alexametrics
28.7 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Musim Kemarau Datang, Kekeringan Semakin Meluas di Jembrana

RadarBali.com – Dampak musim kemarau mulai dirasakan para petani Jembrana. Sawah-sawah mereka mulai mengalami kekeringan.

Diperkirakan ribuan hektare sawah saat ini mengalami krisis air, sehingga menyebabkan petani tidak bisa menanam padi.

Bahkan, sawah yang sudah terlanjur ditanami padi terancam mati karena suplai air irigasi sudah tidak mengalir lagi.

Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana Ketut Wisada mengakui, kekeringan semakin meluas di Jembrana. Saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan luas lahan yang mengalami kekeringan, sehingga belum diketahui pasti berapa luas lahan pertanian yang mengalami kekeringan.

”Secara kasat mata dapat dilihat beberapa subak yang tanam padi sudah mulai mengalami kesulitan debit air,” jelas Ketut Wisada.

Baca Juga:  Tak Punya TPST, Warga Klungkung Nekat Buang Sampah Di Atas Trotoar

Salah satu antisipasi yang disiapkan agar lahan pertanian tetap produksi dengan menyiapkan brigade pompa air untuk mendistribusikan air dari sumber air yang sebelumnya sulit diangkat.

Pompa air dipasang di sejumlah titik lahan persawahan yang biasanya kekeringan. Pada musim kemarau, lanjutnya, ketika debit air mulai mengecil semestinya petani beralih pada tanaman palawija agar lahan pertanian tetap produktif.

Terutama palawija yang membutuhkan sedikit air. “Kami sudah menyarankan pada petani untuk sementara beralih ke palawija,” terangnya.



RadarBali.com – Dampak musim kemarau mulai dirasakan para petani Jembrana. Sawah-sawah mereka mulai mengalami kekeringan.

Diperkirakan ribuan hektare sawah saat ini mengalami krisis air, sehingga menyebabkan petani tidak bisa menanam padi.

Bahkan, sawah yang sudah terlanjur ditanami padi terancam mati karena suplai air irigasi sudah tidak mengalir lagi.

Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana Ketut Wisada mengakui, kekeringan semakin meluas di Jembrana. Saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan luas lahan yang mengalami kekeringan, sehingga belum diketahui pasti berapa luas lahan pertanian yang mengalami kekeringan.

”Secara kasat mata dapat dilihat beberapa subak yang tanam padi sudah mulai mengalami kesulitan debit air,” jelas Ketut Wisada.

Baca Juga:  Subak Tungkub Mengwi kekeringan, Petani Terancam Gagal Panen

Salah satu antisipasi yang disiapkan agar lahan pertanian tetap produksi dengan menyiapkan brigade pompa air untuk mendistribusikan air dari sumber air yang sebelumnya sulit diangkat.

Pompa air dipasang di sejumlah titik lahan persawahan yang biasanya kekeringan. Pada musim kemarau, lanjutnya, ketika debit air mulai mengecil semestinya petani beralih pada tanaman palawija agar lahan pertanian tetap produktif.

Terutama palawija yang membutuhkan sedikit air. “Kami sudah menyarankan pada petani untuk sementara beralih ke palawija,” terangnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/