alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

PLN Sering Dikomplain, Ternyata 50 Persen Laporan Salah Sasaran

GIANYAR – Sepanjang 2021, PLN Bali Timur mendapatkan sekitar 50 laporan kabel bermasalah. Ketika disurvei ke lapangan, ternyata 90 persen dari laporan tersebut merupakan kabel provider.

 

Sehingga laporan kabel itu tergolong salah sambung alias salah sasaran. 

 

Manajer PLN UP3 Bali Timur, Andre Pratama Djatmiko menyatakan PLN selalu menjadi pihak yang sering dituju ketika ada persoalan kabel.

 

Baik kabel melintang ke jalan, kabel nyangkut pohon dan lainnya. Padahal kata dia, kabel yang ada bukan hanya milik PLN. “Tetapi juga milik provider internet,” ujar Andre.

 

Andre menjelaskan, kabel PLN, dari segi tiang besar menggunakan beton warna putih. Lalu kabel dobel. “Kalau tiang hitam dan kabel kecil itu merupakan kabel perusahaan provider,” jelas Andre.

Baca Juga:  Tabrakan Maut Dipicu Motor Tanpa Lampu, Ini Imbauan Polres Jembrana

 

Andre mengatakan, diduga banyak masyarakat kurang paham terhadap kabel. Itu menyebabkan di tahun 2021 lalu, dari 50 laporan kabel bermasalah, 90 persennya merupakan kabel milik provider.

 

Meski salah sambung, pihaknya tetap melakukan penanganan. “Setiap ada laporan dari masyarakat yang masuk ke kami, pasti kami tindak lanjuti,” ujarnya. 

 

Dia mengungkapkan, PLN selalu memantau kondisi kabel di lapangan. Apalagi kabel PLN bertegangan listrik. Biasanya, persoalan kabel PLN putus atau kendor, terjadi akibat ditimpa pohon tumbang atau longsor. Namun biasanya, ketika terjadi persoalan, akan ada notifikasi dari sistem PLN.

 

“Selama ini kabel putus atau persoalan kabel PLN penyebabnya adalah bencana longsor, pohon roboh. Kalau kabel kami lepas, itu ada notifikasi atau warning,” ungkapnya. 

Baca Juga:  1 Warga Positif Corona,Desa Gelgel Siapkan Sanksi yang Nekat Kelayapan

 

Pihaknya berharap peran masyarakat ikut memperhatikan kabel PLN. “Kalau sambungan rumah belum ada notifikasi. Jadi kami minta, agar kalau ketemu seperti itu, dilaporkan ke kami,” pintanya.

 

Jika kabel PLN putus, Andre menjelaskan, biasanya kabel tersebut secara otomatis tidak tersalurkan. Meskipun tidak membahayakan, namun pihaknya meminta masyarakat agar tidak menangani sendiri, yakni harus tetap harus meminta penanganan pada PLN.

 

“Kalau dia putus, biasanya listrik sudah mati. Tapi tetap kami minta agar masyarakat jangan menindaklanjuti sendiri, agar tak terjadi hal yang tak diinginkan,” pungkasnya.



GIANYAR – Sepanjang 2021, PLN Bali Timur mendapatkan sekitar 50 laporan kabel bermasalah. Ketika disurvei ke lapangan, ternyata 90 persen dari laporan tersebut merupakan kabel provider.

 

Sehingga laporan kabel itu tergolong salah sambung alias salah sasaran. 

 

Manajer PLN UP3 Bali Timur, Andre Pratama Djatmiko menyatakan PLN selalu menjadi pihak yang sering dituju ketika ada persoalan kabel.

 

Baik kabel melintang ke jalan, kabel nyangkut pohon dan lainnya. Padahal kata dia, kabel yang ada bukan hanya milik PLN. “Tetapi juga milik provider internet,” ujar Andre.

 

Andre menjelaskan, kabel PLN, dari segi tiang besar menggunakan beton warna putih. Lalu kabel dobel. “Kalau tiang hitam dan kabel kecil itu merupakan kabel perusahaan provider,” jelas Andre.

Baca Juga:  Seruduk Pikap Parkir, Pengemudi Tergencet

 

Andre mengatakan, diduga banyak masyarakat kurang paham terhadap kabel. Itu menyebabkan di tahun 2021 lalu, dari 50 laporan kabel bermasalah, 90 persennya merupakan kabel milik provider.

 

Meski salah sambung, pihaknya tetap melakukan penanganan. “Setiap ada laporan dari masyarakat yang masuk ke kami, pasti kami tindak lanjuti,” ujarnya. 

 

Dia mengungkapkan, PLN selalu memantau kondisi kabel di lapangan. Apalagi kabel PLN bertegangan listrik. Biasanya, persoalan kabel PLN putus atau kendor, terjadi akibat ditimpa pohon tumbang atau longsor. Namun biasanya, ketika terjadi persoalan, akan ada notifikasi dari sistem PLN.

 

“Selama ini kabel putus atau persoalan kabel PLN penyebabnya adalah bencana longsor, pohon roboh. Kalau kabel kami lepas, itu ada notifikasi atau warning,” ungkapnya. 

Baca Juga:  GOR Debes Memasuki Masa Pemeliharaan, Kontraktor Wajib Tanggung Jawab

 

Pihaknya berharap peran masyarakat ikut memperhatikan kabel PLN. “Kalau sambungan rumah belum ada notifikasi. Jadi kami minta, agar kalau ketemu seperti itu, dilaporkan ke kami,” pintanya.

 

Jika kabel PLN putus, Andre menjelaskan, biasanya kabel tersebut secara otomatis tidak tersalurkan. Meskipun tidak membahayakan, namun pihaknya meminta masyarakat agar tidak menangani sendiri, yakni harus tetap harus meminta penanganan pada PLN.

 

“Kalau dia putus, biasanya listrik sudah mati. Tapi tetap kami minta agar masyarakat jangan menindaklanjuti sendiri, agar tak terjadi hal yang tak diinginkan,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/