilarikan ke Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar,” ungkapnya.

 



GIANYAR – Gempa berkekuatan 5,8 SR yang terjadi Selasa (16/7) pagi membuat tebing tanah di Banjar Kawan, Desa/Kecamatan Tampaksiring ambrol.

Senderan setinggi kurang lebih 10 meter itu longsor. Seorang pekerja, Wahyudi, 28, yang sedang membeton senderen tebing itu apes karena tertimpa longsoran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar, Anak Agung Oka Digjaya, menyatakan longsor yang terjadi pukul 11.50 diakibatkan pergeseran tanah.

“Diperkirakan gempa tadi pagi (kemarin, red) sehingga tanah menjadi labil,” ujarnya. Saat kejadian, pekerja proyek asal Desa Turahkalong, Jember, Provinsi Jawa Timur itu sudah diingatkan oleh pemilik rumah, Dewa Ketut Diksa.

“Untuk berhati-hati bekerja menggali senderan,” jelas AA Oka Digjaya. Korban saat itu istirahat bersama sejumlah pekerja berada di bawah tebing.

Baca Juga:  Perda No 5/2019 Gratiskan Visum, Faktanya Masih Bayar, Dewan Meradang

Tiba-tiba saja, tebing tanah itu ambrol. Korban yang berada di bawah langsung tertimpa. Sebagian badan Wahyudi, terkubur tanah. “Sehinga korban susah bernafas,” jelasnya.

Korban yang merintih langsung diselamatkan oleh teman mereka dan warga setempat. “Kemudian ditolong oleh warga sekitarnya. Serta dilarikan ke Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar,” ungkapnya.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/