alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Dua Putra Bali Dapat Tanda Kehormatan Satyalencana dari Jokowi

DENPASAR – Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menganugrahkan Tanda Kehormatan Satyalencana Kepariwisataan kepada lima orang. Dua di antaranya diberikan kepada putra Bali.

 

Dua putra Bali tersebut adalah Pengelingsir Puri Ubud Tjokorda Gede Putra Artha Astawa Sukawati dan Ida Pedanda Gde Ngurah Karang (saat welaka bernama Ida Bagus Kompiang). Cok Tra mendapat penghargaan sebagai penggiat dan pengusaha pariwisata, sedangkan IB Kompiang yang kini telah almarhum sebagai pengusaha pariwisata.

 

Cok Tra, demikian dia biasa disapa, mendapat Tanda Kehormatan Satyalencana Kepariwisataan atas jasa-jasa, prestasi dan pengabdiannya dalam meningkatkan pembangunan serta kepeloporan di bidang kepariwisataan.

 

Hal ini dapat dibuktikan dengan fakta yang konkret lebih dari lima tahun secara terus-menerus.

 

Acara penyerahan tanda penghargaan tersebut dilakukan secara hybrid (langsung dan daring) oleh Kementerian Pariwisata, yang diikuti oleh Tjokorda Gede Putra Artha Astawa Sukawati di Puri Ubud-Gianyar, pada Selasa (17/8). 

 

Ditemui usai acara penganugrahan secara virtual, Cok Tra mengungkapkan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan pemerintah kepada Puri Ubud dan para penglingsir puri ubud yang selama ini telah mendedikasikan diri untuk membangun pariwisata yang berbudaya.

 

Penghargaan tersebut menurutnya, tidak hanya sekedar simbolisasi belaka melainkan suatu motivasi untuk meningkatkan inovasi dan kreatifitas dalam pembangunan pariwisata di Bali, terlebih kondisi pandemi yang masih ada saat ini. 

Baca Juga:  Pohon Kelapa Tumbang Timpa Rumah Warga di Karangasem

 

Berbicara terkait pariwisata di era pandemi, menurut Cok Tra, pandemi diyakini akan memberikan suatu perubahan dalam kegiatan kepariwisataan, di mana penerapan protokol kesehatan akan menjadi hal utama di bidang pariwisata.

 

Selain itu, lanjut Cok Tra, post pandemi nantinya pastinya akan memberikan suatu nuansa baru dalam berwisata, dan diharapkan nuansa tersebut dapat memberikan dampak yang lebih baik dalam pemajuan pariwisata. 

 

“Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah maupun Pusat atas penghargaan yang diberikan, hal ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi saya dan para penglisir Puri Ubud, selain itu juga menjadi suatu motivasi bagi kami dalam pemajuan pariwisata yang lebih baik,” pungkas Cok Tra yang juga kak dari Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace. 

 

Sementara itu, Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno dalam sambutannya menyampaikan bahwa sesuai dengan Pasal 25 Peraturan Pemerintah No 35 Tahun 2010, penghargaan satyalencana bidang pariwisata diberikan telah sesuai atas pertimbangan dari Kemenparekraf dan Pemerintah Daerah yang kemudian diajukan dan disetujui oleh Presiden Republik Indonesia.

Baca Juga:  Akui Zona Merah, Koster Tetap Siap Jadi Host Pertemuan Internasional

Satu putra Bali lagi adalah Ida Pedanda Gde Ngurah Karang atau IB Kompyang. Diolah dari berbagai sumber, IB Kompiang merupakan orang pertama yang membangun hotel di Pantai Sanur pada tahun 1956 bernama Segara Village.

 

Ida Pedanda Gde Ngurah Karang juga orang pertama yang merintis pendirian PHRI Bali dan menjadi pemimpinnya. Juga sebagai presiden director Hotel Bali Beach yang dibangun Sukarno di Sanur. Ida Pedanda Gde Ngurah Karang sudah lebar (istilah meninggal untuk berkasta tinggi, seperti kaum brahmana dan ksatria).

Sekadar diketahui, Ida Pedanda Gde Ngurah Karang adalah ayah dari Ida Bagus Wijaya, mantan ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali.

Selain dua putra Bali, Menparekraf juga memberikan penghargaan serupa kepada tiga orang lain atas dedikasinya dalam pembangunan pariwisata. 

 

Tiga orang itu adalah Nuryanto sebagai Founder Galery dan Workshop Produk Inovatif Lidya Art dan Wisata Seni Budaya Omah Budur, Yohana Tangke Salu sebagai Ketua PHRI Toraja Utara dan Pengusaha Bidang Pariwisata, dan Suhardi sebagai Pengusaha dan Asesor Bidang Pariwisata.

 

Menparekraf Sandiaga Uno berharap, para penerima penghargaan tidak sekedar menjadikan momentum tersebut sebagai simbolisasi semata melainkan sebagai motivasi dalam memberikan motivasi dan ide kreatif dalam pemajuan pembangunan pariwisata yang lebih baik.

- Advertisement -
- Advertisement -

DENPASAR – Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menganugrahkan Tanda Kehormatan Satyalencana Kepariwisataan kepada lima orang. Dua di antaranya diberikan kepada putra Bali.

 

Dua putra Bali tersebut adalah Pengelingsir Puri Ubud Tjokorda Gede Putra Artha Astawa Sukawati dan Ida Pedanda Gde Ngurah Karang (saat welaka bernama Ida Bagus Kompiang). Cok Tra mendapat penghargaan sebagai penggiat dan pengusaha pariwisata, sedangkan IB Kompiang yang kini telah almarhum sebagai pengusaha pariwisata.


 

Cok Tra, demikian dia biasa disapa, mendapat Tanda Kehormatan Satyalencana Kepariwisataan atas jasa-jasa, prestasi dan pengabdiannya dalam meningkatkan pembangunan serta kepeloporan di bidang kepariwisataan.

 

Hal ini dapat dibuktikan dengan fakta yang konkret lebih dari lima tahun secara terus-menerus.

 

Acara penyerahan tanda penghargaan tersebut dilakukan secara hybrid (langsung dan daring) oleh Kementerian Pariwisata, yang diikuti oleh Tjokorda Gede Putra Artha Astawa Sukawati di Puri Ubud-Gianyar, pada Selasa (17/8). 

 

Ditemui usai acara penganugrahan secara virtual, Cok Tra mengungkapkan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan pemerintah kepada Puri Ubud dan para penglingsir puri ubud yang selama ini telah mendedikasikan diri untuk membangun pariwisata yang berbudaya.

 

Penghargaan tersebut menurutnya, tidak hanya sekedar simbolisasi belaka melainkan suatu motivasi untuk meningkatkan inovasi dan kreatifitas dalam pembangunan pariwisata di Bali, terlebih kondisi pandemi yang masih ada saat ini. 

Baca Juga:  Pak Presiden Tolong Dengar, Grasi Itu Menggores Luka Lama Pak!

 

Berbicara terkait pariwisata di era pandemi, menurut Cok Tra, pandemi diyakini akan memberikan suatu perubahan dalam kegiatan kepariwisataan, di mana penerapan protokol kesehatan akan menjadi hal utama di bidang pariwisata.

 

Selain itu, lanjut Cok Tra, post pandemi nantinya pastinya akan memberikan suatu nuansa baru dalam berwisata, dan diharapkan nuansa tersebut dapat memberikan dampak yang lebih baik dalam pemajuan pariwisata. 

 

“Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah maupun Pusat atas penghargaan yang diberikan, hal ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi saya dan para penglisir Puri Ubud, selain itu juga menjadi suatu motivasi bagi kami dalam pemajuan pariwisata yang lebih baik,” pungkas Cok Tra yang juga kak dari Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace. 

 

Sementara itu, Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno dalam sambutannya menyampaikan bahwa sesuai dengan Pasal 25 Peraturan Pemerintah No 35 Tahun 2010, penghargaan satyalencana bidang pariwisata diberikan telah sesuai atas pertimbangan dari Kemenparekraf dan Pemerintah Daerah yang kemudian diajukan dan disetujui oleh Presiden Republik Indonesia.

Baca Juga:  Pohon Kelapa Tumbang Timpa Rumah Warga di Karangasem

Satu putra Bali lagi adalah Ida Pedanda Gde Ngurah Karang atau IB Kompyang. Diolah dari berbagai sumber, IB Kompiang merupakan orang pertama yang membangun hotel di Pantai Sanur pada tahun 1956 bernama Segara Village.

 

Ida Pedanda Gde Ngurah Karang juga orang pertama yang merintis pendirian PHRI Bali dan menjadi pemimpinnya. Juga sebagai presiden director Hotel Bali Beach yang dibangun Sukarno di Sanur. Ida Pedanda Gde Ngurah Karang sudah lebar (istilah meninggal untuk berkasta tinggi, seperti kaum brahmana dan ksatria).

Sekadar diketahui, Ida Pedanda Gde Ngurah Karang adalah ayah dari Ida Bagus Wijaya, mantan ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali.

Selain dua putra Bali, Menparekraf juga memberikan penghargaan serupa kepada tiga orang lain atas dedikasinya dalam pembangunan pariwisata. 

 

Tiga orang itu adalah Nuryanto sebagai Founder Galery dan Workshop Produk Inovatif Lidya Art dan Wisata Seni Budaya Omah Budur, Yohana Tangke Salu sebagai Ketua PHRI Toraja Utara dan Pengusaha Bidang Pariwisata, dan Suhardi sebagai Pengusaha dan Asesor Bidang Pariwisata.

 

Menparekraf Sandiaga Uno berharap, para penerima penghargaan tidak sekedar menjadikan momentum tersebut sebagai simbolisasi semata melainkan sebagai motivasi dalam memberikan motivasi dan ide kreatif dalam pemajuan pembangunan pariwisata yang lebih baik.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/