alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Rumah Dikelilingi Kelapa, Sutana Sekeluarga Pilih Tidur di Teras

Ketut Sutana, warga Banjar Cempaka, Desa Pikat, Klungkung selalu waswas bila hujan tiba. Dia dan keluarganya memilih tidur di teras rumah. Mereka khawatir rumahnya tertimpa pohon kelapa.

DEWA AYU PITRI ARISANTI, Klungkung

HUJAN deras terus mengguyur Kabupaten Klungkung belakangan ini. Bencana alam pun sering dilaporkan terjadi.

Ketut Sutana, 55 warga Banjar Cempaka, Desa Pikat, Kecamatan Dawan pun selalu waswas. Ia dan keempat keluarganya yang lain tidak dapat tidur nyenyak saat musim hujan tiba.

Hal itu terjadi lantaran dia tinggal di tengah perkebunan. Kediamannya dikelilingi pohon kelapa yang cukup tinggi. Yang sewaktu-waktu dapat tumbang menimpa rumahnya.

- Advertisement -

 

“Kalau hujan, semuanya tidur di teras rumah. Tidak ada yang berani tidur di dalam. Tidur juga tidak tenang karena takut nanti tiba-tiba pohon kelapanya tumbang,” tutur saat ditemui Senin (17/1).

Baca Juga:  Pariwisata Berkembang, Transmigran asal Nusa Penida Pulang Kampung

 

Benar saja, sebuah pohon kelapa berukuran besar tumbang menimpa bangunan miliknya, Minggu (16/1) malam. Untungnya pohon kelapa itu menimpa bangunan pemanggangan ayam miliknya sehingga tidak sampai menyebabkan adanya korban luka maupun jiwa.

Sedangkan rumah Sutana bersebelahan dengan bangunan pemanggangan ayam yang tertimpa pohon kelapa. Hanya saja bangunan pemanggangan ayam miliknya hancur. Begitu juga sejumlah mesin yang ada di dalamnya.

 

“Di dalam itu ada mesin pencabut bulu ayam, tempat pendingin daging, pemanggan. Kalau dilihat ada yang rusak dan ada yang tidak rusak. Semua masih di dalam,” terangnya.

 

Atas peristiwa itu, pihaknya telah diberikan izin kepada pemilik pohon kelapa untuk memotong pohon kelapa yang kira-kira membahayakan kediaman Sutana.

Baca Juga:  Situasi Pandemi, Penerimaan Pajak Bali Timur Tembus 100 Persen Lebih

 

“Pohon kelapanya bukan punya saya. Yang punya sudah memberi izin untuk ditebang. Saya tinggal mencari tukang potong pohon sekarang,” tandasnya.

 

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta yang mendengar adanya peristiwa itu pun mengunjungi kediaman Sutana. Melihat kondisi bangunan yang hancur itu, Suwirta meminta kepada pihak BPBD Klungkung untuk membantu Sutana menangani dampak pohon tumbang tersebut. 

- Advertisement -

Ketut Sutana, warga Banjar Cempaka, Desa Pikat, Klungkung selalu waswas bila hujan tiba. Dia dan keluarganya memilih tidur di teras rumah. Mereka khawatir rumahnya tertimpa pohon kelapa.

DEWA AYU PITRI ARISANTI, Klungkung

HUJAN deras terus mengguyur Kabupaten Klungkung belakangan ini. Bencana alam pun sering dilaporkan terjadi.

Ketut Sutana, 55 warga Banjar Cempaka, Desa Pikat, Kecamatan Dawan pun selalu waswas. Ia dan keempat keluarganya yang lain tidak dapat tidur nyenyak saat musim hujan tiba.

Hal itu terjadi lantaran dia tinggal di tengah perkebunan. Kediamannya dikelilingi pohon kelapa yang cukup tinggi. Yang sewaktu-waktu dapat tumbang menimpa rumahnya.

 

“Kalau hujan, semuanya tidur di teras rumah. Tidak ada yang berani tidur di dalam. Tidur juga tidak tenang karena takut nanti tiba-tiba pohon kelapanya tumbang,” tutur saat ditemui Senin (17/1).

Baca Juga:  Desa Adat Gianyar Pakai 3 Sulinggih, 4 Lainnya Disediakan Pemkab

 

Benar saja, sebuah pohon kelapa berukuran besar tumbang menimpa bangunan miliknya, Minggu (16/1) malam. Untungnya pohon kelapa itu menimpa bangunan pemanggangan ayam miliknya sehingga tidak sampai menyebabkan adanya korban luka maupun jiwa.

Sedangkan rumah Sutana bersebelahan dengan bangunan pemanggangan ayam yang tertimpa pohon kelapa. Hanya saja bangunan pemanggangan ayam miliknya hancur. Begitu juga sejumlah mesin yang ada di dalamnya.

 

“Di dalam itu ada mesin pencabut bulu ayam, tempat pendingin daging, pemanggan. Kalau dilihat ada yang rusak dan ada yang tidak rusak. Semua masih di dalam,” terangnya.

 

Atas peristiwa itu, pihaknya telah diberikan izin kepada pemilik pohon kelapa untuk memotong pohon kelapa yang kira-kira membahayakan kediaman Sutana.

Baca Juga:  TEGA! Janji Bisa Loloskan Jadi PNS, Oknum PNS Buleleng Dipolisikan

 

“Pohon kelapanya bukan punya saya. Yang punya sudah memberi izin untuk ditebang. Saya tinggal mencari tukang potong pohon sekarang,” tandasnya.

 

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta yang mendengar adanya peristiwa itu pun mengunjungi kediaman Sutana. Melihat kondisi bangunan yang hancur itu, Suwirta meminta kepada pihak BPBD Klungkung untuk membantu Sutana menangani dampak pohon tumbang tersebut. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/