alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Mayat Itu Teridentifikasi Nyoman Mastra dari Ciri Fisik Bawaan Lahir

TABANAN – Pihak kepolisian memastikan bahwa mayat yang ditemukan di Sungai Yeh Panan, Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, merupakan Nyoman Mastra, seorang arsitek kenamaan di Bali.

Dari proses identifikasi yang dilakukan kepolisian, melihat kondisi fisik mayat dengan keterangan sejumlah pihak, polisi pun bisa menegaskan bahwa mayat itu adalah Nyoman Mastra yang dilaporkan hilang tiga hari sebelumnya ke Polsek Kuta Utara.

 

Beberapa ciri fisik diungkapkan Kanit Reskrim Polsek Kediri Iptu Wayan Suta Arcana. Dia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan fisik tubuh korban dan keterangan sejumlah saksi termasuk keluarga korban yang datang BRSU Tabanan, terkuak identitas mayat pria yang ditemukan tewas mengambang di Tukad Yeh Panan adalah I Nyoman Mastra, 58, yang merupakan warga Banjar Dinas Serason, Desa Pitra, Penebel.

 

“Yakni pada jari kelingking tangan kiri korban memang sudah dalam kondisi terputus cacat sejak lahir. Selain itu ciri lainnya yakni 4 jari kaki korban sudah dalam kondisi cacat sejak lahir,” ungkap Iptu Suta seizin Kapolsek Kediri.

Baca Juga:  Sebelum Hilang dan Tewas di Sungai, Nyoman Mastra Pamit Potong Rambut

 

Identitas mayat pria tersebut juga dikuatkan dengan adanya laporan orang hilang di Polsek Kuta Utara Badung. Laporan itu dibuat oleh I Nyoman Heny Krisniandari yang melaporkan soal suaminya bernama I Nyoman Mastra.

 

Heny melaporkan suaminya I Nyoman Mastra hilang sejak Sabtu lalu, (13/11) sekitar pukul 14.00 WITA. Hilangnya I Nyoman Mastra meninggalkan rumah saat berpamitan untuk pergi potong rambut di Jalan Pandu Gang Nirmala, Banjar Dukuh, Dalung, Badung.

 

Saat pergi meninggalkan rumah Istri korban hendak pergi ke pura Pasar Agung di Besakih, Karangasem untuk mekemit. Hingga keesokan harinya Istri korban pulang ke rumah. Sementara I Nyoman Mastra tak kunjung pulang ke rumah.

 

Korban yang meninggalkan rumah menggunakan baju kaos berwarna putih, celana warna putih sepatu warna putih, tanpa identitas dan ciri fisik tubuh korban bagian tangan sebelah kanan buntung (cacat) tidak memiliki jari.

Baca Juga:  SDN 3 Munduk Disapu Banjir Bandang, Disdik Tawarkan Dua Opsi

 

“Ciri fisik bagian tubuh berupa tangan bunting karena itu bawaan sejak lahir korban. Inilah yang menguatkan bahwa mayat pria yang tewas mengambang di aliran sungai di daerah Sanggulan, Kediri I Nyoman Mastra,” ungkapnya.

 

Diketahui, penemuan mayat yang kemudian dipastikan itu Nyoman Mastra pertama kali diketahui I Made Parwana, 42, Selasa (16/11) sekitar Pukul 09.30 Wita. Saat berburu burung di sekitar sungai, Parwana melihat sesosok tubuh mengambang di aliran sungai.  

 

Parwana kemudian melaporkan temuannya kepada bendesa adat Sanggulan, kemudian diteruskan ke Bhabinkamtibmas desa setempat hingga dilakukan identifikasi pihak Polsek Kediri dan Polres Tabanan.

 

Dari proses identifikasi diketahui bahwa jari kelingking tangan kiri terputus, 4 jari kaki sebelah kanan terputus, terdapat cincin pada jari manis tangan kiri, mengenakan sepatu berwarna putih, celana panjang, baju kaus.


TABANAN – Pihak kepolisian memastikan bahwa mayat yang ditemukan di Sungai Yeh Panan, Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, merupakan Nyoman Mastra, seorang arsitek kenamaan di Bali.

Dari proses identifikasi yang dilakukan kepolisian, melihat kondisi fisik mayat dengan keterangan sejumlah pihak, polisi pun bisa menegaskan bahwa mayat itu adalah Nyoman Mastra yang dilaporkan hilang tiga hari sebelumnya ke Polsek Kuta Utara.

 

Beberapa ciri fisik diungkapkan Kanit Reskrim Polsek Kediri Iptu Wayan Suta Arcana. Dia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan fisik tubuh korban dan keterangan sejumlah saksi termasuk keluarga korban yang datang BRSU Tabanan, terkuak identitas mayat pria yang ditemukan tewas mengambang di Tukad Yeh Panan adalah I Nyoman Mastra, 58, yang merupakan warga Banjar Dinas Serason, Desa Pitra, Penebel.

 

“Yakni pada jari kelingking tangan kiri korban memang sudah dalam kondisi terputus cacat sejak lahir. Selain itu ciri lainnya yakni 4 jari kaki korban sudah dalam kondisi cacat sejak lahir,” ungkap Iptu Suta seizin Kapolsek Kediri.

Baca Juga:  Terciduk Saat Asyik Merokok Di Terminal, Sembilan Orang Diamankan

 

Identitas mayat pria tersebut juga dikuatkan dengan adanya laporan orang hilang di Polsek Kuta Utara Badung. Laporan itu dibuat oleh I Nyoman Heny Krisniandari yang melaporkan soal suaminya bernama I Nyoman Mastra.

 

Heny melaporkan suaminya I Nyoman Mastra hilang sejak Sabtu lalu, (13/11) sekitar pukul 14.00 WITA. Hilangnya I Nyoman Mastra meninggalkan rumah saat berpamitan untuk pergi potong rambut di Jalan Pandu Gang Nirmala, Banjar Dukuh, Dalung, Badung.

 

Saat pergi meninggalkan rumah Istri korban hendak pergi ke pura Pasar Agung di Besakih, Karangasem untuk mekemit. Hingga keesokan harinya Istri korban pulang ke rumah. Sementara I Nyoman Mastra tak kunjung pulang ke rumah.

 

Korban yang meninggalkan rumah menggunakan baju kaos berwarna putih, celana warna putih sepatu warna putih, tanpa identitas dan ciri fisik tubuh korban bagian tangan sebelah kanan buntung (cacat) tidak memiliki jari.

Baca Juga:  Tak Disangka, Diduga Kuat Korban Tewas Bunuh Diri Terjun ke Sungai

 

“Ciri fisik bagian tubuh berupa tangan bunting karena itu bawaan sejak lahir korban. Inilah yang menguatkan bahwa mayat pria yang tewas mengambang di aliran sungai di daerah Sanggulan, Kediri I Nyoman Mastra,” ungkapnya.

 

Diketahui, penemuan mayat yang kemudian dipastikan itu Nyoman Mastra pertama kali diketahui I Made Parwana, 42, Selasa (16/11) sekitar Pukul 09.30 Wita. Saat berburu burung di sekitar sungai, Parwana melihat sesosok tubuh mengambang di aliran sungai.  

 

Parwana kemudian melaporkan temuannya kepada bendesa adat Sanggulan, kemudian diteruskan ke Bhabinkamtibmas desa setempat hingga dilakukan identifikasi pihak Polsek Kediri dan Polres Tabanan.

 

Dari proses identifikasi diketahui bahwa jari kelingking tangan kiri terputus, 4 jari kaki sebelah kanan terputus, terdapat cincin pada jari manis tangan kiri, mengenakan sepatu berwarna putih, celana panjang, baju kaus.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/