alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Krama Sanih Desak Kepastian Status Tanah Negara Eks Hotel Puri Sanih

SINGARAJA – Krama (warga adat) Desa Adat Sanih, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, mempertanyakan status kepemilikan tanah negara di wilayah mereka. Krama meminta Badan Pertanahan Nasional, melalui Kantor Pertanahan Buleleng, segera mengabulkan permohonan peralihan status tanah negara itu menjadi tanah duwen desa pakraman.

 

Sebab selama bertahun-tahun permohonan kepemilikan lahan yang diajukan Desa Adat Sanih, tak kunjung mendapat jawaban.

 

Tanah negara yang dimohon Desa Adat Sanih itu terletak di Jalan Raya Singaraja-Tejakula. Tepatnya di sisi timur Kolam Pemandian Air Sanih. Tanah seluas 55 are itu dulunya digunakan sebagai penginapan Puri Sanih. Namun sejak 2005 tanah itu telah ditelantarkan oleh pemegang Hak Guna Bangunan (HGB).

Baca Juga:  Bos Goldkoin Rizki Adam Mengaku Tidak Kabur dan Saat Ini di Jakarta

 

Ditemui di Kantor Perbekel Bukti, Senin (17/1) pagi, Bendesa Adat Sanih Jro Made Sukresna mengatakan, desa adat telah mengajukan permohonan penerbitan sertifikat tanah pada Kantor Pertanahan Buleleng. Permohonan itu telah diajukan sekitar tahun 2018 lalu.

 

Bahkan pihak pertanahan disebut sudah sempat melakukan pengukuran. Namun entah mengapa, hingga kini sertifikat itu tak kunjung diterbitkan.

 

“Kami mohon agar dari pihak pertanahan segera menerbitkan sertifikat hak milik atas nama duwen desa pakraman. Tapi sampai sekarang belum ada,” kata pria yang akrab disapa Jro Cilik itu.

- Advertisement -

- Advertisement -

SINGARAJA – Krama (warga adat) Desa Adat Sanih, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, mempertanyakan status kepemilikan tanah negara di wilayah mereka. Krama meminta Badan Pertanahan Nasional, melalui Kantor Pertanahan Buleleng, segera mengabulkan permohonan peralihan status tanah negara itu menjadi tanah duwen desa pakraman.

 

Sebab selama bertahun-tahun permohonan kepemilikan lahan yang diajukan Desa Adat Sanih, tak kunjung mendapat jawaban.


 

Tanah negara yang dimohon Desa Adat Sanih itu terletak di Jalan Raya Singaraja-Tejakula. Tepatnya di sisi timur Kolam Pemandian Air Sanih. Tanah seluas 55 are itu dulunya digunakan sebagai penginapan Puri Sanih. Namun sejak 2005 tanah itu telah ditelantarkan oleh pemegang Hak Guna Bangunan (HGB).

Baca Juga:  Angin Kencang Disertai Cuaca Buruk, Sistem Buka Tutup Berlanjut

 

Ditemui di Kantor Perbekel Bukti, Senin (17/1) pagi, Bendesa Adat Sanih Jro Made Sukresna mengatakan, desa adat telah mengajukan permohonan penerbitan sertifikat tanah pada Kantor Pertanahan Buleleng. Permohonan itu telah diajukan sekitar tahun 2018 lalu.

 

Bahkan pihak pertanahan disebut sudah sempat melakukan pengukuran. Namun entah mengapa, hingga kini sertifikat itu tak kunjung diterbitkan.

 

“Kami mohon agar dari pihak pertanahan segera menerbitkan sertifikat hak milik atas nama duwen desa pakraman. Tapi sampai sekarang belum ada,” kata pria yang akrab disapa Jro Cilik itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/