alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Padi M70D Dikembangkan di Gianyar, Setahun Bisa Empat Kali Tanam

GIANYAR – Padi varietas baru, M70D, dipanen di Subak Kalangan, Banjar Samu, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati. Padi varietas baru itu bisa dipanen dalam 70 hari. Bahkan, dalam setahun, petani bisa menanam sampai 4 kali.

 

Panen perdana padi jenis baru tersebut telah berlangsung Senin lalu (15/11). Untuk denplot organik varietas ini seluas 1,1 hektaree. Panen dilakukan Bupati Gianyar, Made Mahayastra bersama Kepala Dinas Pertanian, Made Raka dan Organisasi Perangkat Daerah terkait.

 

Usai panen, Bupati menyatakan benih padi unggul akan menghasilkan produksi beras yang baik. Begitu pula dengan masa panen lebih cepat dari jenis varietas lainnya.

 

“Saya meyakini, kalau varietas ini dikembangkan, petani di Singapadu dan khususnya di Gianyar akan sejahtera, mengingat ada peningkatan produksi dan masa tanam lebih banyak dalam setahun,” ujar Mahayastra. 

Baca Juga:  Ccckkk...Kebelet Berjudi, Warga Tukadmungga Nekat Bobol Rumah Bule

 

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Gianyar, Wayan Suarta menjelaskan varietas M70D adalah varietas baru dan baru diuji coba di Subak Kalangan Banjar Samu.

 

“M70D itu maksudnya 70 hari sejak ditanam, padi sudah bisa panen,” jelas Suarta. 

 

Untuk uji coba organik dilakukan pada lahan 1,1 hektare. Sedangkan semi organik dikembangkan pada lahan 23 hektare. Lahan itu sudah termasuk dengan penanaman konvensional atau dengan pupuk kimia. 

 

Untuk uji coba pertama, hasil bulir padi per tangkai sesuai harapan. Per tangkai rata-rata berisi 114 bulir padi. Jika dibanding dengan padi konvensional sekitar 90-10 bulir per tangkai.

Baca Juga:  Yes...Pelayanan Pasien Kacau, Dewan Usul Direksi RSUD Buleleng Diganti

 

Meski jumlah bulir sesuai harapan, namun target 70 hari panennya tidak tercapai. Hal itu disebabkan curah hujan berkepanjangan. Dan tanaman padi over air.

 

“Hasil panen sudah sesuai harapan, hanya saja 70 hari panen belum tercapai, karena panjangnya curah hujan,” jelas Suarta. 

 

Walau demikian, ke depannya di Subak Kalangan dengan luas tanam 23 hektare lebih, tetap akan menanam komoditas organik M70D. Dengan harapan, selain nantinya bisa panen padi 4 kali setahun dan produksi padi sekitar 7,3 ton per hektare.

 

Dengan berhasilnya pengembangan M70D ini, ke depannya akan dikembangkan pada subak lain.

 

“Nanti akan dikembangkan ke subak lain, kecuali yang sudah ada uji coba varietas tertentu dan yang sudah mengembangkan tanaman organik murni,” pungkasnya.

- Advertisement -

- Advertisement -

GIANYAR – Padi varietas baru, M70D, dipanen di Subak Kalangan, Banjar Samu, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati. Padi varietas baru itu bisa dipanen dalam 70 hari. Bahkan, dalam setahun, petani bisa menanam sampai 4 kali.

 

Panen perdana padi jenis baru tersebut telah berlangsung Senin lalu (15/11). Untuk denplot organik varietas ini seluas 1,1 hektaree. Panen dilakukan Bupati Gianyar, Made Mahayastra bersama Kepala Dinas Pertanian, Made Raka dan Organisasi Perangkat Daerah terkait.


 

Usai panen, Bupati menyatakan benih padi unggul akan menghasilkan produksi beras yang baik. Begitu pula dengan masa panen lebih cepat dari jenis varietas lainnya.

 

“Saya meyakini, kalau varietas ini dikembangkan, petani di Singapadu dan khususnya di Gianyar akan sejahtera, mengingat ada peningkatan produksi dan masa tanam lebih banyak dalam setahun,” ujar Mahayastra. 

Baca Juga:  MELUAS!!! 203 Taruna Poltrada Bali di Tabanan Positif Covid-19

 

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Gianyar, Wayan Suarta menjelaskan varietas M70D adalah varietas baru dan baru diuji coba di Subak Kalangan Banjar Samu.

 

“M70D itu maksudnya 70 hari sejak ditanam, padi sudah bisa panen,” jelas Suarta. 

 

Untuk uji coba organik dilakukan pada lahan 1,1 hektare. Sedangkan semi organik dikembangkan pada lahan 23 hektare. Lahan itu sudah termasuk dengan penanaman konvensional atau dengan pupuk kimia. 

 

Untuk uji coba pertama, hasil bulir padi per tangkai sesuai harapan. Per tangkai rata-rata berisi 114 bulir padi. Jika dibanding dengan padi konvensional sekitar 90-10 bulir per tangkai.

Baca Juga:  10 Sekolah Terpapar Covid-19, PTM SD-SMP di Jembrana Belum Dihentikan

 

Meski jumlah bulir sesuai harapan, namun target 70 hari panennya tidak tercapai. Hal itu disebabkan curah hujan berkepanjangan. Dan tanaman padi over air.

 

“Hasil panen sudah sesuai harapan, hanya saja 70 hari panen belum tercapai, karena panjangnya curah hujan,” jelas Suarta. 

 

Walau demikian, ke depannya di Subak Kalangan dengan luas tanam 23 hektare lebih, tetap akan menanam komoditas organik M70D. Dengan harapan, selain nantinya bisa panen padi 4 kali setahun dan produksi padi sekitar 7,3 ton per hektare.

 

Dengan berhasilnya pengembangan M70D ini, ke depannya akan dikembangkan pada subak lain.

 

“Nanti akan dikembangkan ke subak lain, kecuali yang sudah ada uji coba varietas tertentu dan yang sudah mengembangkan tanaman organik murni,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/