alexametrics
28.7 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Duh Gusti, Kelelahan Pungut Barang Bekas, Nenek Pemulung di Bali Tewas

SINGARAJA – Seorang nenek, mendadak tewas saat melintas di Jalan Sudirman. Nenek yang diketahui bernama Armah, 75, warga Kelurahan Kampung Singaraja itu diduga dalam kondisi sakit.

Saat sedang beristirahat, nenek itu pun langsung tumbang dan menghembuskan nafas terakhir. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, korban sekitar pukul 06.30 pagi berjalan dari arah Kampung Singaraja menuju ke arah Banyuasri.

Saat sampai di depan Markas Batalyon Raider, Armah sempat terduduk di trotoar. Namun tiba-tiba ia rebah.

Polisi dan petugas Dishub yang tadinya berjaga di simpang tiga Jalan Sudirman-Laksamana pun langsung mendatangi korban.

Begitu juga dengan sejumlah personil TNI yang tengah berjaga di sekitar markas, langsung mendekati korban.

Baca Juga:  Polisi Bagikan Ratusan Sembako untuk Pedagang Nasi Jinggo di Buleleng

Saat itu pihak raider sudah menyiapkan ambulans untuk melarikan korban ke RSUD Buleleng. Namun saat dicek tim medis, denyut nadi sudah tak teraba.

Korban pun dinyatakan meninggal dan langsung dibawa ke rumah duka. Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya yang dikonfirmasi, membenarkan peristiwa tersebut.

Menurut Sumarjaya, korban sehari-harinya hidup sebatangkara. Korban memang memiliki anak, namun anaknya tinggal di Denpasar.

Korban diketahui biasa memungut barang bekas dan tiap hari sering melintas di ruas jalan tersebut.

“Tadi pagi saat jalan itu, korban ini tiba-tiba terduduk, lalu rebah tidak sadarkan diri. Setelah diperiksa ternyata sudah meninggal. Akhirnya diantar oleh Kanit Turjawali ke rumah duka di Kampung Singaraja,” kata Sumarjaya.

Baca Juga:  Istri Tewas di Kamar Selingkuhan, Ini Pesan Suami Sebelum Meninggal

Saat sampai di rumah duka, rumah memang dalam keadaan kosong karena korban tinggal seorang diri. Jenazah kemudian diserahkan pada kepala lingkungan dan tetangga.

“Tadi sudah langsung diurus dan sudah disampaikan ke keluarganya yang di Denpasar. Jam 16.00 sudah dikuburkan di pemakaman setempat,” ujar Sumarjaya.



SINGARAJA – Seorang nenek, mendadak tewas saat melintas di Jalan Sudirman. Nenek yang diketahui bernama Armah, 75, warga Kelurahan Kampung Singaraja itu diduga dalam kondisi sakit.

Saat sedang beristirahat, nenek itu pun langsung tumbang dan menghembuskan nafas terakhir. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, korban sekitar pukul 06.30 pagi berjalan dari arah Kampung Singaraja menuju ke arah Banyuasri.

Saat sampai di depan Markas Batalyon Raider, Armah sempat terduduk di trotoar. Namun tiba-tiba ia rebah.

Polisi dan petugas Dishub yang tadinya berjaga di simpang tiga Jalan Sudirman-Laksamana pun langsung mendatangi korban.

Begitu juga dengan sejumlah personil TNI yang tengah berjaga di sekitar markas, langsung mendekati korban.

Baca Juga:  Istri Tewas di Kamar Selingkuhan, Ini Pesan Suami Sebelum Meninggal

Saat itu pihak raider sudah menyiapkan ambulans untuk melarikan korban ke RSUD Buleleng. Namun saat dicek tim medis, denyut nadi sudah tak teraba.

Korban pun dinyatakan meninggal dan langsung dibawa ke rumah duka. Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya yang dikonfirmasi, membenarkan peristiwa tersebut.

Menurut Sumarjaya, korban sehari-harinya hidup sebatangkara. Korban memang memiliki anak, namun anaknya tinggal di Denpasar.

Korban diketahui biasa memungut barang bekas dan tiap hari sering melintas di ruas jalan tersebut.

“Tadi pagi saat jalan itu, korban ini tiba-tiba terduduk, lalu rebah tidak sadarkan diri. Setelah diperiksa ternyata sudah meninggal. Akhirnya diantar oleh Kanit Turjawali ke rumah duka di Kampung Singaraja,” kata Sumarjaya.

Baca Juga:  Cegah Pemudik Keluar Bali, Polisi Buleleng Gencar Lakukan Operasi

Saat sampai di rumah duka, rumah memang dalam keadaan kosong karena korban tinggal seorang diri. Jenazah kemudian diserahkan pada kepala lingkungan dan tetangga.

“Tadi sudah langsung diurus dan sudah disampaikan ke keluarganya yang di Denpasar. Jam 16.00 sudah dikuburkan di pemakaman setempat,” ujar Sumarjaya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/