27.6 C
Denpasar
Friday, June 2, 2023

Upaya Bangkitnya Pariwisata Bali dan Dunia, Ribuan Investor Kumpul di Bali

DENPASAR – Menyusul suksesnya G20, Bali kembali menjadi tuan rumah kegiatan meeting internasional. Kegiatan bernama Global Tourism Forum – Annual Meeting (GTF- AM) ini digelar oleh Indonesia Tourism Forum (ITF) berkolaborasi dengan World Tourism Forum Institute (WTFI).

Kegiatan itu mulai digelar di salah satu hotel di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan Badung pada Kamis (17/11/2022). Kegiatan itu digelar dua hari, tanggal 17-18 November 2022. Mengangkat tema “Time for Travel & Tourism: from Words to Actions” kegiatan ini membahas sejumlah gagasan untuk pemulihan pariwisata dunia, tak terkecuali Bali dan Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini diharapkan mampu memberi solusi nyata atas tantangan yang dihadapi industri pariwisata dan perjalanannya di skala global. Menurut Sandi, forum ini lebih penting dari sebelumnya karena kali ini dunia pariwisata telah memasuki fase pemulihan yang memiliki tantangan tersendiri.

Baca Juga:  Penyeberangan Padat Merayap, Cuaca Buruk Paksa Pelabuhan Buka Tutup

“Kami berharap dapat memikirkan dan membentuk kembali pembicaraan tentang masalah perjalanan dan pariwisata di forum terkemuka ini, serta membangun kembali sektor ini dengan lebih baik melalui tindakan strategis,” jelas Sandi.

Dalam kesempatan sama, Chairman ITF Sapta Nirwandar berharap kegiatan ini berdampak positif terhadap pengembangan pariwisata dunia, salah satunya terkait pengembangan lokasi wisata baru. Sebagai tuan rumah, Sapta berharap dampak itu benar-benar bisa dirasakan oleh Indonesia.

“Forum dua hari di Bali ini lebih dari sekadar berbicara tentang strategi dan rekomendasi di bidang pariwisata. Kami benar-benar akan berjalan dan menjalankannya, karena di sini kami akan mengadakan Temu Bisnis, B2B (business to business) dan B2G (business to government), serta Investment Forum yang dihadiri oleh lebih dari 20 investor yang akan membangun industri kembali lebih kuat,” jelas Sapta.

Baca Juga:  Jalur Tengkorak Rawan Pelemparan, Polres Bentuk Tim UKL, Ini Tugasnya…

Selain itu, GTF-AM juga berusaha menghubungkan Penanaman Modal Asing (Foreign Direct Investment/FDI) di Indonesia dengan skema business to government (B2G) yang berfokus pada proyek di Zona Ekonomi Eksklusif dan lokasi wisata. Investor asing yang berpartisipasi berasal dari berbagai negara, seperti Rumania, UEA, Rumania, Monaco, Inggris, Spanyol, Australia dan Singapura. (Marsellus Nabunome Pampur/rid)

 



DENPASAR – Menyusul suksesnya G20, Bali kembali menjadi tuan rumah kegiatan meeting internasional. Kegiatan bernama Global Tourism Forum – Annual Meeting (GTF- AM) ini digelar oleh Indonesia Tourism Forum (ITF) berkolaborasi dengan World Tourism Forum Institute (WTFI).

Kegiatan itu mulai digelar di salah satu hotel di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan Badung pada Kamis (17/11/2022). Kegiatan itu digelar dua hari, tanggal 17-18 November 2022. Mengangkat tema “Time for Travel & Tourism: from Words to Actions” kegiatan ini membahas sejumlah gagasan untuk pemulihan pariwisata dunia, tak terkecuali Bali dan Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini diharapkan mampu memberi solusi nyata atas tantangan yang dihadapi industri pariwisata dan perjalanannya di skala global. Menurut Sandi, forum ini lebih penting dari sebelumnya karena kali ini dunia pariwisata telah memasuki fase pemulihan yang memiliki tantangan tersendiri.

Baca Juga:  Kain Endek Bali Media Promosi Pariwisata di KTT G20

“Kami berharap dapat memikirkan dan membentuk kembali pembicaraan tentang masalah perjalanan dan pariwisata di forum terkemuka ini, serta membangun kembali sektor ini dengan lebih baik melalui tindakan strategis,” jelas Sandi.

Dalam kesempatan sama, Chairman ITF Sapta Nirwandar berharap kegiatan ini berdampak positif terhadap pengembangan pariwisata dunia, salah satunya terkait pengembangan lokasi wisata baru. Sebagai tuan rumah, Sapta berharap dampak itu benar-benar bisa dirasakan oleh Indonesia.

“Forum dua hari di Bali ini lebih dari sekadar berbicara tentang strategi dan rekomendasi di bidang pariwisata. Kami benar-benar akan berjalan dan menjalankannya, karena di sini kami akan mengadakan Temu Bisnis, B2B (business to business) dan B2G (business to government), serta Investment Forum yang dihadiri oleh lebih dari 20 investor yang akan membangun industri kembali lebih kuat,” jelas Sapta.

Baca Juga:  Penyeberangan Padat Merayap, Cuaca Buruk Paksa Pelabuhan Buka Tutup

Selain itu, GTF-AM juga berusaha menghubungkan Penanaman Modal Asing (Foreign Direct Investment/FDI) di Indonesia dengan skema business to government (B2G) yang berfokus pada proyek di Zona Ekonomi Eksklusif dan lokasi wisata. Investor asing yang berpartisipasi berasal dari berbagai negara, seperti Rumania, UEA, Rumania, Monaco, Inggris, Spanyol, Australia dan Singapura. (Marsellus Nabunome Pampur/rid)

 


Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru