alexametrics
28.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Urung Terkena Recofusing Covid-19, Proyek RTH Bung Karno Dikebut

SINGARAJA – Proyek Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno disebut akan tetap berjalan. Proyek ini urung terkena refocusing anggaran dari Pemerintah Provinsi Bali.

Informasinya Pemprov Bali akan tetap menggelontorkan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi RTH ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng Gede Melandrat mengatakan, sebelumnya memang terbit Surat Edaran dari Pemprov Bali yang ditandatangani Sekprov Bali Dewa Made Indra.

Dalam edaran itu disebutkan bahwa seluruh kegiatan fisik maupun non fisik yang bersumber dari BKK ditunda untuk sementara waktu.

Melandrat mengatakan DLH sebenarnya sudah siap dengan seluruh dokumen pembangunan RTH. Hanya saja dokumen itu urung masuk dalam proses tender. Karena dana BKK yang menjadi sumber pendanaan proyek, tertunda.

Baca Juga:  Dewan "Jewer" DLH, Ingatkan Proyek RTH Tak Molor Lagi

“Sekarang sudah ada kepastian anggaran. Bahwa BKK untuk RTH Bung Karno akan tetap cair. Jadi untuk dokumen pengadaan akan tetap berlanjut,” kata Melandrat saat dihubungi kemarin.

Menurutnya, DLH Buleleng sudah menyerahkan dokumen tender sejak beberapa pekan lalu. Dokumen itu akan diverifikasi oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Buleleng.

Setelah dinyatakan layak dan lengkap, baru dokumen itu akan diunggah dalam sistem tender elektronik.

“Mudah-mudahan bisa segera tuntas. Informasi awal sih, minggu depan sudah diunggah dokumennya. Jadi sudah bisa diakses penyedia barang dan jasa,” imbuhnya.

Untuk pembangunan RTH Bung Karno Tahap IV, pemerintah disebut menyiapkan anggaran sebesar Rp 16 miliar.

Total ada 20 komponen pekerjaan yang tercantum dalam dokumen. Di antaranya adalah penyelesaian patung Bung Karno serta pengerjaan taman.

Baca Juga:  Rapat KA-Andal di Dinas KLH Bali Diwarnai Protes & Larangan Peliputan

Sekadar diketahui Pemprov Bali sempat menunda penyaluran dana BKK beberapa pekan lalu. Dampaknya sejumlah program kegiatan di Buleleng terpaksa ditunda.

Salah satunya adalah pembangunan RTH Bung Karno. Bahkan dokumen tender yang sudah sempat diajukan pada Bagian Pengadaan, terpaksa ditarik kembali karena tak ada kepastian sumber dana.


SINGARAJA – Proyek Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno disebut akan tetap berjalan. Proyek ini urung terkena refocusing anggaran dari Pemerintah Provinsi Bali.

Informasinya Pemprov Bali akan tetap menggelontorkan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi RTH ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng Gede Melandrat mengatakan, sebelumnya memang terbit Surat Edaran dari Pemprov Bali yang ditandatangani Sekprov Bali Dewa Made Indra.

Dalam edaran itu disebutkan bahwa seluruh kegiatan fisik maupun non fisik yang bersumber dari BKK ditunda untuk sementara waktu.

Melandrat mengatakan DLH sebenarnya sudah siap dengan seluruh dokumen pembangunan RTH. Hanya saja dokumen itu urung masuk dalam proses tender. Karena dana BKK yang menjadi sumber pendanaan proyek, tertunda.

Baca Juga:  Badung Mulai Buka Lagi Obyek Wisata Pantai Labuan Sait dan Canggu

“Sekarang sudah ada kepastian anggaran. Bahwa BKK untuk RTH Bung Karno akan tetap cair. Jadi untuk dokumen pengadaan akan tetap berlanjut,” kata Melandrat saat dihubungi kemarin.

Menurutnya, DLH Buleleng sudah menyerahkan dokumen tender sejak beberapa pekan lalu. Dokumen itu akan diverifikasi oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Buleleng.

Setelah dinyatakan layak dan lengkap, baru dokumen itu akan diunggah dalam sistem tender elektronik.

“Mudah-mudahan bisa segera tuntas. Informasi awal sih, minggu depan sudah diunggah dokumennya. Jadi sudah bisa diakses penyedia barang dan jasa,” imbuhnya.

Untuk pembangunan RTH Bung Karno Tahap IV, pemerintah disebut menyiapkan anggaran sebesar Rp 16 miliar.

Total ada 20 komponen pekerjaan yang tercantum dalam dokumen. Di antaranya adalah penyelesaian patung Bung Karno serta pengerjaan taman.

Baca Juga:  Ssstt…Kajari Amlapura Sebut Pungutan BPP Padangbai Sah, Asal…

Sekadar diketahui Pemprov Bali sempat menunda penyaluran dana BKK beberapa pekan lalu. Dampaknya sejumlah program kegiatan di Buleleng terpaksa ditunda.

Salah satunya adalah pembangunan RTH Bung Karno. Bahkan dokumen tender yang sudah sempat diajukan pada Bagian Pengadaan, terpaksa ditarik kembali karena tak ada kepastian sumber dana.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/