alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Diserang Wabah Berak Kapur, Babi Milik Peternak Buleleng Banyak Mati

SINGARAJA – Para peternak babi di Buleleng kembali dibuat resah.

Penyebabnya, karena hewan ternak babi mereka terkena gerubuk atau wabah.

Wabah itu adalah penyakit berak kapur. Penyakit itu membuat ternak warga mati.

Balai Besar Veteriner (BB Vet) Denpasar bahkan harus turun tangan untuk mengambil sampel pada babi-babi yang terserang penyakit. Saat ini Dinas Pertanian Buleleng tengah menunggu hasil uji lab dari BB Vet Denpasar.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng I Made Sumiarta mengatakan, penyakit berak kapur itu menyerang puluhan babi. Biasanya varietas yang diserang adalah babi bali. Penyakit dengan cepat menyerang anakan babi.

“Sebenarnya puncaknya itu sudah dua minggu lalu. Kalau sekarang sudah reda. Memang penyakitnya hampir merata di semua kecamatan. Tapi paling banyak itu di Kecamatan Tejakula dan Gerokgak,” kata Sumiarta saat dikonfirmasi Senin (17/1).

Baca Juga:  Ngawur…Diminta Bunuh Anjing Peliharaan, Tebas Kakak Ipar

Pihaknya menduga penyakit itu dipicu bakteri e-coli. Sehingga menyerang pencernaan hewan ternak. Dalam waktu singkat bakteri itu memicu kematian pada ternak. Parahnya lagi, penyakit itu sangat rentan menular.

Biasanya penyakit dengan cepat menyebar karena cuaca tidak bersahabat. Ditambah lagi sanitasi kandang kurang bersih.

Dampaknya penyakit pun bertahan lama di kandang tersebut. Apabila ternak babi mati, ia menganjurkan agar peternak berhenti memelihara babi sementara waktu. Lalu menyemprot kandang dengan disinfektan secara berkala, sehingga virus dan bakteri mati.

Lebih lanjut Sumiarta meminta, agar peternak juga berhati-hati saat membeli bibit babi. “Jangan sembarangan beli babi. Kalau ada harga murah, lebih baik dicek asal usul dan kesehatan babinya. Supaya tidak memicu penyakit di kandang,” demikian Sumiarta. 

Baca Juga:  Pusat Bebaskan PHR Bagi Delegasi IMF-WB, Badung Rugi Besar
- Advertisement -
- Advertisement -

SINGARAJA – Para peternak babi di Buleleng kembali dibuat resah.

Penyebabnya, karena hewan ternak babi mereka terkena gerubuk atau wabah.

Wabah itu adalah penyakit berak kapur. Penyakit itu membuat ternak warga mati.


Balai Besar Veteriner (BB Vet) Denpasar bahkan harus turun tangan untuk mengambil sampel pada babi-babi yang terserang penyakit. Saat ini Dinas Pertanian Buleleng tengah menunggu hasil uji lab dari BB Vet Denpasar.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng I Made Sumiarta mengatakan, penyakit berak kapur itu menyerang puluhan babi. Biasanya varietas yang diserang adalah babi bali. Penyakit dengan cepat menyerang anakan babi.

“Sebenarnya puncaknya itu sudah dua minggu lalu. Kalau sekarang sudah reda. Memang penyakitnya hampir merata di semua kecamatan. Tapi paling banyak itu di Kecamatan Tejakula dan Gerokgak,” kata Sumiarta saat dikonfirmasi Senin (17/1).

Baca Juga:  Ternyata Bandara Bali Utara Sudah Masuk Proyek Strategis Nasional

Pihaknya menduga penyakit itu dipicu bakteri e-coli. Sehingga menyerang pencernaan hewan ternak. Dalam waktu singkat bakteri itu memicu kematian pada ternak. Parahnya lagi, penyakit itu sangat rentan menular.

Biasanya penyakit dengan cepat menyebar karena cuaca tidak bersahabat. Ditambah lagi sanitasi kandang kurang bersih.

Dampaknya penyakit pun bertahan lama di kandang tersebut. Apabila ternak babi mati, ia menganjurkan agar peternak berhenti memelihara babi sementara waktu. Lalu menyemprot kandang dengan disinfektan secara berkala, sehingga virus dan bakteri mati.

Lebih lanjut Sumiarta meminta, agar peternak juga berhati-hati saat membeli bibit babi. “Jangan sembarangan beli babi. Kalau ada harga murah, lebih baik dicek asal usul dan kesehatan babinya. Supaya tidak memicu penyakit di kandang,” demikian Sumiarta. 

Baca Juga:  Ambisius, Buleleng Pasang Target PBB Rp 27 Miliar

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/