alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Musim Kemarau, TPA Sente Klungkung Mulai Rawan Kebakaran

SEMARAPURA – TPA Sente yang berada di Desa Pikat, Kecamatan Dawan kondisinya kian memprihatinkan.

Tumpukan sampah di tempat itu kian menggunung hingga tingginya melebihi tembok pembatas.

Asap bahkan api sering muncul dari tumpukan sampah sejak beberapa hari terakhir ini seiring masuknya musim kemarau.

Kondisi ini membuat personel Pemadam Kebakaran Klungkung rutin melakukan pemantauan.

Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Klungkung, I Ketut Suadnyana tidak menepis kondisi itu.

Hanya saja untuk saat ini pihaknya mengaku baru bisa melakukan upaya-upaya jangka pendek. Seperti menimbun tumpukan sampah tersebut dengan tanah dan rutin menyemprotkan air.

“Asap masih tetap keluar tetapi tidak sebanyak sebelumnya karena sudah diuruk dengan tanah dan terus disiram. Karena di tumpukan sampah itu ada gas metana,” katanya.

Baca Juga:  Tertangkap Bakar Sampah di Eks Galian C, Warga Akan Didenda Rp 50 Juta

Meski tumpukan sampah sudah tampak menggunung, ia masih optimis TPA Sente masih mampu menampung sampah hingga dua tahun ke depan.

Dengan catatan, hanya sampah residu yang dibawa ke sana. Hanya hingga saat ini ada sejumlah desa yang membuang sampah tanpa pemilahan ke TPA Sente lantaran belum memiliki TPST atau Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS).

“Untuk itu akan terus kami dampingi dan dorong agar dapat segera memiliki tempat pengolahan sampahnya sendiri.

Apalagi Pemprov Bali sudah memberikan lampu hijau untuk menggunakan tanah miliki Pemprov sebagai tempat pengolahan sampah,” ujarnya.

Sementara itu, untuk pengadaan TPA baru, ia mengaku belum berencana sejauh itu. Meski TPA Sente adalah satu-satunya TPA yang ada di Klungkung daratan dengan kondisi sampah sudah sangat melebihi kapasitas.

Baca Juga:  TPA Sente Segera Ditutup, Pemulung: Kami Makan Apa?

“Rencana revitalisasi juga belum ada. Untuk menangani masalah sampah, desa-desa ini yang kami dorong untuk segera

memiliki tempat pengolahan sampah sendiri sehingga mandiri dalam menangani permasalahan sampahnya,” tandasnya.


SEMARAPURA – TPA Sente yang berada di Desa Pikat, Kecamatan Dawan kondisinya kian memprihatinkan.

Tumpukan sampah di tempat itu kian menggunung hingga tingginya melebihi tembok pembatas.

Asap bahkan api sering muncul dari tumpukan sampah sejak beberapa hari terakhir ini seiring masuknya musim kemarau.

Kondisi ini membuat personel Pemadam Kebakaran Klungkung rutin melakukan pemantauan.

Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Klungkung, I Ketut Suadnyana tidak menepis kondisi itu.

Hanya saja untuk saat ini pihaknya mengaku baru bisa melakukan upaya-upaya jangka pendek. Seperti menimbun tumpukan sampah tersebut dengan tanah dan rutin menyemprotkan air.

“Asap masih tetap keluar tetapi tidak sebanyak sebelumnya karena sudah diuruk dengan tanah dan terus disiram. Karena di tumpukan sampah itu ada gas metana,” katanya.

Baca Juga:  Penjagaan Objek Vital Diperketat, AKBP Priyo: Minim Dua Polisi Berjaga

Meski tumpukan sampah sudah tampak menggunung, ia masih optimis TPA Sente masih mampu menampung sampah hingga dua tahun ke depan.

Dengan catatan, hanya sampah residu yang dibawa ke sana. Hanya hingga saat ini ada sejumlah desa yang membuang sampah tanpa pemilahan ke TPA Sente lantaran belum memiliki TPST atau Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS).

“Untuk itu akan terus kami dampingi dan dorong agar dapat segera memiliki tempat pengolahan sampahnya sendiri.

Apalagi Pemprov Bali sudah memberikan lampu hijau untuk menggunakan tanah miliki Pemprov sebagai tempat pengolahan sampah,” ujarnya.

Sementara itu, untuk pengadaan TPA baru, ia mengaku belum berencana sejauh itu. Meski TPA Sente adalah satu-satunya TPA yang ada di Klungkung daratan dengan kondisi sampah sudah sangat melebihi kapasitas.

Baca Juga:  Perbekel Keracunan Coolant, Tim Loka POM Sisir Warung di Jinengdalem

“Rencana revitalisasi juga belum ada. Untuk menangani masalah sampah, desa-desa ini yang kami dorong untuk segera

memiliki tempat pengolahan sampah sendiri sehingga mandiri dalam menangani permasalahan sampahnya,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/