alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Jalan Pariwisata Gianyar Dikotori Tanah dan Debu, Berlumpur saat Hujan

GIANYAR – Jalan Raya Tegenungan di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, yang merupakan akses ke air terjun Tegenungan kotor. Jalan itu dipenuhi gumpalan tanah sisa proyek pengerukan. Ketika hujan jalan berlumpur. Ketika panas terik, jalan berdebu.

Menurut informasi yang dihimpun, jalanan itu kotor akibat aktivitas pengerukan tanah di sebelah Selatan objek wisata air terjun Tegenungan. Truk yang mengeruk mengangkut tanah.

Kemudian roda truk yang menempel tanah tidak dibersihkan. Saat menggilas aspal, kotoran di roda truk menempel di aspal jalan. 

Salah satu warga yang juga pemilik warung, Desi, mengaku ada aktivitas pengerukan tanah di lokasi persawahan itu telah berlangsung sejak tiga hari lalu.

Baca Juga:  Tolong…Abrasi Pantai Tegal Besar Kian Tak Terbendung

“Di situ ada proyek membangun jembatan kaca (rencana objek wisata baru, red). Dari tiga hari begini, ya, debu. Kalau hujan, ya, lumpur di jalan,” ujarnya.

Sebagai pemilik warung di pinggir jalan, debu berterbangan sampai mengenai dagangan. Dia mengaku, pihak proyek biasanya membersihkan material kotoran di aspal untuk meminimalisir debu.

Namun Senin (17/1), tanah masih tampak menempel. “Biasanya dikerik sama petugas proyek. Tapi lumpur dan debunya masih tetap juga,” ujarnya.

Dia sendiri juga kadang ikut menyiram supaya debu tidak terbang.

“Saya biasa siram, tapi tidak berani terlalu becek takut motor bisa jatuh karena licin,” ujarnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Kemenuh, Dewa Nyoman Neka, mengatakan pihaknya tidak tahu tentang hal tersebut. Sebab dia tidak dilibatkan untuk urusan itu. Kata perbekel, bendesa Tegenungan yang menghandle.

Baca Juga:  Polisi Kecewa Pengunjung Air Terjun Mematikan Langgar Larangan

“Maaf belum tahu tiyang, kapan itu? Soalnya proyek itu semua dihandle oleh bendesa adat. Saya tidak bisa akses ke sana,” ujarnya.

Bendesa adat Tegenungan, Dewa Ketut Murtika, mengakui pengerukan tanah itu merupakan proyek pembuatan jembatan.

“Memang benar itu (untuk jembatan kaca, red) jembatan. Sudah saya hubungi, ya, kalau sekarang selesai besok akan dibersihkan,” pungkasnya. 

- Advertisement -

- Advertisement -

GIANYAR – Jalan Raya Tegenungan di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, yang merupakan akses ke air terjun Tegenungan kotor. Jalan itu dipenuhi gumpalan tanah sisa proyek pengerukan. Ketika hujan jalan berlumpur. Ketika panas terik, jalan berdebu.

Menurut informasi yang dihimpun, jalanan itu kotor akibat aktivitas pengerukan tanah di sebelah Selatan objek wisata air terjun Tegenungan. Truk yang mengeruk mengangkut tanah.

Kemudian roda truk yang menempel tanah tidak dibersihkan. Saat menggilas aspal, kotoran di roda truk menempel di aspal jalan. 


Salah satu warga yang juga pemilik warung, Desi, mengaku ada aktivitas pengerukan tanah di lokasi persawahan itu telah berlangsung sejak tiga hari lalu.

Baca Juga:  Sssttt…Pelaku OTT Sempat Menutup Wisata Kuber

“Di situ ada proyek membangun jembatan kaca (rencana objek wisata baru, red). Dari tiga hari begini, ya, debu. Kalau hujan, ya, lumpur di jalan,” ujarnya.

Sebagai pemilik warung di pinggir jalan, debu berterbangan sampai mengenai dagangan. Dia mengaku, pihak proyek biasanya membersihkan material kotoran di aspal untuk meminimalisir debu.

Namun Senin (17/1), tanah masih tampak menempel. “Biasanya dikerik sama petugas proyek. Tapi lumpur dan debunya masih tetap juga,” ujarnya.

Dia sendiri juga kadang ikut menyiram supaya debu tidak terbang.

“Saya biasa siram, tapi tidak berani terlalu becek takut motor bisa jatuh karena licin,” ujarnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Kemenuh, Dewa Nyoman Neka, mengatakan pihaknya tidak tahu tentang hal tersebut. Sebab dia tidak dilibatkan untuk urusan itu. Kata perbekel, bendesa Tegenungan yang menghandle.

Baca Juga:  Kembali Makan Tumbal, Polisi Akan Panggil Pengelola Tegenungan

“Maaf belum tahu tiyang, kapan itu? Soalnya proyek itu semua dihandle oleh bendesa adat. Saya tidak bisa akses ke sana,” ujarnya.

Bendesa adat Tegenungan, Dewa Ketut Murtika, mengakui pengerukan tanah itu merupakan proyek pembuatan jembatan.

“Memang benar itu (untuk jembatan kaca, red) jembatan. Sudah saya hubungi, ya, kalau sekarang selesai besok akan dibersihkan,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/