alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Koster Tuding 34 KK yang Protes Ganti Rugi Sebetulnya Tak Punya Tanah

SEMARAPURA – Gubernur Bali, Wayan Koster mengungkapkan banyak permainan yang sebelumnya terjadi di eks Galian C, Klungkung. Di mana untuk satu bidang tanah, bisa terdapat tiga Surat Pernyataan Tanah (SPT).

Sehingga saat ada sebanyak 34 orang yang mengaku memiliki tanah 70 hektare namun tidak bisa membuktikan, orang nomor satu di Pemprov Bali ini mengingatkan untuk tidak macam-macam dengan proyek normalisasi Tukad Unda dan Pusat Kebudayaan Bali di eks Galian C Klungkung.

“Di antaranya itu saya tahu, ada 34 orang yang mengaku mempunyai tanah 70 hektare. Padahal itu tidak ada (memiliki tanah, Red). Menuntut minta dibayar. Jadi siapa yang berhak, itu ada dokumennya dan bisa menunjukkan fisiknya. Jangan mengada-ngada, mengaku-ngaku,” jelas Koster saat acara Sosialisasi Pembebasan Lahan PKB di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Kamis (16/12).

Baca Juga:  Tawarkan Harga Miring, Warga Borong Sembako di Pasar Murah

Menurutnya dalam proses pembebasan lahan, pihaknya telah meminta pihak yang terlibat dalam proses itu untuk mengikuti perundang-undangan yang ada.

Pihak kejaksaan pun diminta mendampingi agar tahapan itu dapat dijalankan sebagaimana mestinya sesuai aturan dan fakta yang terjadi.

“Di sini kalau salah proses ini, yang membuat kebijakan, yang membayar, yang menerima, itu kena hukum. Jadi harus hati-hati,” ujarnya.

Ia pun menegaskan, adanya proyek itu semata-mata untuk memuliakan budaya Bali. Sehingga pihaknya berharap dukungan semua pihak untuk segera mewujudkan megaproyek senilai hampir 3 triliunan rupiah itu.

- Advertisement -

“Tidak ada kepentingan pribadi di sini. Saya minta semuanya untuk begitu. Harus jalan dengan alami, jalani proses dengan baik. Barang siapa yang macam-macam, siapa pun orangnya akan saya hadapi,” jelas Gubernur asal Kabupaten Buleleng itu.

Baca Juga:  [Update] Kasus Baru Bertambah, Tiga Warga Bondalem Positif Covid-19
- Advertisement -

SEMARAPURA – Gubernur Bali, Wayan Koster mengungkapkan banyak permainan yang sebelumnya terjadi di eks Galian C, Klungkung. Di mana untuk satu bidang tanah, bisa terdapat tiga Surat Pernyataan Tanah (SPT).

Sehingga saat ada sebanyak 34 orang yang mengaku memiliki tanah 70 hektare namun tidak bisa membuktikan, orang nomor satu di Pemprov Bali ini mengingatkan untuk tidak macam-macam dengan proyek normalisasi Tukad Unda dan Pusat Kebudayaan Bali di eks Galian C Klungkung.

“Di antaranya itu saya tahu, ada 34 orang yang mengaku mempunyai tanah 70 hektare. Padahal itu tidak ada (memiliki tanah, Red). Menuntut minta dibayar. Jadi siapa yang berhak, itu ada dokumennya dan bisa menunjukkan fisiknya. Jangan mengada-ngada, mengaku-ngaku,” jelas Koster saat acara Sosialisasi Pembebasan Lahan PKB di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Kamis (16/12).

Baca Juga:  [Update] Kasus Baru Bertambah, Tiga Warga Bondalem Positif Covid-19

Menurutnya dalam proses pembebasan lahan, pihaknya telah meminta pihak yang terlibat dalam proses itu untuk mengikuti perundang-undangan yang ada.

Pihak kejaksaan pun diminta mendampingi agar tahapan itu dapat dijalankan sebagaimana mestinya sesuai aturan dan fakta yang terjadi.

“Di sini kalau salah proses ini, yang membuat kebijakan, yang membayar, yang menerima, itu kena hukum. Jadi harus hati-hati,” ujarnya.

Ia pun menegaskan, adanya proyek itu semata-mata untuk memuliakan budaya Bali. Sehingga pihaknya berharap dukungan semua pihak untuk segera mewujudkan megaproyek senilai hampir 3 triliunan rupiah itu.

“Tidak ada kepentingan pribadi di sini. Saya minta semuanya untuk begitu. Harus jalan dengan alami, jalani proses dengan baik. Barang siapa yang macam-macam, siapa pun orangnya akan saya hadapi,” jelas Gubernur asal Kabupaten Buleleng itu.

Baca Juga:  Intensitas Hujan Tinggi, PVMBG Sebut Lava Gunung Agung Tak Akan Meluap

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/