alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Pekerja Migran di Buleleng Suspect Corona, Bupati Minta Dikarantina

SINGARAJA – Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Buleleng terus bertambah. Hingga Selasa sore, tercatat ada lima orang PDP yang dirawat di RSUD.

Bupati Agus Suradnyana berharap pemerintah bisa mempertimbangkan karantina terhadap pekerja migran yang sempat bekerja ke luar negeri dan ingin pulang.

“Kami harap ada karantina terhadap pekerja migran di luar negeri yang mau pulang. Kami harap ada karantina di Denpasar,” harap Bupati Agus Karantina kemarin.

Menurutnya, pekerja migran yang kini berada di luar negeri, sangat ingin pulang kampung. Sebab kini industri pariwisata di seluruh dunia dalam kondisi lesu.

Para pekerja migran itu pun memilih pulang kampung, karena penghentian aktifitas sementara di luar negeri.

Baca Juga:  Dikarantina Usai Tiba 22 Mei, 5 Pekerja Migran Gianyar Positif Corona

Agus yang juga Mantan Ketua Komisi III DPRD Bali itu menyarankan agar Pemprov Bali dapat mempertimbangkan penggunaan Balai Diklat Pemprov Bali sebagai lokasi karantina.

Maupun di lokasi lain yang dianggap layak. “Kami bukannya diskriminatif ya. Tapi kami ingin teman-teman pekerja migran juga peduli dengan kesehatan masyarakat di sekitarnya.

Terutama sekali keluarganya. Alangkah baiknya bisa melapor ke konsulat atau kedutaan besar di negara mereka beraktifitas sekarang, sehingga bisa difasilitasi kesehatannya.

Kami tidak mau seperti kasus pasien yang kemarin itu. Berhasil lolos di bandara karena minum obat penurun panas. Akhirnya kontak dengan keluarganya,” kata Agus.

Sekadar diketahui, hingga kini ada lima orang PDP yang dirawat di RSUD Buleleng. Pasien pertama merupakan WNI yang sempat melakukan perjalanan wisata ke Italia.

Baca Juga:  PDP-41 Dirawat 34 Hari, Tim Medis RS Pratama Beri Perawatan Khusus

Pasien kedua merupakan WNA asal Belanda yang sempat beraktifitas di negara endemis covid-19. Sedangkan pasien ketiga merupakan WNI yang juga pekerja migran.

Pasien ketiga sempat bekerja ke Italia dan diketahui pulang ke Indonesia lewat Spanyol dan Qatar. 



SINGARAJA – Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Buleleng terus bertambah. Hingga Selasa sore, tercatat ada lima orang PDP yang dirawat di RSUD.

Bupati Agus Suradnyana berharap pemerintah bisa mempertimbangkan karantina terhadap pekerja migran yang sempat bekerja ke luar negeri dan ingin pulang.

“Kami harap ada karantina terhadap pekerja migran di luar negeri yang mau pulang. Kami harap ada karantina di Denpasar,” harap Bupati Agus Karantina kemarin.

Menurutnya, pekerja migran yang kini berada di luar negeri, sangat ingin pulang kampung. Sebab kini industri pariwisata di seluruh dunia dalam kondisi lesu.

Para pekerja migran itu pun memilih pulang kampung, karena penghentian aktifitas sementara di luar negeri.

Baca Juga:  Ternyata Retakan Pura Uluwatu Pernah Mau Disambung, Tapi Gagal Tender

Agus yang juga Mantan Ketua Komisi III DPRD Bali itu menyarankan agar Pemprov Bali dapat mempertimbangkan penggunaan Balai Diklat Pemprov Bali sebagai lokasi karantina.

Maupun di lokasi lain yang dianggap layak. “Kami bukannya diskriminatif ya. Tapi kami ingin teman-teman pekerja migran juga peduli dengan kesehatan masyarakat di sekitarnya.

Terutama sekali keluarganya. Alangkah baiknya bisa melapor ke konsulat atau kedutaan besar di negara mereka beraktifitas sekarang, sehingga bisa difasilitasi kesehatannya.

Kami tidak mau seperti kasus pasien yang kemarin itu. Berhasil lolos di bandara karena minum obat penurun panas. Akhirnya kontak dengan keluarganya,” kata Agus.

Sekadar diketahui, hingga kini ada lima orang PDP yang dirawat di RSUD Buleleng. Pasien pertama merupakan WNI yang sempat melakukan perjalanan wisata ke Italia.

Baca Juga:  KLIR! Kabagops Kompol Wiranatha: Yang Kami Larang Pergerakan Massa

Pasien kedua merupakan WNA asal Belanda yang sempat beraktifitas di negara endemis covid-19. Sedangkan pasien ketiga merupakan WNI yang juga pekerja migran.

Pasien ketiga sempat bekerja ke Italia dan diketahui pulang ke Indonesia lewat Spanyol dan Qatar. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/