alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Cuaca Buruk Rusak Perahu, Nelayan Jembrana Ketakutan Melaut

NEGARA – Cuaca buruk yang terjadi di pesisir Jembrana membuat nelayan ketakutan melaut. Pasalnya, angin kencang dan gelombang tinggi, membuat dua perahu nelayan Desa Perancak hancur setelah diterjang gelombang.

Beruntung tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut, nelayan berhasil menyelamatkan diri.

Dua perahu itu diketahui milik dua nelayan asal Desa Perancak, I Ketut Purtama asal Banjar Tibu Keleneng dan I Nengah Wartama asal Banjar Lemodang.

Sebelum perahu terbalik, cuaca di perairan Selat Bali cerah, tidak ada angin yang berhembus kencang dan gelombang tidak terlalu tinggi.

“Saat akan pulang, ombak cukup besar dan angin kencang, “kata salah seorang nelayan. Posisi perahu yang rusak karena diterjang gelombang, saat akan mendarat dan hanya beberapa meter dari bibir pantai.

Baca Juga:  Waspada! Tabanan Dihajar Bencana Akibat Hujan, Petir dan Angin Ribut

Kedua nelayan selamat, namun dua perahu rusak parah sehingga tidak bisa digunakan lagi. Karena cuaca buruk tersebut, nelayan banyak yang nelayan yang tidak melaut.

Kemarin, nelayan dari Desa Perancak tidak ada yang berangkat melaut, namun beberapa nelayan dari desa lain ada yang nekat melaut.

“Kalau di sini (Desa Perancak) tidak ada yang melaut. Anginnya kencang,” ujar Darna, nelayan Desa Perancak.

Kepala Kewilayahan Banjar Lemodang I Nengah Budi Astawan mengatakan, gelombang tinggi yang terjadi beberapa hari belakangan ini di perairan selatan Jembrana.

Akibat cuca buruk tersebut, dua perahu yang akan mendarat pantai Banjar Lemodang tergulung ombak hingga membuat dua perahu terbalik dan hancur.

Baca Juga:  Cuaca Buruk, Penyeberangan Sanur - Nusa Penida Normal

Menurutnya, nelayan dan perahu yang rusak berhasil dibawa ke darat dengan bantuan nelayan lain yang sedang menunggu di pinggir pantai.

Dari peristiwa tersebut dua nelayan selamat, hanya perahu rusak dan mesin juga terendam air. Kasatpolair Polres Jembrana Iptu Edy Waluyo mengimbau warga untuk waspada karena cuaca Selat Bali saat ini sedang buruk.

Sebagaimana data dari BMKG pantauan gelombang laut wilayah perairan Bali cukup tinggi di perairan Bali dan angin kencang

akan terjadi beberapa hari ke depan. “Lebih baik tidak melaut dulu, dari pada terjadi lak laut,” tegasnya. 



NEGARA – Cuaca buruk yang terjadi di pesisir Jembrana membuat nelayan ketakutan melaut. Pasalnya, angin kencang dan gelombang tinggi, membuat dua perahu nelayan Desa Perancak hancur setelah diterjang gelombang.

Beruntung tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut, nelayan berhasil menyelamatkan diri.

Dua perahu itu diketahui milik dua nelayan asal Desa Perancak, I Ketut Purtama asal Banjar Tibu Keleneng dan I Nengah Wartama asal Banjar Lemodang.

Sebelum perahu terbalik, cuaca di perairan Selat Bali cerah, tidak ada angin yang berhembus kencang dan gelombang tidak terlalu tinggi.

“Saat akan pulang, ombak cukup besar dan angin kencang, “kata salah seorang nelayan. Posisi perahu yang rusak karena diterjang gelombang, saat akan mendarat dan hanya beberapa meter dari bibir pantai.

Baca Juga:  Kurangi Emisi Karbon, Sambut G20 di Bali dengan Kendaraan Listrik

Kedua nelayan selamat, namun dua perahu rusak parah sehingga tidak bisa digunakan lagi. Karena cuaca buruk tersebut, nelayan banyak yang nelayan yang tidak melaut.

Kemarin, nelayan dari Desa Perancak tidak ada yang berangkat melaut, namun beberapa nelayan dari desa lain ada yang nekat melaut.

“Kalau di sini (Desa Perancak) tidak ada yang melaut. Anginnya kencang,” ujar Darna, nelayan Desa Perancak.

Kepala Kewilayahan Banjar Lemodang I Nengah Budi Astawan mengatakan, gelombang tinggi yang terjadi beberapa hari belakangan ini di perairan selatan Jembrana.

Akibat cuca buruk tersebut, dua perahu yang akan mendarat pantai Banjar Lemodang tergulung ombak hingga membuat dua perahu terbalik dan hancur.

Baca Juga:  Kandas Berjam-jam, Penumpang KMP Swakarsa Merasa Dikerjai Awak Kapal

Menurutnya, nelayan dan perahu yang rusak berhasil dibawa ke darat dengan bantuan nelayan lain yang sedang menunggu di pinggir pantai.

Dari peristiwa tersebut dua nelayan selamat, hanya perahu rusak dan mesin juga terendam air. Kasatpolair Polres Jembrana Iptu Edy Waluyo mengimbau warga untuk waspada karena cuaca Selat Bali saat ini sedang buruk.

Sebagaimana data dari BMKG pantauan gelombang laut wilayah perairan Bali cukup tinggi di perairan Bali dan angin kencang

akan terjadi beberapa hari ke depan. “Lebih baik tidak melaut dulu, dari pada terjadi lak laut,” tegasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/