alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Aksi Pemuda Duel di Buleleng Marak, KONI Dorong Pemuda Ikut Bela Diri

SINGARAJA– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Buleleng mendorong para pemuda mengikuti cabang olahraga bela diri. Sehingga para pemuda dapat mengendalikan emosi lebih baik. Ketimbang melakukan aksi baku hantam di jalanan.

Ketua KONI Buleleng Ketut Wiratmaja mengaku dirinya mengikuti perkembang fenomena pemuda baku hantam di Bali Utara.

Menurutnya, fenomena itu terus berulang dari tahun ke tahun. Hampir tiap tahun, selalu muncul video-video para pemuda yang adu pukul.

Kata Wiratmaja, daripada melakukan aksi jalanan, sebaiknya pemuda-pemuda itu mengikuti kegiatan olahraga. Khususnya di bidang olahraga bela diri. Apalagi saat ini klub-klub bela diri terus bermunculan di desa-desa.

“Hampir semua sekolah, baik SMP, SMA, maupun SMK itu pasti punya ekstra kurikuler olahraga. Salah satunya ada bela diri. Bisa juga di klub-klub olahraga bela diri. Mereka bisa menyalurkan bakat mereka di sana. Ketimbang main pukul di jalanan,” kata Wiratmaja.

Baca Juga:  Setengah Jumlah Pasien Covid-19 di Jembrana Jalani Isolasi Mandiri

Apabila bergabung dengan olahraga bela diri, ia meyakini pemuda akan mampu mengendalikan emosi lebih baik. Apalagi dalam olahraga bela diri, ada kode etik yang harus ditaati. Bahwa olahraga tersebut, bukan digunakan untuk tawuran. Namun untuk melindungi diri sendiri dari ancaman kekerasan.

“Kalau berkelahi di jalanan, tidak ada untungnya. Lebih baik disalurkan di olahraga prestasi. Kalau memang berbakat dan berprestasi, malah bisa dapat bonus uang dari prestasi itu,” tegas Wiratmaja.

Saat ini ada beberapa olahraga bela diri yang bernaung di bawah KONI Buleleng. Diantaranya karate, pencak silat, judo, kempo, tinju, tarung derajat, taekwondo, wushu, muaythai, hingga yang terbaru yongmoodo.

Untuk sekedar diketahui, dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir, ada 4 (empat) video perkelahian yang melibatkan para pelajar.

Baca Juga:  LUCU.., Atraksi Regu Waria dan Gay Paling Ditunggu

Dari total itu, sebanyak tiga video diantaranya melibatkan pelajar pria. Video itu diketahui direkam di Jalan Melati Singaraja, Jalan Singaraja-Amlapura tepatnya di Desa Les, serta di jembatan Bendungan Titab.

Sementara 1 video lainnya melibatkan pelajar wanita. Video itu direkam di kawasan Pantai Yeh Taluh Kelurahan Penarukan. 



SINGARAJA– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Buleleng mendorong para pemuda mengikuti cabang olahraga bela diri. Sehingga para pemuda dapat mengendalikan emosi lebih baik. Ketimbang melakukan aksi baku hantam di jalanan.

Ketua KONI Buleleng Ketut Wiratmaja mengaku dirinya mengikuti perkembang fenomena pemuda baku hantam di Bali Utara.

Menurutnya, fenomena itu terus berulang dari tahun ke tahun. Hampir tiap tahun, selalu muncul video-video para pemuda yang adu pukul.

Kata Wiratmaja, daripada melakukan aksi jalanan, sebaiknya pemuda-pemuda itu mengikuti kegiatan olahraga. Khususnya di bidang olahraga bela diri. Apalagi saat ini klub-klub bela diri terus bermunculan di desa-desa.

“Hampir semua sekolah, baik SMP, SMA, maupun SMK itu pasti punya ekstra kurikuler olahraga. Salah satunya ada bela diri. Bisa juga di klub-klub olahraga bela diri. Mereka bisa menyalurkan bakat mereka di sana. Ketimbang main pukul di jalanan,” kata Wiratmaja.

Baca Juga:  Terungkap, Pelaku Persetubuhan Sengaja Sebar Foto Korban karena Emosi

Apabila bergabung dengan olahraga bela diri, ia meyakini pemuda akan mampu mengendalikan emosi lebih baik. Apalagi dalam olahraga bela diri, ada kode etik yang harus ditaati. Bahwa olahraga tersebut, bukan digunakan untuk tawuran. Namun untuk melindungi diri sendiri dari ancaman kekerasan.

“Kalau berkelahi di jalanan, tidak ada untungnya. Lebih baik disalurkan di olahraga prestasi. Kalau memang berbakat dan berprestasi, malah bisa dapat bonus uang dari prestasi itu,” tegas Wiratmaja.

Saat ini ada beberapa olahraga bela diri yang bernaung di bawah KONI Buleleng. Diantaranya karate, pencak silat, judo, kempo, tinju, tarung derajat, taekwondo, wushu, muaythai, hingga yang terbaru yongmoodo.

Untuk sekedar diketahui, dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir, ada 4 (empat) video perkelahian yang melibatkan para pelajar.

Baca Juga:  Jalani Pendidikan, Siswa Secata Rindam IX/Udayana Tetap Jaga Jarak

Dari total itu, sebanyak tiga video diantaranya melibatkan pelajar pria. Video itu diketahui direkam di Jalan Melati Singaraja, Jalan Singaraja-Amlapura tepatnya di Desa Les, serta di jembatan Bendungan Titab.

Sementara 1 video lainnya melibatkan pelajar wanita. Video itu direkam di kawasan Pantai Yeh Taluh Kelurahan Penarukan. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/