alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Perpendek Usia Tanam, Distan–BATAN Rekayasa Genetik Beras Merah Munduk

SINGARAJA – Dinas Pertanian Buleleng dan Batan Atom Nasional melakukan rekayasa genetik terhadap bibit padi beras merah, yang biasa ditanam di Desa Munduk, Kecamatan Banjar.

Rekayasa genetik ini disebut bisa meningkatkan hasil panen, serta memperpendek usia tanam benih padi.

Bibit padi beras merah di Desa Munduk, selama ini dikenal sebagai beras lokal di Munduk. Dari segi genetika, bibit padi ini masuk dalam kelompok varietas cicih gondrong.

Bibit padi hasil rekayasa genetik itu, kini telah ditanam di Balai Benih Utama Desa Tangguwisia. Untuk tahap awal, bibit padi itu ditana di lahan seluas 30 are.

Sayangnya bibit-bibit yang kini ditanam, belum siap untuk dipasarkan. Sebab Distan Buleleng bersama Batan masih butuh waktu melakukan penelitian.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng I Made Sumiarta mengatakan, rekayasa genetika itu dilakukan untuk melestarikan plasma nutfah, yang notabene membawa genetika asli tanaman.

Selain itu rekayasa genetika diyakini bisa mempersingkat masa tanam. “Rekayasa benih ini nantinya kami harap bisa memperpendek masa tanam jadi 3-4 bulan saja. Biasanya kan 6-7 bulan.

Selain itu produksinya juga kami harap bisa naik jadi 6-7 ton per hektare. Kalau sekarang kan baru 4 ton per hektare. Itu sudah maksimal sekali,” kata Sumiarta.

Lebih lanjut Sumiarta mengatakan, proses rekayasa genetika itu akan memakan waktu cukup lama. Saat ini benih yang dikembangkan merupakan turunan kedua.

Sumiarta menyebut setidaknya butuh waktu hingga lima tahun, hingga mendapatkan benih varietas unggal yang sudah siap ditanam oleh petani.

Sekadar diketahui, saat ini padi beras merah di Desa Munduk hanya bertahan di lahan seluas 60 hektare di Subak Munduk.

Varietas ini dipertahankan petani karena tuntutan upacara adat. Mengingat beras merah menjadi sarana upacara yang wajib disediakan.

Meski begitu, padi merah Munduk sebenarnya sangat diminati. Bahkan permintaan pasar jauh lebih tinggi ketimbang produksi.

Penyebabnya beras merah Munduk saat dimasak memiliki aroma harum dan rasa yang sangat khas. 



SINGARAJA – Dinas Pertanian Buleleng dan Batan Atom Nasional melakukan rekayasa genetik terhadap bibit padi beras merah, yang biasa ditanam di Desa Munduk, Kecamatan Banjar.

Rekayasa genetik ini disebut bisa meningkatkan hasil panen, serta memperpendek usia tanam benih padi.

Bibit padi beras merah di Desa Munduk, selama ini dikenal sebagai beras lokal di Munduk. Dari segi genetika, bibit padi ini masuk dalam kelompok varietas cicih gondrong.

Bibit padi hasil rekayasa genetik itu, kini telah ditanam di Balai Benih Utama Desa Tangguwisia. Untuk tahap awal, bibit padi itu ditana di lahan seluas 30 are.

Sayangnya bibit-bibit yang kini ditanam, belum siap untuk dipasarkan. Sebab Distan Buleleng bersama Batan masih butuh waktu melakukan penelitian.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng I Made Sumiarta mengatakan, rekayasa genetika itu dilakukan untuk melestarikan plasma nutfah, yang notabene membawa genetika asli tanaman.

Selain itu rekayasa genetika diyakini bisa mempersingkat masa tanam. “Rekayasa benih ini nantinya kami harap bisa memperpendek masa tanam jadi 3-4 bulan saja. Biasanya kan 6-7 bulan.

Selain itu produksinya juga kami harap bisa naik jadi 6-7 ton per hektare. Kalau sekarang kan baru 4 ton per hektare. Itu sudah maksimal sekali,” kata Sumiarta.

Lebih lanjut Sumiarta mengatakan, proses rekayasa genetika itu akan memakan waktu cukup lama. Saat ini benih yang dikembangkan merupakan turunan kedua.

Sumiarta menyebut setidaknya butuh waktu hingga lima tahun, hingga mendapatkan benih varietas unggal yang sudah siap ditanam oleh petani.

Sekadar diketahui, saat ini padi beras merah di Desa Munduk hanya bertahan di lahan seluas 60 hektare di Subak Munduk.

Varietas ini dipertahankan petani karena tuntutan upacara adat. Mengingat beras merah menjadi sarana upacara yang wajib disediakan.

Meski begitu, padi merah Munduk sebenarnya sangat diminati. Bahkan permintaan pasar jauh lebih tinggi ketimbang produksi.

Penyebabnya beras merah Munduk saat dimasak memiliki aroma harum dan rasa yang sangat khas. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/